Rupiah Makin Dekati Level Psikologis! Dibuka Melemah 56 Poin
- account_circle -
- calendar_month Senin, 20 Jul 2026
- print Cetak

ILUSTRASI: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali anjlok pada perdagangan Senin (20/7/2026). Rupiah dibuka melemah 56 poin atau 0,31 persen ke level Rp17.977 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan tersebut membuat rupiah semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah masih berada di posisi Rp17.921 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau stabil di posisi 100,765.
Merujuk data Refinitiv, dari 10 mata uang Asia, sebanyak enam mata uang menguat terhadap dolar AS. Sementara empat lainnya melemah. Rupiah menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam di Asia pada pagi ini.
Selain rupiah, peso Filipina juga masuk zona merah setelah melemah 0,24 persen ke posisi PHP 61,694 per dolar AS. Baht Thailand terkoreksi 0,12 persen ke THB 33,62 per dolar AS. Sementara dolar Taiwan turun tipis 0,03 persen ke TWD 32,382 per dolar AS.
Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia. Won menguat 0,38 persen ke posisi KRW 1.481,9 per dolar AS.
Penguatan juga terlihat pada dong Vietnam dan ringgit Malaysia yang sama-sama naik 0,12 persen. Ringgit berada di posisi MYR 4,085 per dolar AS.
Yuan China menguat 0,06 persen ke posisi CNY 6,771 per dolar AS. Sementara yen Jepang dan dolar Singapura sama-sama naik 0,04 persen, masing-masing ke posisi JPY 162,33 per dolar AS dan SGD 1,2907 per dolar AS.
Dolar AS bergerak sedikit menguat terhadap mayoritas mata uang global pada awal perdagangan Asia. Hal ini terjadi setelah konflik di Timur Tengah kembali meningkat, harga minyak naik, dan kepercayaan investor masih rapuh setelah pasar mengalami tekanan pada pekan lalu.
Analis Westpac menilai pasar valuta asing masih relatif tenang, tetapi dolar AS tetap stabil di tengah memburuknya sentimen risiko.
“Pasar FX relatif tenang, dengan dolar AS secara luas stabil, sementara dolar Australia melemah terhadap greenback dan sebagian besar mata uang utama,” tulis analis Westpac dalam risetnya, dikutip dari Reuters.
Westpac juga menyoroti tekanan dari saham teknologi, terutama terkait valuasi semikonduktor, yang ikut membebani minat investor terhadap aset berisiko.
“Sentimen pasar terus memburuk karena kekhawatiran terhadap valuasi semikonduktor menekan minat risiko, sementara ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Iran menangguhkan komitmennya dalam kesepakatan damai sementara,” tulis Westpac.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua


