Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Hari Ini Merosot, Sentimen Pasar Ekuitas Domestik Belum Pulih

Rupiah Hari Ini Merosot, Sentimen Pasar Ekuitas Domestik Belum Pulih

  • account_circle -
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (30/1/2026). Rupiah dibuka melemah 52 poin atau 0,31 persen menjadi Rp16.807 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.755 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,18% ke posisi 96,46.

Pergerakan rupiah sejalan dengan hampir seluruh mata uang di Asia. Baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,56%. Disusul, yen Jepang yang anjlok 0,46%.
Selanjutnya ada won Korea Selatan yang tertekan 0,36% dan dolar Taiwan yang turun 0,28%. Lalu dolar Singapura yang terdepresiasi 0,24%.

Berikutnya, ringgit Malaysia yang merosot 0,21%. Diikuti, peso Filipina yang tergelincir 0,08% dan dolar Hongkong yang melemah 0,03%.

Sedangkan yuan China menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang menguat setelah naik 0,04% terhadap the greenback.

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS pada hari ini oleh sentimen yang masih belum pulih di pasar ekuitas domestik menyangkut pengumuman MSCI.

“Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS hari ini diperkirakan bergerak pada kisaran Rp16700 -Rp16.800,” ujarnya, Jumat (30/1/2026)

Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen terhadap nilai tukar rupiah berasal dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang tengah mempertimbangkan opsi serangan militer besar baru terhadap Iran. Langkah ini muncul setelah perundingan terkait program nuklir dan produksi rudal Iran kembali menemui jalan buntu.

Saat ini, lanjut dia, Trump disebut tengah menimbang serangan udara yang menargetkan para pemimpin dan pejabat keamanan Iran yang dianggap bertanggung jawab atas tewasnya para demonstran, serta kemungkinan serangan lanjutan ke fasilitas nuklir. Jika hal ini benar-benar dilakukan, ketegangan di Timur Tengah diperkirakan akan meningkat tajam.

Dari sisi kebijakan moneter, Federal Reserve AS memutuskan menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75% melalui pemungutan suara 10 banding 2. Dua gubernur The Fed, Stephen Miran dan Christopher Waller, yang disebut-sebut sebagai kandidat pilihan Trump untuk menggantikan Jerome Powell memilih untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.

Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa kebijakan moneter akan tetap bergantung pada data dan dievaluasi dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya. Ia menilai pasar tenaga kerja saat ini relatif stabil, meski inflasi masih berada di level yang cukup tinggi.

Powell juga memperkirakan inflasi inti (PCE inti) akan mendekati 3% dan mencapai puncaknya sekitar pertengahan tahun.

Sementara itu dari dalam negeri, analis Goldman Sachs Group Inc menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi underweight. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran MSCI Inc terkait kelayakan investasi pasar saham Indonesia.

Goldman memperingatkan, jika Indonesia diturunkan statusnya menjadi pasar frontier, potensi arus keluar dana bisa melampaui US$13 miliar. Dalam skenario terburuk, dana pasif yang mengikuti indeks MSCI diperkirakan dapat melepas saham hingga US$7,8 miliar.

Selain itu, arus keluar tambahan sekitar US$5,6 miliar bisa terjadi jika FTSE Russell meninjau ulang metodologi dan status free float Indonesia. Ibrahim memperkirakan pada perdagangan hari ini, Jumat (30/1/2026), rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp16.750–Rp16.780 per dolar AS.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Perhiasan Hari Ini Turun, Cek  Update-nya

    Harga Emas Perhiasan Hari Ini Turun, Cek Update-nya

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas perhiasan terpantau turun di Hartadinata Abadi, Raja Emas Indonesia, dan Laku Emas  pada Senin siang (2/2/2026). Pergerakan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan dari industri perhiasan global, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas. Dengan tren yang terus bergerak dinamis, calon pembeli […]

  • Sinyal Waspada! Ketidakpastian Kebijakan Disebut Tekan Rupiah

    Sinyal Waspada! Ketidakpastian Kebijakan Disebut Tekan Rupiah

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat pagi (22/5/2026) kembali bergerak di zona merah. Mata uang Garuda tercatat melemah 10 poin atau sekitar 0,06 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan tersebut membuat rupiah berada di level Rp17.677 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp17.667 per dolar AS. […]

  • Citibank: AI Bisa Dongkrak Laba Industri Perbankan Global hingga Rp33,46 Kuadriliun pada 2028

    Citibank: AI Bisa Dongkrak Laba Industri Perbankan Global hingga Rp33,46 Kuadriliun pada 2028

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – CEO Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) Batara Sianturi mengungkapkan bahwa penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berpotensi meningkatkan laba industri perbankan global hingga mencapai 2 triliun dolar AS atau setara Rp33,46 kuadriliun (kurs Rp16.728) dalam tiga tahun ke depan. “Riset Citi menunjukkan bahwa kecerdasan buatan akan menjadi salah satu kekuatan utama di era ini. […]

  • Industri Fashion Lokal Tumbuh Pesat, Pendanaan UMKM Capai Rp 2 Miliar

    Industri Fashion Lokal Tumbuh Pesat, Pendanaan UMKM Capai Rp 2 Miliar

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Industri fashion lokal di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), sektor tekstil dan pakaian jadi tumbuh sebesar 2,64 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan I 2024. Angka ini menegaskan bahwa subsektor fashion masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi kreatif nasional. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk buatan dalam […]

  • Tancap Gas, Rupiah Melesat ke Level Rp16.744 per Dolar AS

    Tancap Gas, Rupiah Melesat ke Level Rp16.744 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah bergerak menguat pada perdagangan Kamis (26/2/2026). Penguatan ini seiring pelemahan dolar AS dan sentimen risk-on global yang mendorong penguatan mayoritas mata uang Asia. Dikutip dari Antara, rupiah melesat 56 poin atau 0,33 persen ke level Rp16.744 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.800 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat […]

  • Menteri ATR dan Kemen PU Sepakat Satukan Aturan Sempadan Sungai untuk Cegah Banjir dan Sengketa Tanah

    Menteri ATR dan Kemen PU Sepakat Satukan Aturan Sempadan Sungai untuk Cegah Banjir dan Sengketa Tanah

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) sepakat untuk melakukan harmonisasi peraturan tentang sempadan sungai agar tidak terjadi tumpang tindih aturan dan persoalan hukum di lapangan. Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mengatakan, langkah ini diambil menyusul banyaknya bangunan berdiri di atas sempadan sungai, waduk, dan danau yang […]

expand_less