Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » BI dan Kemenkeu Lanjutkan Debt Switching Rp173,4 Triliun untuk Jaga Nafas APBN 2026

BI dan Kemenkeu Lanjutkan Debt Switching Rp173,4 Triliun untuk Jaga Nafas APBN 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) sepakat melanjutkan skema debt switching guna membantu pembiayaan APBN 2026. Nilai pertukaran surat utang yang direncanakan mencapai Rp173,4 triliun.

Kebijakan ini diambil di tengah ruang fiskal yang semakin sempit serta tantangan pembiayaan anggaran tahun depan. Skema debt switching dilakukan dengan menukar surat utang negara (SBN) yang jatuh tempo dalam waktu dekat menjadi SBN baru dengan tenor lebih panjang.

Skema Debt Switching 2026

Berdasarkan kesepakatan antara BI dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pembelian SBN akan dilakukan di pasar sekunder, termasuk melalui mekanisme pertukaran bilateral (bilateral debt switch).

Nilai Rp173,4 triliun tersebut disesuaikan dengan total SBN yang jatuh tempo pada 2026. Pelaksanaannya dilakukan bertahap dan menggunakan harga pasar agar tetap menjaga disiplin dan integritas pasar.

Sebelumnya, pada 2025, BI tercatat melakukan debt switching hingga Rp246,6 triliun atau sekitar 74,25% dari total pembelian SBN sebesar Rp332,1 triliun.

Ruang Fiskal Kian Terbatas

Langkah ini ditempuh di tengah tekanan fiskal. Defisit APBN 2025 tercatat Rp695,1 triliun dengan keseimbangan primer masih negatif Rp180,7 triliun. Selain itu, minat investor terhadap lelang Surat Utang Negara (SUN) juga terpantau menurun pada awal 2026.

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan pentingnya koordinasi fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Hingga 18 Februari 2026, BI telah membeli SBN sebesar Rp39,92 triliun, termasuk Rp20,23 triliun dari pasar sekunder.

BI juga melanjutkan stimulus likuiditas melalui penurunan posisi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta pemberian insentif likuiditas makroprudensial (KLM) ke perbankan.

Risiko Fiscal Dominance

Meski dinilai rasional, kebijakan ini tetap mengandung risiko. Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk., Josua Pardede, menilai debt switching memang membantu meratakan profil jatuh tempo utang dan mengurangi tekanan kas jangka pendek.

Namun, ia mengingatkan bahwa skema tersebut tidak menghapus utang, melainkan hanya menggeser jadwal pembayaran. Jika terlalu agresif, pasar bisa membaca langkah ini sebagai tanda ketergantungan pembiayaan pada bank sentral (fiscal dominance), yang berpotensi mendorong kenaikan premi risiko dan imbal hasil SBN. Saat ini, yield acuan 10 tahun berada di kisaran 6,37%, menunjukkan sensitivitas pasar masih cukup tinggi terhadap kebijakan fiskal dan moneter.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usai Merosot, Emas Antam Langsung Cetak Rekor Termahal

    Usai Merosot, Emas Antam Langsung Cetak Rekor Termahal

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM -Harga emas batangan produk PT Antam hari ini, Rabu (28/1/2026), kembali mencetak rekor tertinggi. Harga emas Antam naik Rp 52.000 menjadi Rp2.968.000 per gram. Sepanjang 2026, harga emas Antam telah melonjak lebih dari 17%, mengingat pada 1 Januari lalu, tercatat hanya sebesar Rp2.488.000 per gram. Untuk harga buyback emas Antam juga mengalami naik Rp […]

  • Harga Minyak Dunia Anjlok 1,5 Persen, Dipicu Kekhawatiran Kelebihan Pasokan Global

    Harga Minyak Dunia Anjlok 1,5 Persen, Dipicu Kekhawatiran Kelebihan Pasokan Global

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak mentah dunia kembali melemah pada perdagangan Rabu (5/11), turun lebih dari 1 persen dan mencapai posisi terendah dalam dua minggu terakhir. Pelemahan ini terjadi akibat kekhawatiran pasar terhadap potensi kelebihan pasokan minyak global, meskipun permintaan bahan bakar di Amerika Serikat masih menunjukkan tren positif. Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup […]

  • QRIS Tembus Korea! BI Uji Coba Pembayaran Digital Tanpa Batas Negara

    QRIS Tembus Korea! BI Uji Coba Pembayaran Digital Tanpa Batas Negara

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) mulai menjalankan tahap percobaan awal (sandboxing) untuk penggunaan Quick Responses Indonesian Standard (QRIS) lintas negara(cross border) dengan Korea Selatan. Bila uji coba berjalan lancar penerapan QRIS ke Korea Selatan akan berlaku sepenuhnya pada tahun 2026. “Kita launching sandboxing dengan Korea Selatan, insya Allah tahun depan mulai nyambung,” ucap Gubernur BI […]

  • Forum ormas

    Malam Keakraban Ormas Jambi 2025, Merajut Sinergi untuk Jambi yang Harmonis dan Kolaboratif

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — Ratusan perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) se-Provinsi Jambi berkumpul dalam kegiatan Malam Keakraban Ormas Jambi 2025, yang digelar di Paviliun Jambi Business Center (JBC), Jumat malam (31/10). Dengan mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Menguatkan Sinergi Ormas untuk Jambi yang Harmonis dan Kolaboratif,” acara ini menjadi ajang silaturahmi dan penguatan kolaborasi antarormas di Bumi Sepucuk Jambi […]

  • Pertamina Kirim LPG ke Bener Meriah Pakai Helikopter Sling Load, Pasok 72 Tabung Bright Gas

    Pertamina Kirim LPG ke Bener Meriah Pakai Helikopter Sling Load, Pasok 72 Tabung Bright Gas

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertamina mengirim 72 tabung Bright Gas 12 kg ke Bener Meriah, Aceh, menggunakan metode sling load melalui helikopter Sikorsky S-61A. Pengiriman dilakukan untuk mempercepat distribusi energi ke wilayah terdampak bencana dan mendukung kebutuhan dapur umum serta posko pengungsian. Metode sling load menggunakan kabel pengaman dan palet khusus agar tabung LPG dapat diangkut dengan […]

  • Lalai Tangani Krisis Iklim, Warga Jepang Gugat Pemerintah Pusat

    Lalai Tangani Krisis Iklim, Warga Jepang Gugat Pemerintah Pusat

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ratusan warga Jepang secara kolektif mengajukan gugatan terhadap pemerintah pusat pada Kamis (18/12/2025), menuntut ganti rugi atas kelalaian inkonstitusional dalam menangani perubahan iklim. Gugatan ini menjadi kasus pertama di Jepang yang secara langsung menuntut ganti rugi dari negara atas kegagalan kebijakan iklim. Gugatan penting ini mengkritik keras perjuangan Jepang yang dianggap tidak memadai, […]

expand_less