BI Targetkan QRIS 150 Miliar Transaksi per Hari pada 2030
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 19 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Bank Indonesia menargetkan transaksi harian QRIS mencapai 150 miliar pada 2030. Saat ini QRIS telah digunakan 60 juta orang dan meluas ke berbagai negara.
JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) membidik lonjakan transaksi harian menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) hingga 150 miliar transaksi per hari pada 2030.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan target tersebut tertuang dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030. Saat ini, volume transaksi digital tercatat sekitar 47 miliar per hari.
“Digital transaksi akan mencapai 150 billion transaksi per day pada 2030,” ujar Perry dalam acara Inisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) di Jakarta, Senin (23/2/2026).
QRIS resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2019 dan menjadi tonggak penting transformasi digital sistem pembayaran nasional. Hingga awal 2026, tercatat 60 juta pengguna telah memanfaatkan QRIS untuk berbagai transaksi.
Menurut Perry, kehadiran QRIS menyatukan berbagai standar kode QR dari platform berbeda menjadi satu sistem terintegrasi, sehingga memudahkan masyarakat dan pelaku usaha.
Perkembangan QRIS juga diperluas melalui skema pembayaran lintas batas (cross border). Saat ini QRIS telah bisa digunakan di Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang. Dalam waktu dekat, sistem tersebut juga akan terhubung dengan China, Korea Selatan, Arab Saudi, dan India.
Secara regional, DKI Jakarta menyumbang lebih dari 36 persen volume transaksi QRIS nasional. Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut mayoritas transaksi berasal dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Jumlah pengguna QRIS di Jakarta mencapai 6,17 juta orang atau sekitar 10,69 persen dari total nasional. Sementara jumlah merchant QRIS di ibu kota tercatat 6,58 juta, setara 24 persen merchant nasional.
BI menilai percepatan digitalisasi sistem pembayaran menjadi salah satu game changer dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jakarta dan sektor UMKM.
Dengan target ambisius 2030, QRIS diproyeksikan semakin memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital Indonesia.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar