Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Tersungkur Pagi Ini! Sentuh Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Tersungkur Pagi Ini! Sentuh Rp17.859 per Dolar AS

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali membuka perdagangan dengan tekanan. Pada Selasa (2/6/2026) pagi, rupiah tercatat melemah 54,50 poin atau 0,31 persen ke level Rp17.859 per dolar AS setelah sehari sebelumnya mencatat penguatan signifikan. Penutupan sebelumnya rupiah diposisi pada level Rp17.805 per dolar AS.

Pelemahan ini memperpanjang tren fluktuasi rupiah di tengah sentimen global yang masih belum stabil. Salah satu faktor yang turut menekan adalah penguatan tipis indeks dolar AS yang naik 0,01 persen ke level 99,21.

Dikutip dari TradingView, mata uang Asia cenderung bergerak konsolidatif terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (2/6/2026), seiring pelaku pasar mencermati perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah.

Presiden AS Donald Trump pada Senin berupaya meredakan ketegangan yang meningkat antara Israel dan Hizbullah, yang dikhawatirkan dapat mengganggu proses perundingan damai antara AS dan Iran.

Ekonom Senior sekaligus Strategis Mata Uang Senior Commonwealth Bank of Australia (CBA), Kristina Clifton, memperkirakan AS dan Iran berpotensi mencapai kesepakatan dalam waktu dekat terkait pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap serta perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari guna melanjutkan negosiasi mengenai program pengayaan uranium Iran.

“Kami memperkirakan AS dan Iran akan sepakat membuka kembali Selat Hormuz secara bertahap dan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari untuk melanjutkan perundingan mengenai pengayaan uranium Iran dalam pekan ini,” ujar Clifton dalam risetnya.

Menurut Clifton, kabar positif mengenai berakhirnya konflik berpotensi menekan dolar AS karena mata uang tersebut selama ini mendapat dukungan dari statusnya sebagai aset safe haven.

“Berita baik mengenai berakhirnya perang akan membebani dolar AS karena mata uang tersebut merupakan aset lindung nilai saat ketidakpastian meningkat,” tambahnya.

Data LSEG menunjukkan dolar AS bergerak relatif stabil di level 159,67 yen Jepang. Sementara terhadap won Korea Selatan, dolar melemah sekitar 0,1% ke posisi 1.511,50 won.(*)

 

 

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gaspol Pagi Ini! Rupiah Perkasa Tekan Dolar ke Rp17.814

    Gaspol Pagi Ini! Rupiah Perkasa Tekan Dolar ke Rp17.814

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah dibuka pada perdagangan Jumat (29/5/2026) pagi tampil perkasa. Mata uang Garuda bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, rupiah menguat sebesar 32 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp17.814 per dolar AS. Angka tersebut lebih baik dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada […]

  • VF8 Generasi Kedua Jadi Sorotan, Performa Dinilai Lebih Lambat

    VF8 Generasi Kedua Jadi Sorotan, Performa Dinilai Lebih Lambat

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Produsen otomotif asal Vietnam, VinFast resmi meluncurkan VF8 generasi kedua di pasar Vietnam. Peluncuran model terbaru ini langsung menarik perhatian karena muncul penilaian bahwa performanya tidak seagresif model sebelumnya. Berdasarkan laporan yang diwartakan CarsCoops pada Jumat (22/5/2026), VF8 generasi terbaru dinilai memiliki tingkat kecepatan yang kurang optimal dibandingkan varian pendahulunya. Meski hadir dengan […]

  • Batik Air Jangan Sampai Pergi! Bungo dan Tiga Tetangga Bersatu Jaga Rute Strategis

    Batik Air Jangan Sampai Pergi! Bungo dan Tiga Tetangga Bersatu Jaga Rute Strategis

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Langkah strategis untuk mengoptimalkan operasional Bandara Muara Bungo terus dipacu. Pemerintah Kabupaten Bungo berhasil menggalang sinergi dan komitmen bersama tiga kabupaten tetangga guna mendukung keberlanjutan penerbangan maskapai Batik Air rute Jakarta–Muara Bungo pulang-pergi (PP). Komitmen tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan dukungan penerbangan oleh Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Merangin, dan Tebo di Bandung, Jawa Barat, pada […]

  • Agrinas Impor 160.000 Pikap 4×4 Senilai Rp 200 Triliun untuk Program Koperasi Merah Putih

    Agrinas Impor 160.000 Pikap 4×4 Senilai Rp 200 Triliun untuk Program Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Agrinas Pangan Nusantara mengungkap kebutuhan impor mobil pikap 4×4 untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mencapai 160.000 unit. Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan pengadaan kendaraan tersebut tidak hanya berasal dari India, tetapi juga dari sejumlah negara lain seperti China dan Jepang. Ia merinci, sebanyak 13.500 unit […]

  • Kerinci Jadi Penyumbang Terbesar Panen Padi Jambi 2025, Luasnya Tembus 16,76 Ribu Hektare

    Kerinci Jadi Penyumbang Terbesar Panen Padi Jambi 2025, Luasnya Tembus 16,76 Ribu Hektare

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Luas panen padi di Provinsi Jambi meningkat tajam sepanjang 2025. Berdasarkan data final Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi mencapai 80,37 ribu hektare. Angka ini bertambah 18,75 ribu hektare atau 30,42 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 61,63 ribu hektare. Kenaikan itu tidak hanya memperluas areal panen. Produksi padi Jambi juga ikut terdongkrak. […]

  • Krisis Cabai! Tiga Pasar di Kota Jambi Kehabisan Stok, Harga Tembus Rp 100 Ribu

    Krisis Cabai! Tiga Pasar di Kota Jambi Kehabisan Stok, Harga Tembus Rp 100 Ribu

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di tiga pasar besar Kota Jambi, yakni Pasar Angso Duo, Pasar Talang Banjar, dan Pasar Rakyat Kasang, tercatat stabil untuk sebagian besar komoditas pada Minggu (16/11/2025). Namun, sejumlah komoditas seperti cabe merah besar, cabe merah kecil, dan cabe rawit merah mengalami kenaikan signifikan sehingga menjadi perhatian masyarakat. Data terbaru dari […]

expand_less