Warga Amerika Keluhkan Harga BBM Naik Tajam Akibat Konflik Iran
- account_circle say say
- calendar_month Kam, 2 Apr 2026
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Kenaikan harga minyak akibat perang Iran
JAMBISNIS.COM – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat mulai memicu keluhan luas dari masyarakat. Kenaikan ini terjadi seiring memanasnya konflik geopolitik antara Iran dan sekutunya, yang berdampak langsung pada pasokan energi global.
Data dari American Automobile Association (AAA) menunjukkan harga rata-rata bensin reguler kini telah menembus 4 dolar AS per galon. Angka ini melonjak sekitar 35 persen dibandingkan sebelum konflik memanas.
Kenaikan tersebut tak lepas dari terganggunya jalur distribusi minyak dunia di Selat Hormuz, salah satu rute vital pengiriman energi global. Ketegangan di kawasan itu memicu kekhawatiran pasar akan kelangkaan pasokan, yang pada akhirnya mendorong harga minyak dunia ikut naik.
Di sejumlah wilayah seperti pinggiran Washington DC, harga bahkan dilaporkan melampaui 4,25 dolar AS per galon. Kondisi ini membuat banyak warga harus mengatur ulang pengeluaran harian mereka.
Sejumlah warga mengaku mulai mengurangi aktivitas berkendara demi menekan biaya. Bagi kalangan pensiunan dan kelas menengah, lonjakan harga BBM terasa semakin membebani karena terjadi bersamaan dengan kenaikan harga kebutuhan lainnya.
“Semua jadi terasa mahal sekarang. Kami seperti harus menanggung dampak perang yang tidak kami pilih,” ungkap seorang warga.
Tekanan ini juga mulai merembet ke sektor lain. Biaya logistik meningkat, harga barang ikut terdorong naik, dan inflasi berpotensi semakin sulit dikendalikan. Situasi ini memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas ekonomi nasional.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar