Rabu, 22 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Tersungkur Pagi Ini! Sentuh Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Tersungkur Pagi Ini! Sentuh Rp17.859 per Dolar AS

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali membuka perdagangan dengan tekanan. Pada Selasa (2/6/2026) pagi, rupiah tercatat melemah 54,50 poin atau 0,31 persen ke level Rp17.859 per dolar AS setelah sehari sebelumnya mencatat penguatan signifikan. Penutupan sebelumnya rupiah diposisi pada level Rp17.805 per dolar AS.

Pelemahan ini memperpanjang tren fluktuasi rupiah di tengah sentimen global yang masih belum stabil. Salah satu faktor yang turut menekan adalah penguatan tipis indeks dolar AS yang naik 0,01 persen ke level 99,21.

Dikutip dari TradingView, mata uang Asia cenderung bergerak konsolidatif terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (2/6/2026), seiring pelaku pasar mencermati perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah.

Presiden AS Donald Trump pada Senin berupaya meredakan ketegangan yang meningkat antara Israel dan Hizbullah, yang dikhawatirkan dapat mengganggu proses perundingan damai antara AS dan Iran.

Ekonom Senior sekaligus Strategis Mata Uang Senior Commonwealth Bank of Australia (CBA), Kristina Clifton, memperkirakan AS dan Iran berpotensi mencapai kesepakatan dalam waktu dekat terkait pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap serta perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari guna melanjutkan negosiasi mengenai program pengayaan uranium Iran.

“Kami memperkirakan AS dan Iran akan sepakat membuka kembali Selat Hormuz secara bertahap dan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari untuk melanjutkan perundingan mengenai pengayaan uranium Iran dalam pekan ini,” ujar Clifton dalam risetnya.

Menurut Clifton, kabar positif mengenai berakhirnya konflik berpotensi menekan dolar AS karena mata uang tersebut selama ini mendapat dukungan dari statusnya sebagai aset safe haven.

“Berita baik mengenai berakhirnya perang akan membebani dolar AS karena mata uang tersebut merupakan aset lindung nilai saat ketidakpastian meningkat,” tambahnya.

Data LSEG menunjukkan dolar AS bergerak relatif stabil di level 159,67 yen Jepang. Sementara terhadap won Korea Selatan, dolar melemah sekitar 0,1% ke posisi 1.511,50 won.(*)

 

 

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • China Pastikan Keamanan KTT APEC 2026 di Shenzhen, Tegaskan Taiwan Harus Patuhi Prinsip Satu China

    China Pastikan Keamanan KTT APEC 2026 di Shenzhen, Tegaskan Taiwan Harus Patuhi Prinsip Satu China

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS,COM – Pemerintah China memastikan bahwa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2026 yang akan digelar di Shenzhen, China Selatan, akan berjalan aman dan lancar. Namun, Beijing menegaskan bahwa partisipasi Taiwan tetap harus mengikuti prinsip “Satu China”. Dalam pernyataan resmi kepada Reuters, Kementerian Luar Negeri China menyatakan pihaknya akan memenuhi semua kewajiban sebagai tuan rumah sesuai […]

  • Lima Daerah dengan Pengeluaran Per Kapita Tertinggi di Provinsi Jambi

    Lima Daerah dengan Pengeluaran Per Kapita Tertinggi di Provinsi Jambi

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan adanya kesenjangan pola konsumsi masyarakat di Provinsi Jambi. Lima daerah mencatat rata-rata pengeluaran per kapita per bulan tertinggi, dengan Kota Jambi berada jauh di atas daerah lainnya. Posisi pertama ditempati Kota Jambi dengan rata-rata pengeluaran mencapai Rp1.995.087 per kapita per bulan. Angka ini hampir menyentuh […]

  • IHSG Tancap Gas 1,4%, Didorong Sentimen Global dan Lonjakan Harga Minyak

    IHSG Tancap Gas 1,4%, Didorong Sentimen Global dan Lonjakan Harga Minyak

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (14/4/2026), seiring sentimen global yang masih mendominasi pergerakan pasar. Pada pembukaan sesi I, IHSG tercatat naik 1,4% atau 105,19 poin ke posisi 7.605,38. Sebanyak 425 saham menguat, 73 melemah, dan 461 lainnya stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp662,6 miliar dengan volume 923,7 juta saham […]

  • Bobby Nasution: Pemotongan Dana Transfer Pusat Berisiko Berat bagi Daerah Ber-PAD Kecil

    Bobby Nasution: Pemotongan Dana Transfer Pusat Berisiko Berat bagi Daerah Ber-PAD Kecil

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyoroti kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang memangkas dana transfer ke daerah (TKD) pada tahun anggaran 2026. Ia menilai, pemotongan tersebut berpotensi menekan keuangan daerah kecil yang memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbatas, terutama di wilayah seperti Nias dan daerah afirmasi lainnya. “Tadi juga kan […]

  • BGN Pecat Kepala SPPG di Lampung Timur yang Diduga Terlibat Kasus Pencabulan Anak

    BGN Pecat Kepala SPPG di Lampung Timur yang Diduga Terlibat Kasus Pencabulan Anak

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjung Kesuma, Kabupaten Lampung Timur, setelah yang bersangkutan diduga terlibat dalam kasus pencabulan terhadap anak. Keputusan tersebut diambil setelah BGN menerima laporan resmi mengenai dugaan tindak pidana tersebut. BGN juga memastikan bahwa terduga pelaku telah diamankan aparat kepolisian untuk menjalani proses hukum […]

  • Utang Jatuh Tempo Rp 833,9 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Fiskal Berat

    Utang Jatuh Tempo Rp 833,9 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Fiskal Berat

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia menghadapi tekanan fiskal yang kian berat pada 2026 seiring besarnya utang jatuh tempo yang mencapai Rp 833,9 triliun. Nilai tersebut menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir dan menandai fase krusial dalam pengelolaan keuangan negara. Laporan Analisis Kritis Keberlanjutan Utang Indonesia 2026 yang disusun oleh Institute for Strategic and Economic Action […]

expand_less