Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Beranda » Internasional » RI–Korea Selatan Teken MoU Rp173 Triliun, Perkuat Investasi Energi hingga Industri

RI–Korea Selatan Teken MoU Rp173 Triliun, Perkuat Investasi Energi hingga Industri

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan menghasilkan komitmen investasi besar senilai Rp 173 triliun. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha kedua negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, nilai kerja sama tersebut setara dengan 10,2 miliar dolar AS. Penandatanganan dilakukan dalam forum “Indonesia–Korea Partnership for Resilient Growth” yang digelar di Seoul.

“Dalam pertemuan tersebut ditandatangani MoU dengan nilai US$ 10,2 miliar atau sekitar Rp 173 triliun,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).

Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari energi hingga industri manufaktur. Pada sektor energi, fokus diarahkan pada pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya, serta teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS).

Selain itu, kerja sama juga mencakup sektor industri seperti baja, baterai, dan transportasi ramah lingkungan. Di bidang teknologi, kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi pada sektor digital dan kecerdasan buatan (AI).

Investasi juga menyasar sektor properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan kawasan di Bumi Serpong Damai. Tak hanya itu, kerja sama antarorganisasi bisnis seperti Kadin Indonesia dan KCCI turut diperkuat guna mendorong realisasi investasi.

Sejumlah perusahaan besar Korea Selatan disebut turut meningkatkan komitmennya di Indonesia. Di antaranya POSCO yang mengembangkan industri baja, serta Lotte Group yang membuka peluang kerja sama investasi baru.

Airlangga menambahkan, capaian ini melengkapi hasil kunjungan Presiden Prabowo sebelumnya ke Jepang yang menghasilkan komitmen investasi lebih besar. Secara total, kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen investasi hingga Rp 574 triliun.

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan Indonesia masih menjadi tujuan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Pemerintah, lanjut Airlangga, juga menyiapkan langkah debottlenecking untuk mengatasi berbagai hambatan investasi. Upaya ini dilakukan agar realisasi investasi dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, mempercepat transformasi industri nasional, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • AHY: Bandara Jadi Senjata Penggerak Ekonomi Daerah dan Pariwisata Nasional

    AHY: Bandara Jadi Senjata Penggerak Ekonomi Daerah dan Pariwisata Nasional

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan bandara di berbagai daerah bukan hanya untuk mendukung mobilitas, tetapi juga menjadi senjata utama penggerak ekonomi lokal dan sektor pariwisata nasional. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pemerintah terus mengawal dan mengevaluasi sejumlah bandara yang telah dibangun agar bisa beroperasi optimal […]

  • Jelang Data Inflasi AS, Rupiah Kembali Takluk di Hadapan Dolar

    Jelang Data Inflasi AS, Rupiah Kembali Takluk di Hadapan Dolar

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap mata uang Indonesia belum mereda. Nilai tukar rupiah kembali tergelincir pada perdagangan Selasa (14/7/2026), melemah 6 poin atau 0,03 persen menjadi Rp18.115 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan tersebut membuat rupiah semakin menjauh dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah masih berada di posisi Rp18.109 per dolar […]

  • BI Diprediksi Pangkas Suku Bunga Jadi 4,5 Persen, Ekonom Optimistis Dorong Pertumbuhan

    BI Diprediksi Pangkas Suku Bunga Jadi 4,5 Persen, Ekonom Optimistis Dorong Pertumbuhan

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mayoritas ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan memangkas suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 4,5 persen dalam hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini. Pemangkasan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan global yang mulai mereda. Berdasarkan konsensus ekonom yang dihimpun Bloomberg, 29 dari 37 ekonom […]

  • Dirjen Migas: BBM Shell Ternyata Dipasok Pertamina, Ini Fakta di Baliknya

    Dirjen Migas: BBM Shell Ternyata Dipasok Pertamina, Ini Fakta di Baliknya

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Fakta mengejutkan terungkap dari bisnis bahan bakar minyak (BBM) nasional. Pemerintah memastikan pasokan BBM jenis diesel yang dijual di SPBU Shell saat ini berasal dari PT Pertamina (Persero). Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyebut kerja sama ini merupakan hasil fasilitasi pemerintah yang mulai dirintis sejak tahun lalu. “Itu […]

  • Selat Hormuz dalam Pusaran Konflik Iran vs AS-Israel

    Selat Hormuz dalam Pusaran Konflik Iran vs AS-Israel

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat setelah Iran menyatakan menutup Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi salah satu nadi perdagangan energi dunia. Langkah itu diambil setelah serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran. Pernyataan penutupan disampaikan pejabat Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Mereka memperingatkan bahwa kapal yang mencoba […]

  • Rupiah  Menguat Rp16.968 per Dolar AS Karena Faktor Ini

    Rupiah Menguat Rp16.968 per Dolar AS Karena Faktor Ini

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan Selasa (17/3/2026). Kini rupiah di level Rp16.968 per dolar Amerika Serikat (AS) usai menguat 29 poin atau 0,17 persen dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.997 per dolar AS. Penguatan ini membawa harapan baru bagi mata uang Garuda setelah sebelumnya hampir menyentuh level psikologis Rp17.000 akibat sentimen negatif […]

expand_less