Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Hari Ini Merosot, Sentimen Pasar Ekuitas Domestik Belum Pulih

Rupiah Hari Ini Merosot, Sentimen Pasar Ekuitas Domestik Belum Pulih

  • account_circle -
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (30/1/2026). Rupiah dibuka melemah 52 poin atau 0,31 persen menjadi Rp16.807 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.755 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,18% ke posisi 96,46.

Pergerakan rupiah sejalan dengan hampir seluruh mata uang di Asia. Baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,56%. Disusul, yen Jepang yang anjlok 0,46%.
Selanjutnya ada won Korea Selatan yang tertekan 0,36% dan dolar Taiwan yang turun 0,28%. Lalu dolar Singapura yang terdepresiasi 0,24%.

Berikutnya, ringgit Malaysia yang merosot 0,21%. Diikuti, peso Filipina yang tergelincir 0,08% dan dolar Hongkong yang melemah 0,03%.

Sedangkan yuan China menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang menguat setelah naik 0,04% terhadap the greenback.

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS pada hari ini oleh sentimen yang masih belum pulih di pasar ekuitas domestik menyangkut pengumuman MSCI.

“Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS hari ini diperkirakan bergerak pada kisaran Rp16700 -Rp16.800,” ujarnya, Jumat (30/1/2026)

Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen terhadap nilai tukar rupiah berasal dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang tengah mempertimbangkan opsi serangan militer besar baru terhadap Iran. Langkah ini muncul setelah perundingan terkait program nuklir dan produksi rudal Iran kembali menemui jalan buntu.

Saat ini, lanjut dia, Trump disebut tengah menimbang serangan udara yang menargetkan para pemimpin dan pejabat keamanan Iran yang dianggap bertanggung jawab atas tewasnya para demonstran, serta kemungkinan serangan lanjutan ke fasilitas nuklir. Jika hal ini benar-benar dilakukan, ketegangan di Timur Tengah diperkirakan akan meningkat tajam.

Dari sisi kebijakan moneter, Federal Reserve AS memutuskan menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75% melalui pemungutan suara 10 banding 2. Dua gubernur The Fed, Stephen Miran dan Christopher Waller, yang disebut-sebut sebagai kandidat pilihan Trump untuk menggantikan Jerome Powell memilih untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.

Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa kebijakan moneter akan tetap bergantung pada data dan dievaluasi dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya. Ia menilai pasar tenaga kerja saat ini relatif stabil, meski inflasi masih berada di level yang cukup tinggi.

Powell juga memperkirakan inflasi inti (PCE inti) akan mendekati 3% dan mencapai puncaknya sekitar pertengahan tahun.

Sementara itu dari dalam negeri, analis Goldman Sachs Group Inc menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi underweight. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran MSCI Inc terkait kelayakan investasi pasar saham Indonesia.

Goldman memperingatkan, jika Indonesia diturunkan statusnya menjadi pasar frontier, potensi arus keluar dana bisa melampaui US$13 miliar. Dalam skenario terburuk, dana pasif yang mengikuti indeks MSCI diperkirakan dapat melepas saham hingga US$7,8 miliar.

Selain itu, arus keluar tambahan sekitar US$5,6 miliar bisa terjadi jika FTSE Russell meninjau ulang metodologi dan status free float Indonesia. Ibrahim memperkirakan pada perdagangan hari ini, Jumat (30/1/2026), rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp16.750–Rp16.780 per dolar AS.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imbas Bencana Banjir, 20 Ribu Calon Jemaah Sumatra Terancam Batal Haji

    Imbas Bencana Banjir, 20 Ribu Calon Jemaah Sumatra Terancam Batal Haji

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) rapat bersama Komisi VIII DPR RI untuk membahas soal nasib calon jemaah haji yang terdampak banjir di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Dari tiga wilayah tersebut, serapan pelunasan masih belum optimal. Menurut Irfan, Jika ada calon jemaah terdampak bencana Sumatra yang belum bisa […]

  • RI Apresiasi Komitmen Finlandia Kembangkan SDM Digital untuk Ekonomi Masa Depan

    RI Apresiasi Komitmen Finlandia Kembangkan SDM Digital untuk Ekonomi Masa Depan

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia menyambut positif komitmen Finlandia dalam memperkuat kapasitas lokal dan investasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di masa depan. Dalam pertemuan bilateral di sela-sela KTT ke-47 ASEAN di Malaysia, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono bertemu dengan Menteri Luar Negeri Finlandia Elina Valtonen untuk membahas […]

  • Negosiasi BBM SPBU Swasta Mandek, Shell dan Exxon Belum Sepakat Beli dari Pertamina

    Negosiasi BBM SPBU Swasta Mandek, Shell dan Exxon Belum Sepakat Beli dari Pertamina

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Negosiasi pengadaan bahan bakar minyak (BBM) antara badan usaha swasta dan Pertamina memasuki babak baru. Dua perusahaan besar, Shell dan Exxon, hingga kini belum mencapai kesepakatan untuk membeli BBM atau bahan dasar (base fuel) dari Pertamina. Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Domatubun, mengatakan pembahasan dengan badan usaha swasta masih berjalan. Namun, […]

  • DJP Akan Audit Coretax Usai Serah Terima dengan Vendor Korea Selatan pada 2026

    DJP Akan Audit Coretax Usai Serah Terima dengan Vendor Korea Selatan pada 2026

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyiapkan proses audit menyeluruh terhadap sistem perpajakan Coretax menjelang serah terima dari vendor asal Korea Selatan, LG CNS Qualysoft Consortium, yang dijadwalkan pada 2026. Saat ini, sistem tersebut tengah memasuki masa latency atau masa penjaminan. Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menjelaskan bahwa masa latency merupakan periode jeda […]

  • Harga Emas Antam Lebih Mahal Hari Ini, Cek Rinciannya di Sini

    Harga Emas Antam Lebih Mahal Hari Ini, Cek Rinciannya di Sini

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM- Sempat turun sehari sebelumnya, kini harga emas Antam terpantau naik lagi. Dikutip dari laman Logam Mulia, Kamis (26/2/2p026), emas Antam melesat Rp16.000 ke level Rp3.039.000 per gram dari sebelumnya Rp3.023.000. Selain itu, harga buyback emas Antam juga ikut melesat. Hari ini harga buyback emas Antam bertambah Rp 16.000. Dengan demikian, harga buyback emas Antam […]

  • Warga Dua Desa di Kerinci Bertahun-tahun Hidup Tanpa Listrik, PLN Terkendala Izin Hutan Lindung

    Warga Dua Desa di Kerinci Bertahun-tahun Hidup Tanpa Listrik, PLN Terkendala Izin Hutan Lindung

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Puluhan kepala keluarga di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, hingga kini masih hidup tanpa penerangan listrik dari PLN. Dua desa yang terdampak yakni Desa Trans Bermas di Kecamatan Siulak dan Desa Masgo di Kecamatan Gunung Raya, dua wilayah yang dikenal subur dan menjadi salah satu sentra pertanian di daerah tersebut. Meski menjadi lumbung pangan, […]

expand_less