Breaking News
light_mode
Beranda » Kuliner » Burgo Makanan Khas Palembang: Sejarah, Filosofi, dan Resep Lengkap Adonan serta Kuah Gurihnya

Burgo Makanan Khas Palembang: Sejarah, Filosofi, dan Resep Lengkap Adonan serta Kuah Gurihnya

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Kalau ngomongin kuliner khas Palembang, kebanyakan orang langsung ingat pempek. Padahal, ada satu hidangan tradisional yang nggak kalah lezat dan sarat makna, yaitu burgo. Makanan khas Palembang ini punya cita rasa gurih dengan kuah santan putih yang lembut dan bikin nagih, apalagi disantap saat sarapan atau berbuka puasa.

Sejarah Burgo, Warisan Kuliner Palembang

Burgo sudah ada sejak masa Kesultanan Palembang Darussalam sekitar abad ke-17. Saat itu, beras mulai masuk ke wilayah Palembang dari Jawa dan Siam.

Sebelumnya, masyarakat setempat lebih banyak mengonsumsi sagu. Cara memasaknya pun mirip: direndam, dihaluskan, lalu digulung. Dari situlah muncul inovasi membuat adonan berbahan tepung beras yang dimasak tipis seperti dadar, kemudian digulung.

Karena gulungan tersebut cenderung hambar, dibuatlah kuah santan berbumbu dengan tambahan ikan gabus. Perpaduan inilah yang akhirnya melahirkan burgo, yang juga dikenal sebagai bubur sego.

Menariknya, pada tahun 2021 burgo resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Penetapan ini menjadi langkah penting untuk melestarikan kuliner tradisional khas Palembang agar tidak diklaim negara lain.

Ciri Khas Burgo yang Bikin Nagih

Burgo terbuat dari adonan tepung beras yang dimasak tipis seperti dadar, lalu digulung dan dipotong-potong. Setelah itu, potongan burgo disiram kuah santan putih yang gurih, biasanya ditambah potongan telur rebus.

Teksturnya lembut, kuahnya creamy dengan aroma rempah yang khas. Nggak heran kalau burgo sering hadir saat hajatan, syukuran, hingga bulan Ramadan sebagai menu berbuka puasa.

Buat kamu yang penasaran dan ingin coba bikin sendiri di rumah, berikut resep lengkap adonan dan kuah burgo.

  • 1. Bahan Adonan Burgo
  • 500 gram tepung beras
  • 3 sdm tepung sagu/tapioka
  • 1.600 ml air
  • 1 sdt garam

Cara Membuat Adonan:

  • Siapkan air mendidih, lalu seduh setengah bagian tepung beras. Aduk hingga rata.
  • Masukkan sisa tepung beras dan tepung tapioka, aduk sampai adonan halus.
  • Panaskan wajan anti lengket dan olesi sedikit minyak.
  • Tuang adonan tipis seperti membuat dadar.
  • Setelah matang, angkat lalu gulung.
  • Potong-potong sekitar 2 cm, sisihkan.

2. Bahan Kuah Burgo

  • 250 gram ikan gabus
  • 5 sdm santan
  • 4 lembar daun salam
  • 2 batang serai (geprek)
  • 2 cm lengkuas (geprek)
  • 6 siung bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 1½ sdt ketumbar
  • 2 cm jahe
  • 2 butir kemiri
  • Garam dan penyedap secukupnya
  • 1,5 liter air

Cara Membuat Kuah:

  • Haluskan bawang merah, bawang putih, ketumbar, jahe, dan kemiri.
  • Tumis bumbu hingga harum.
  • Masukkan daun salam, serai, dan lengkuas.
  • Tambahkan air, santan, dan ikan gabus.
  • Beri garam serta penyedap secukupnya.
  • Masak hingga ikan matang dan kuah mengental.

Sajikan potongan burgo dalam mangkuk, lalu siram dengan kuah santan panas. Tambahkan potongan telur rebus jika suka.

Filosofi di Balik Proses Memasak Burgo

Burgo bukan sekadar makanan, tapi juga simbol kesabaran. Proses memasaknya harus satu per satu saat membuat dadar tipisnya. Dibutuhkan ketelatenan agar hasilnya rapi dan tidak sobek.

Perpaduan antara kelapa (santan) dan ikan gabus juga melambangkan kesatuan yang utuh setelah melalui proses panjang. Dari bahan sederhana, lahirlah sajian istimewa yang penuh makna.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri ATR/BPN Soroti Penerima TORA yang Banyak Salah Sasaran

    Menteri ATR/BPN Soroti Penerima TORA yang Banyak Salah Sasaran

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkap sejumlah persoalan yang masih muncul dalam pelaksanaan Reforma Agraria. Salah satunya ketidaktepatan sasaran subjek Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA). Padahal, aturan sudah jelas bahwa penerima TORA harus memenuhi kriteria prioritas, antara lain warga yang tinggal di sekitar objek tanah. Kemudian, masyarakat […]

  • Besaran UMP 2026 masih Rahasia, Airlangga: Regulasi Sudah Diparaf!

    Besaran UMP 2026 masih Rahasia, Airlangga: Regulasi Sudah Diparaf!

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa regulasi terkait besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 sudah memasuki tahap finalisasi. Bahkan, Airlangga menambahkan bahwa regulasi sudah diteken. Sayangnya, ia masih enggan membocorkan besaran UMP yang diputuskan pemerintah. “Regulasi sudah diparaf,” kata Airlangga kepada awak media di Kemenko Perekonomian, Jumat (5/12/2025). Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha […]

  • Tanah Jakarta Turun 10 Cm per Tahun, Seberapa Lama Ibu Kota Bisa Bertahan?

    Tanah Jakarta Turun 10 Cm per Tahun, Seberapa Lama Ibu Kota Bisa Bertahan?

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Laju penurunan muka tanah di Jakarta mencapai lebih dari 10 sentimeter per tahun di sejumlah wilayah. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan karena berpotensi memperparah banjir, merusak infrastruktur, hingga mengancam keberlanjutan kota. Pengamat tata kota Prof. Putu Rumawan Salain mengatakan, tren tersebut harus segera direspons dengan langkah mitigasi yang terencana dan berkelanjutan. “Dengan penurunan tanah […]

  • Harga Cabe Rawit Merah di Pasar Angso Duo Jambi Tembus Rp 100.000 per Kilogram

    Harga Cabe Rawit Merah di Pasar Angso Duo Jambi Tembus Rp 100.000 per Kilogram

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, terpantau relatif stabil per 19 Februari 2026. Namun, beberapa komoditas mengalami kenaikan dan penurunan harga berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi melalui sistem SIHARKO. Kenaikan harga tercatat pada komoditas cabai. Cabe rawit hijau naik 10 persen menjadi Rp 40.000 per kilogram. […]

  • Tergelincir ke Zona Merah, IHSG Dibuka Terkoreksi ke  8.583

    Tergelincir ke Zona Merah, IHSG Dibuka Terkoreksi ke 8.583

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi saat perdagangan dibuka pagi ini. Indeks komposit sempat naik ke zona hijau sesaat. Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG melemah 0,02% menjadi 8.583,35. Indeks sempat menguat ke teritori positif menyentuh level tertinggi 8.611,33 sebelum turun hingga mencapai 8.576,65. Sebanyak 242 saham menguat, 258 saham melemah, dan 183 […]

  • Harga Sembako di Pasar Talang Banjar dan Angso Duo Jambi Stabil, Cabe Rawit Hijau Naik 23 Persen

    Harga Sembako di Pasar Talang Banjar dan Angso Duo Jambi Stabil, Cabe Rawit Hijau Naik 23 Persen

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di dua pasar utama Kota Jambi, yaitu Pasar Rakyat Talang Banjar dan Pasar Angso Duo, terpantau relatif stabil pada pekan pertama November 2025. Berdasarkan data resmi dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, sebagian besar harga sembako tidak mengalami perubahan berarti, meskipun ada beberapa komoditas yang menunjukkan kenaikan dan penurunan […]

expand_less