Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Indonesia Tekor Dagang dengan China, Australia, dan Brasil pada 2025

Indonesia Tekor Dagang dengan China, Australia, dan Brasil pada 2025

  • account_circle Fitri Amalia
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih mengalami defisit neraca perdagangan dengan tiga negara utama sepanjang 2025, yakni China, Australia, dan Brasil. Meski demikian, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia tetap mencatatkan surplus sebesar 41,05 miliar dolar AS sepanjang Januari–Desember 2025.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, China menjadi negara penyumbang defisit terdalam bagi Indonesia dengan nilai mencapai 22,17 miliar dolar AS.

“China menjadi penyumbang defisit terdalam, yakni sebesar 22,17 miliar dolar AS. Komoditas utamanya berasal dari mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya,” kata Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/2/2026).

Selain China, Indonesia juga mencatat defisit perdagangan dengan Australia sebesar 4,88 miliar dolar AS. Defisit tersebut dipicu oleh impor komoditas serealia, bahan bakar mineral, serta bijih logam, terak, dan abu.

Sementara itu, Brasil menjadi negara ketiga penyumbang defisit dengan nilai 1,76 miliar dolar AS. Komoditas utama penyebab defisit berasal dari ampas dan sisa industri makanan hingga kapas.

Di sisi lain, BPS mencatat sejumlah negara justru menjadi penyumbang surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia. Amerika Serikat mencatat surplus tertinggi dengan nilai 21,12 miliar dolar AS, disusul India sebesar 13,62 miliar dolar AS dan Filipina sebesar 8,33 miliar dolar AS.

Ateng menjelaskan, lima komoditas utama penyumbang surplus perdagangan Indonesia secara kumulatif adalah lemak dan minyak hewani atau nabati, bahan bakar mineral, besi dan baja, nikel dan barang daripadanya, serta alas kaki.

Adapun komoditas yang menjadi penyumbang defisit perdagangan antara lain mesin dan peralatan mekanis, mesin dan perlengkapan elektrik, plastik dan barang dari plastik, instrumen optik dan medis, serta serealia.

Untuk periode Desember 2025 saja, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar 2,51 miliar dolar AS. Surplus tersebut ditopang oleh sektor nonmigas yang mencatat surplus 4,60 miliar dolar AS, sementara sektor migas mengalami defisit sebesar 2,09 miliar dolar AS.

BPS mencatat, surplus Desember 2025 terjadi seiring kinerja ekspor yang mencapai 26,35 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan nilai impor yang tercatat sebesar 23,83 miliar dolar AS.

  • Penulis: Fitri Amalia

Rekomendasi Untuk Anda

  • BMKG Peringatkan 8 Wilayah Berpotensi Dihantam Gelombang Tinggi Hari Ini, 29 Oktober 2025

    BMKG Peringatkan 8 Wilayah Berpotensi Dihantam Gelombang Tinggi Hari Ini, 29 Oktober 2025

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi gelombang laut tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada Rabu (29/10/2025). Menurut BMKG, gelombang laut diperkirakan mencapai ketinggian 2,5 hingga 4 meter, terutama di beberapa perairan selatan dan barat Indonesia. Kondisi ini dipicu oleh pola angin yang bertiup cukup kuat di beberapa […]

  • Eksperimen Taktik Patrick Kluivert Gagal Total, Timnas Indonesia Takluk 2-3 dari Arab Saudi

    Eksperimen Taktik Patrick Kluivert Gagal Total, Timnas Indonesia Takluk 2-3 dari Arab Saudi

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Langkah berani Patrick Kluivert dalam mengubah formasi Timnas Indonesia menjadi 4-2-3-1 justru berujung petaka. Eksperimen taktik yang diharapkan membawa variasi serangan malah membuat lini pertahanan Garuda rapuh dan mudah ditembus saat menghadapi Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Strategi baru Patrick Kluivert untuk Timnas Indonesia gagal total saat menghadapi Arab Saudi di […]

  • Kementerian PKP Tambah Rumah Subsidi Buat Nakes, Segini Totalnya

    Kementerian PKP Tambah Rumah Subsidi Buat Nakes, Segini Totalnya

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar gembira dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia. Kemeterian PKP menambah kuota rumah subsidi permanen bagi 5.000 unit bagi nakes. Sehingga, totalnya menjadi 35.000 unit. Para nakes tersebut terdiri dari tiga profesi yaitu Tenaga Kesehatan Perawat Anestesi, Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), serta Tenaga Kesehatan Terapis […]

  • Saat Ibu Bekerja, Anak Perempuan Punya Peluang Sekolah Lebih Tinggi

    Saat Ibu Bekerja, Anak Perempuan Punya Peluang Sekolah Lebih Tinggi

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kesempatan perempuan untuk bekerja tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi anak perempuan untuk mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi. Hal tersebut tergambar dari kisah Ai Rahmawati (39), warga Desa Pasirsalam, Kecamatan Mangunreja, yang berhasil menyekolahkan anak perempuannya hingga ke jenjang lebih tinggi. Di lingkungannya, kondisi tersebut […]

  • Impor Gula Tak Terkendali, Sugar Co BUMN Catat Kerugian Rp680 M

    Impor Gula Tak Terkendali, Sugar Co BUMN Catat Kerugian Rp680 M

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Danantara Indonesia mengungkapkan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau Sugar Co mengalami kerugian hingga Rp680 miliar sepanjang tahun lalu. Kerugian tersebut dipicu oleh tekanan harga akibat impor gula yang dinilai tidak terkontrol. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa kondisi pasar gula domestik mengalami tekanan serius karena membanjirnya gula impor. […]

  • Dana Nasabah Bank Jambi Rp143 Miliar Dibobol Hacker, Rp19 Miliar Terdeteksi Mengalir ke Kripto

    Dana Nasabah Bank Jambi Rp143 Miliar Dibobol Hacker, Rp19 Miliar Terdeteksi Mengalir ke Kripto

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Jambi Al Haris mengungkapkan bahwa sebagian dana nasabah Bank Pembangunan Daerah Jambi yang dibobol peretas telah berhasil teridentifikasi. Dari total kerugian yang mencapai sekitar Rp143 miliar, sekitar Rp19 miliar diketahui mengalir ke aset kripto, sementara sebagian dana lainnya terdeteksi masuk ke sejumlah rekening bank lain. “Sebagian dana senilai Rp19 miliar terdeteksi di […]

expand_less