Rabu, 9 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » BI dan Kemenkeu Lanjutkan Debt Switching Rp173,4 Triliun untuk Jaga Nafas APBN 2026

BI dan Kemenkeu Lanjutkan Debt Switching Rp173,4 Triliun untuk Jaga Nafas APBN 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) sepakat melanjutkan skema debt switching guna membantu pembiayaan APBN 2026. Nilai pertukaran surat utang yang direncanakan mencapai Rp173,4 triliun.

Kebijakan ini diambil di tengah ruang fiskal yang semakin sempit serta tantangan pembiayaan anggaran tahun depan. Skema debt switching dilakukan dengan menukar surat utang negara (SBN) yang jatuh tempo dalam waktu dekat menjadi SBN baru dengan tenor lebih panjang.

Skema Debt Switching 2026

Berdasarkan kesepakatan antara BI dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pembelian SBN akan dilakukan di pasar sekunder, termasuk melalui mekanisme pertukaran bilateral (bilateral debt switch).

Nilai Rp173,4 triliun tersebut disesuaikan dengan total SBN yang jatuh tempo pada 2026. Pelaksanaannya dilakukan bertahap dan menggunakan harga pasar agar tetap menjaga disiplin dan integritas pasar.

Sebelumnya, pada 2025, BI tercatat melakukan debt switching hingga Rp246,6 triliun atau sekitar 74,25% dari total pembelian SBN sebesar Rp332,1 triliun.

Ruang Fiskal Kian Terbatas

Langkah ini ditempuh di tengah tekanan fiskal. Defisit APBN 2025 tercatat Rp695,1 triliun dengan keseimbangan primer masih negatif Rp180,7 triliun. Selain itu, minat investor terhadap lelang Surat Utang Negara (SUN) juga terpantau menurun pada awal 2026.

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan pentingnya koordinasi fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Hingga 18 Februari 2026, BI telah membeli SBN sebesar Rp39,92 triliun, termasuk Rp20,23 triliun dari pasar sekunder.

BI juga melanjutkan stimulus likuiditas melalui penurunan posisi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta pemberian insentif likuiditas makroprudensial (KLM) ke perbankan.

Risiko Fiscal Dominance

Meski dinilai rasional, kebijakan ini tetap mengandung risiko. Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk., Josua Pardede, menilai debt switching memang membantu meratakan profil jatuh tempo utang dan mengurangi tekanan kas jangka pendek.

Namun, ia mengingatkan bahwa skema tersebut tidak menghapus utang, melainkan hanya menggeser jadwal pembayaran. Jika terlalu agresif, pasar bisa membaca langkah ini sebagai tanda ketergantungan pembiayaan pada bank sentral (fiscal dominance), yang berpotensi mendorong kenaikan premi risiko dan imbal hasil SBN. Saat ini, yield acuan 10 tahun berada di kisaran 6,37%, menunjukkan sensitivitas pasar masih cukup tinggi terhadap kebijakan fiskal dan moneter.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raja Charles III Sampaikan Belasungkawa atas Banjir Parah di Asia

    Raja Charles III Sampaikan Belasungkawa atas Banjir Parah di Asia

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Raja Charles III menyampaikan belasungkawa mendalam atas bencana badai dan banjir bandang yang melanda sejumlah negara di Asia, termasuk Indonesia. Melalui pernyataan resmi di akun Instagram The Royal Family pada Senin (1/12/2025), Raja Charles dan Permaisuri Camilla menyampaikan duka cita kepada keluarga korban yang terdampak. “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga […]

  • OJK Siapkan Aturan Baru, Unitlink Hanya Boleh Dijual Asuransi dengan Ekuitas Besar

    OJK Siapkan Aturan Baru, Unitlink Hanya Boleh Dijual Asuransi dengan Ekuitas Besar

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNSI.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan regulasi baru yang akan membatasi pemasaran produk unitlink bagi perusahaan asuransi jiwa dengan ekuitas kecil. Aturan ini akan diatur dalam rancangan Surat Edaran OJK (SEOJK) tentang Kegiatan Usaha dan Lini Usaha Perusahaan Asuransi Berdasarkan Kelompok Perusahaan Perasuransian Berdasarkan Ekuitas (KPPE). Berdasarkan rancangan tersebut, perusahaan asuransi jiwa yang […]

  • Kenapa Banyak Lulusan SMK di Jambi Nganggur? TPT Capai 7,95 Persen, Ini Masalahnya

    Kenapa Banyak Lulusan SMK di Jambi Nganggur? TPT Capai 7,95 Persen, Ini Masalahnya

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dirancang untuk menyiapkan lulusan agar memiliki keterampilan dan lebih mudah masuk dunia kerja. Namun, di Provinsi Jambi, lulusan SMK masih menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan pekerjaan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan SMK pada Agustus 2025 mencapai 7,95 persen. Angka tersebut menjadi […]

  • Harga Sembako di Pasar Talang Banjar Cabai Rawit Turun, Komoditas Lain Stabil

    Harga Sembako di Pasar Talang Banjar Cabai Rawit Turun, Komoditas Lain Stabil

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Selasa (13/1/2026). Meski demikian, beberapa komoditas strategis, khususnya cabai, tercatat mengalami penurunan harga signifikan. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga cabai rawit hijau turun menjadi Rp45.000 per kilogram atau terkoreksi sekitar 22,41 persen. Penurunan lebih […]

  • Brasil Gandeng Bank Dunia Kelola Dana Konservasi Hutan Senilai US5 Miliar

    Brasil Gandeng Bank Dunia Kelola Dana Konservasi Hutan Senilai US$125 Miliar

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Brasil melangkah ambisius di panggung iklim dunia. Negeri Amazon itu akan menggandeng Bank Dunia untuk mengelola dana konservasi hutan senilai US$125 miliar yang akan diluncurkan di KTT Iklim COP30 November mendatang. Pemerintah Brasil berencana menggandeng Bank Dunia sebagai mitra utama dalam pembentukan dana konservasi hutan (Tropical Forests Forever Fund/TFFF) senilai US$125 miliar. Dana […]

  • Hillary Erica Theng, Pecatur Cilik Indonesia Ranking 3 Dunia U-11: Raih Gelar WCM di Usia 10 Tahun

    Hillary Erica Theng, Pecatur Cilik Indonesia Ranking 3 Dunia U-11: Raih Gelar WCM di Usia 10 Tahun

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nama Hillary Erica Theng tengah menjadi sorotan di dunia catur internasional. Di usia yang baru 10 tahun, ia berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menempati peringkat ketiga dunia kategori putri U-11. Prestasi tersebut diraih setelah Hillary tampil impresif dalam sejumlah turnamen internasional yang digelar di Serbia pada Maret hingga April 2026. Dalam ajang tersebut, […]

expand_less