Minggu, 13 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Wall Street Meroket! Saham Teknologi Pimpin Penguatan, Nasdaq Naik 1,16%

Wall Street Meroket! Saham Teknologi Pimpin Penguatan, Nasdaq Naik 1,16%

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (1/4/2026), didorong oleh lonjakan saham-saham teknologi dan meredanya kekhawatiran geopolitik global. Indeks S&P 500 naik 0,72% ke level 6.575,32. Sementara itu, Nasdaq Composite melonjak 1,16% menjadi 21.840,95, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,48% ke 46.565,74.

Penguatan Wall Street didorong oleh optimisme pasar setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi segera mereda. Pernyataan ini meningkatkan harapan investor terhadap stabilitas global dan menekan tingkat volatilitas pasar.

Saham teknologi berkapitalisasi besar menjadi motor utama reli. Saham Alphabet melonjak 3,4%, diikuti Meta Platforms dan Amazon yang masing-masing naik lebih dari 1%.

Selain itu, sektor semikonduktor juga mencatatkan penguatan signifikan, tercermin dari kenaikan indeks chip PHLX sebesar 2,82%.

Di sisi lain, kabar rencana penawaran umum perdana (IPO) oleh SpaceX turut mengerek saham sektor antariksa. Saham perusahaan seperti Intuitive Machines dan Planet Labs melonjak hingga dua digit.

Sentimen positif juga datang dari sektor kesehatan. Saham Eli Lilly naik 3,8% setelah mendapatkan persetujuan regulator AS untuk produk obat penurun berat badan terbarunya.

Namun, tidak semua saham bergerak naik. Saham Nike anjlok 15,5% setelah perusahaan memperkirakan penurunan penjualan kuartal keempat yang mengecewakan.

Sementara itu, harga minyak dunia mengalami penurunan tajam, yang turut menekan sektor energi. Kondisi ini justru memberikan sentimen positif bagi sektor transportasi, termasuk maskapai penerbangan yang ikut menguat.

Dari sisi makroekonomi, data tenaga kerja menunjukkan pertumbuhan yang stabil, sementara aktivitas manufaktur juga mengalami peningkatan. Meski demikian, pelaku pasar kini mulai memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada akhir tahun, seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi.

Wall Street kini mencatat penguatan selama dua hari berturut-turut, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi global dan meredanya ketegangan geopolitik.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sentimen Pasar Mulai Berbalik, Rupiah Menguat Rp17.980 per Dolar AS

    Sentimen Pasar Mulai Berbalik, Rupiah Menguat Rp17.980 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengawali perdagangan Jumat (17/7/2026), rupiah dibuka menguat tipis namun mampu mempertahankan tren positif setelah beberapa hari bergerak fluktuatif. Mengutip Antara, kurs rupiah menguat 6 poin atau sekitar 0,03 persen ke level Rp17.980 per dolar AS. Posisi ini lebih baik dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya […]

  • Pagi Ini Rupiah Menguat Tipis Jadi Rp17.123 per Dolar AS

    Pagi Ini Rupiah Menguat Tipis Jadi Rp17.123 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu (15/4/ 2026) pagi. Rupiah mengalami penguatan tipis di tengah dinamika pasar global. Berdasarkan data terbaru dari Antara, nilai tukar Rupiah menguat sebesar 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.123 per dolar AS. Posisi ini lebih baik dibandingkan dengan […]

  • Petani Sawit Bisa Semringah, Dua Periode Harga Sawit Terus Naik

    Petani Sawit Bisa Semringah, Dua Periode Harga Sawit Terus Naik

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dua pekan berturut-turut harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Provinsi Jambi terus mengalami kenaikan. Terbaru harga TBS periode 23-29 Januari 2026 untuk umur tanam 10-20 tahun kenaikannya mencapai Rp 41,59 per kilogram TBS. Harga sawit terbaru untuk Provinsi Jambi ini sudah dirilis Dinas Perkebunan sebagai hasil rapat pada Rabu (22/1/2026). Pada periode […]

  • Rupiah Akhirnya Tembus Rp17 Ribu per Dolar AS

    Rupiah Akhirnya Tembus Rp17 Ribu per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah akhirnya tembus ke level paling lemah sepanjang sejarah pada penutupan perdagangan, Senin (30/3/ 2026) sore. Berdasarkan data dari Antara, rupiah ditutup ke level Rp17.002 per dolar AS. Mata uang Indonesia ini melemah 22 poin atau 0,13 persen dibanding penutupan pada Jumat (27/3/2026) yang berada di level Rp 16.980 per dolar […]

  • Naik Dratis! Harga Emas Antam Dijual Rp2.354.000 per Gram

    Naik Dratis! Harga Emas Antam Dijual Rp2.354.000 per Gram

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik dratis hari ini, Jumat (24/10/2025). Investor kini dapat membeli Rp2.354.000 untuk ukuran satu gram. Sementara harga emas Antam termurah dibanderol Rp1.227.000. Mengutip situs Logam Mulia, harga emas Antam naik dratis Rp 33.000 jika dibandingkan dengan harga pada Kamis (23/10/2025) yang berada di level Rp […]

  • Kredit Macet di Bawah Rp1 Juta Tak Muncul di SLIK, Bisa KPR

    Kredit Macet di Bawah Rp1 Juta Tak Muncul di SLIK, Bisa KPR

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi melonggarkan kebijakan dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) guna mendukung percepatan program perumahan nasional, termasuk target pembangunan 3 juta rumah. Salah satu kebijakan utama yang diambil adalah hanya menampilkan catatan kredit dengan nominal di atas Rp1 juta dalam laporan SLIK. Artinya, kredit macet dengan nilai di bawah Rp1 […]

expand_less