Jumat, 10 Jul 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Wall Street Meroket! Saham Teknologi Pimpin Penguatan, Nasdaq Naik 1,16%

Wall Street Meroket! Saham Teknologi Pimpin Penguatan, Nasdaq Naik 1,16%

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (1/4/2026), didorong oleh lonjakan saham-saham teknologi dan meredanya kekhawatiran geopolitik global. Indeks S&P 500 naik 0,72% ke level 6.575,32. Sementara itu, Nasdaq Composite melonjak 1,16% menjadi 21.840,95, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,48% ke 46.565,74.

Penguatan Wall Street didorong oleh optimisme pasar setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi segera mereda. Pernyataan ini meningkatkan harapan investor terhadap stabilitas global dan menekan tingkat volatilitas pasar.

Saham teknologi berkapitalisasi besar menjadi motor utama reli. Saham Alphabet melonjak 3,4%, diikuti Meta Platforms dan Amazon yang masing-masing naik lebih dari 1%.

Selain itu, sektor semikonduktor juga mencatatkan penguatan signifikan, tercermin dari kenaikan indeks chip PHLX sebesar 2,82%.

Di sisi lain, kabar rencana penawaran umum perdana (IPO) oleh SpaceX turut mengerek saham sektor antariksa. Saham perusahaan seperti Intuitive Machines dan Planet Labs melonjak hingga dua digit.

Sentimen positif juga datang dari sektor kesehatan. Saham Eli Lilly naik 3,8% setelah mendapatkan persetujuan regulator AS untuk produk obat penurun berat badan terbarunya.

Namun, tidak semua saham bergerak naik. Saham Nike anjlok 15,5% setelah perusahaan memperkirakan penurunan penjualan kuartal keempat yang mengecewakan.

Sementara itu, harga minyak dunia mengalami penurunan tajam, yang turut menekan sektor energi. Kondisi ini justru memberikan sentimen positif bagi sektor transportasi, termasuk maskapai penerbangan yang ikut menguat.

Dari sisi makroekonomi, data tenaga kerja menunjukkan pertumbuhan yang stabil, sementara aktivitas manufaktur juga mengalami peningkatan. Meski demikian, pelaku pasar kini mulai memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada akhir tahun, seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi.

Wall Street kini mencatat penguatan selama dua hari berturut-turut, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi global dan meredanya ketegangan geopolitik.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aset Sandra Dewi Belum Cukup Tutupi Uang Pengganti Harvey Moeis Rp420 Miliar

    Aset Sandra Dewi Belum Cukup Tutupi Uang Pengganti Harvey Moeis Rp420 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Total aset milik aktris Sandra Dewi yang disita Kejaksaan Agung disebut belum cukup menutupi uang pengganti sebesar Rp420 miliar yang dibebankan kepada suaminya, Harvey Moeis, dalam kasus korupsi tata niaga timah. Hal ini diungkapkan penyidik Kejaksaan Agung, Max Jefferson, saat bersaksi dalam sidang keberatan penyitaan aset di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (24/10/2025). […]

  • Pertamina Targetkan Laba Rp54 Triliun di Akhir 2025

    Pertamina Targetkan Laba Rp54 Triliun di Akhir 2025

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina (Persero) memproyeksikan laba bersih perusahaan sepanjang 2025 dapat tembus US$ 3,3 miliar atau sekitar Rp 54 triliun (kurs Rp 16.500). Angka ini lebih tinggi dibandingkan perolehan laba tahun sebelumnya yang mencapai Rp 49,54 triliun. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengungkapkan bahwa pendapatan perusahaan pada 2025 diperkirakan mencapai US$ 68 miliar […]

  • Saham DADA Resmi Keluar dari Papan Pemantauan Khusus, Melonjak 2.150% Sepanjang Tahun

    Saham DADA Resmi Keluar dari Papan Pemantauan Khusus, Melonjak 2.150% Sepanjang Tahun

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Emiten properti PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) resmi keluar dari papan pemantauan khusus atau Full Call Auction (FCA) per Jumat (10/10/2025). Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Teuku Fahmi Ariandar, mengatakan setelah keluar dari FCA, saham DADA kini dipindahkan ke papan pengembangan. “Pemindahan ini dilakukan karena saham DADA […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo 30 Maret 2026, Cabai Rawit Merah Melonjak Tajam

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo 30 Maret 2026, Cabai Rawit Merah Melonjak Tajam

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo pada 30 Maret 2026 relatif stabil. Namun, sejumlah komoditas hortikultura khususnya cabai mengalami kenaikan cukup signifikan. Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, mayoritas harga sembako seperti beras, gula, minyak goreng, hingga daging masih berada dalam kondisi stabil. Harga beras medium seperti Beras Belido […]

  • Tancap Gas Lagi, Emas Antam Jadi Rp2,893 Juta per Gram

    Tancap Gas Lagi, Emas Antam Jadi Rp2,893 Juta per Gram

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam kembali tancap gas pada perdagangan Rabu (15/4/2026) ini. Logam mulia yang banyak diminati investor ini melonjak lagi sebesar Rp30.000. Berdasarkan data terbaru dari laman Logam Mulia, harga emas Antam sekarang lebih mahal dibanding perdagangan sebelumnya. Kini harga emas Antam dipatok Rp2.893.000 per gram dari semula Rp2.863.000. Adanya kenaikan tersebut membuat […]

  • Starbucks PHK 369 Pegawai di Washington, Tutup Sejumlah Gerai pada Desember 2025

    Starbucks PHK 369 Pegawai di Washington, Tutup Sejumlah Gerai pada Desember 2025

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Raksasa kopi global Starbucks kembali melakukan langkah efisiensi besar-besaran. Perusahaan asal Amerika Serikat itu berencana memutus hubungan kerja (PHK) terhadap 369 pegawai di negara bagian Washington seiring dengan penutupan sejumlah gerai pada Desember 2025. Langkah ini menjadi bagian dari restrukturisasi jaringan gerai yang sedang dilakukan Starbucks setelah sejumlah lokasi dinilai tidak lagi memenuhi […]

expand_less