Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Rial Iran Anjlok ke Rekor Terendah, Tembus 1,5 Juta per Dolar AS

Rial Iran Anjlok ke Rekor Terendah, Tembus 1,5 Juta per Dolar AS

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar mata uang Iran, rial, kembali tertekan dan jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah. Pada Kamis (29/1/2026), satu dolar Amerika Serikat (AS) tercatat setara dengan 1,5 juta rial, menandai krisis ekonomi yang kian memburuk di negara tersebut.

Berdasarkan data situs pemantau valuta asing Bonbast.com, nilai rial telah kehilangan sekitar 5 persen hanya dalam sebulan terakhir. Pelemahan ini terjadi di tengah gejolak sosial dan gelombang protes besar akibat tekanan ekonomi yang semakin berat.

Gubernur Bank Sentral Iran yang baru, Abdolnaser Hemmati, menanggapi singkat kondisi tersebut. Ia menyebut pergerakan nilai tukar sebagai bagian dari dinamika pasar.
“Pasar valuta asing mengikuti jalur alaminya,” ujar Hemmati.

Krisis nilai tukar ini memperparah kondisi ekonomi Iran yang sudah tertekan oleh inflasi tahunan hingga 60 persen dalam periode Desember 2025–Januari 2026, berdasarkan data Pusat Statistik Iran.

Ketidakstabilan ekonomi memicu aksi protes massal sejak akhir Desember 2025, yang bermula dari Grand Bazaar Teheran. Demonstrasi yang awalnya menuntut perbaikan ekonomi berkembang menjadi tuntutan perubahan politik. Aparat keamanan dilaporkan melakukan penindakan keras untuk meredam kerusuhan.

Di tengah tekanan tersebut, pemerintah Iran memperkenalkan kebijakan reformasi subsidi, dengan menghapus nilai tukar preferensial bagi importir dan menggantinya dengan bantuan tunai langsung kepada masyarakat.

Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammadreza Aref, menyebut kebijakan lama sarat korupsi dan tidak efektif menahan laju inflasi.
“Korupsi membuat sistem lama gagal melindungi daya beli rakyat,” kata Aref.

Situasi ekonomi Iran semakin tertekan setelah pemerintah memberlakukan pembatasan internet sejak 8 Januari 2026 dengan alasan keamanan nasional. Langkah ini berdampak besar pada sektor bisnis digital dan aktivitas perdagangan daring.

Anjloknya nilai rial, inflasi tinggi, serta tekanan sosial-politik menambah ketidakpastian ekonomi Iran di tengah ketegangan regional dan ancaman sanksi internasional yang terus membayangi.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Perak Antam Turun Rp750, Terus Merosot!

    Harga Perak Antam Turun Rp750, Terus Merosot!

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam kembali merosot. Penurunan ini menarik perhatian investor dan pelaku pasar untuk mengevaluasi strategi investasi mereka Berdasarkan data terbaru dari laman Logam Mulia, Selasa (7/4/2026), harga perak per gram berada di angka Rp45.450. Angka ini mengalami koreksi sebesar Rp750 dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp46.200 per gram. Antam menawarkan perak […]

  • Investor Singapura Serbu Saham PURA! CGS Borong hingga Rp1,2 Miliar

    Investor Singapura Serbu Saham PURA! CGS Borong hingga Rp1,2 Miliar

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aksi borong saham emiten transportasi kembali terjadi. Kali ini datang dari investor asing asal Singapura, CGS International Securities Singapore Pte. Ltd., yang agresif mengoleksi saham PT Pura Rajawali Kencana Tbk. (PURA). Mengutip keterbukaan informasi, rangkaian transaksi pembelian dilakukan pada 25 Mei 2026. CGS tercatat membeli 4 juta saham PURA di harga Rp40 per […]

  • Kemacetan Parah Lumpuhkan Jalan Muara Bulian Jambi, Kendaraan Mengular Hingga Tiga Jalur

    Kemacetan Parah Lumpuhkan Jalan Muara Bulian Jambi, Kendaraan Mengular Hingga Tiga Jalur

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kemacetan parah kembali melumpuhkan arus lalu lintas di jalur utama Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. Antrean panjang kendaraan dilaporkan terjadi pada Minggu (8/3/2026) hingga menyebabkan arus lalu lintas hampir tidak bergerak selama berjam-jam. Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, kendaraan bahkan mengular hingga membentuk tiga jalur di badan jalan, termasuk […]

  • Ketatnya Regulasi Australia Buat Ragu Pembisnis Indonesia Untuk Investasi

    Ketatnya Regulasi Australia Buat Ragu Pembisnis Indonesia Untuk Investasi

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hubungan perdagangan Indonesia–Australia dinilai masih belum optimal meski memiliki potensi ekonomi yang besar. Anggota Dewan Institut Australia–Indonesia, Rob Law, menyebut bahwa hambatan utama terletak pada regulasi yang ketat serta biaya operasional tinggi di Australia. Dalam media briefing di The Grace Hotel, Sydney, Senin (18/11/2025), Law menegaskan bahwa sistem hukum Australia sangat detail dan […]

  • Update Kurs Rupiah Hari Ini: Melorot ke Level  Rp16.829

    Update Kurs Rupiah Hari Ini: Melorot ke Level Rp16.829

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam mengawali perdagangan awal pekan, Senin (2/3/2026). Rupiah dibuka di posisi Rp16.829 per dolar AS. Dikutip dari Antara, rupiah mengalami pelemahan 42 poin atau 0,25 persen penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.787 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,21% ke level […]

  • BRI Catat Kredit Komersial Tumbuh 58,4% hingga Rp61,4 Triliun

    BRI Catat Kredit Komersial Tumbuh 58,4% hingga Rp61,4 Triliun

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kinerja bisnis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menunjukkan tren positif seiring implementasi transformasi perusahaan melalui program BRIvolution. Salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut datang dari segmen kredit komersial (commercial) yang kini menjadi mesin pertumbuhan baru perseroan. Hingga akhir 2025, BRI mencatat penyaluran kredit komersial mencapai Rp61,4 triliun. Angka ini melonjak […]

expand_less