Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Bobby Nasution: Pemotongan Dana Transfer Pusat Berisiko Berat bagi Daerah Ber-PAD Kecil

Bobby Nasution: Pemotongan Dana Transfer Pusat Berisiko Berat bagi Daerah Ber-PAD Kecil

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM –  Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyoroti kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang memangkas dana transfer ke daerah (TKD) pada tahun anggaran 2026.
Ia menilai, pemotongan tersebut berpotensi menekan keuangan daerah kecil yang memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbatas, terutama di wilayah seperti Nias dan daerah afirmasi lainnya.

“Tadi juga kan kami bersama para gubernur ke Kemenkeu tentang hal tersebut. Tadi kita hanya memberi informasi dampak dari pemotongan ini mungkin untuk di provinsinya berimbas ada, tapi untuk kabupaten-kabupaten yang kecil itu yang kasihan, seperti kita di Nias ataupun di daerah lain yang PAD-nya kecil, daerah afirmasi kalau bisa lebih diperhatikan lah,” ujar Bobby Nasution, Selasa (7/10/2025).

Menurutnya, anggaran untuk Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) tahun depan dipangkas hingga Rp1,1 triliun. Meski pemotongan ini berdampak pada sejumlah program, Bobby memastikan pemerintah provinsi akan tetap fokus menjalankan lima program unggulan yang sudah menjadi prioritas utama.

“Rp1,1 triliun,” bebernya singkat.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyarankan agar kepala daerah dapat menyesuaikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk menghadapi penyesuaian fiskal akibat pemotongan dana transfer tersebut.

“Kita prioritaskan dulu lima program, dan juga kalau memang masih berlanjut tadi disarankan juga perubahan RPJMD,” tambah Bobby mengutip arahan Menkeu.

Kebijakan pemotongan dana transfer pusat menjadi bagian dari penyesuaian fiskal nasional 2026 di bawah kepemimpinan Menkeu Purbaya, yang menekankan efisiensi belanja dan realokasi anggaran untuk memperkuat program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan daerah tertinggal.

Kendati demikian, para kepala daerah berharap pemerintah pusat tetap mempertimbangkan keadilan fiskal bagi daerah dengan PAD rendah agar pembangunan di wilayah kecil tidak tertinggal akibat keterbatasan anggaran.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kembangkan Mobil Nasional, Airlangga Hartarto Pastikan Insentif Kendaraan Listrik Stop

    Kembangkan Mobil Nasional, Airlangga Hartarto Pastikan Insentif Kendaraan Listrik Stop

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah RI melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sinyal kuat bahwa insentif kendaraan listrik tidak akan dilanjutkan pada 2026. Kebijakan tersebut dinilai telah mencapai tujuan awalnya, yaitu mendorong produsen otomotif untuk membangun fasilitas produksi di dalam negeri. Meski demikian, ketiadaan insentif bukan berarti pengembangan industri otomotif dihentikan, melainkan akan mengalihkan fokus […]

  • Harga Perak Antam Terbang Tinggi

    Harga Perak Antam Terbang Tinggi

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni Antam terbang tinggi pada Rabu, 14 Januari 2026. Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam melonjak Rp 2.544 ke level Rp 54.900 per gram. Sementara itu, harga dasar perak Antam murni dengan berat 500 gram dipatok sebesar Rp 27.450.000, dengan harga yang termasuk PPN 11% dipatok Rp 30.469.500. Kemudian […]

  • Rupiah Melemah Pagi Ini, Kini Dilevel Rp16.673 per Dolar AS

    Rupiah Melemah Pagi Ini, Kini Dilevel Rp16.673 per Dolar AS

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (16/12/2025). Rupiah tercatat melemah 6 poin atau sekitar 0,04 persen ke level Rp16.673 per dolar AS. Angka tersebut menunjukkan pelemahan tipis dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di level Rp16.667 per dolar AS. Meski pergerakannya tidak terlalu besar, arah […]

  • 7.000 Properti Bebas Pajak Tersedia di Marketplace: Efek PPN DTP

    7.000 Properti Bebas Pajak Tersedia di Marketplace: Efek PPN DTP

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar properti Indonesia memasuki babak baru pada awal tahun 2026. Kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang resmi diperpanjang melalui PMK Nomor 90 Tahun 2025 menjadi katalisator utama yang menghidupkan kembali gairah sektor real estat nasional. Kebijakan ini secara nyata telah mengubah perilaku konsumen menjadi lebih agresif namun tetap kalkulatif. Berdasarkan […]

  • Rupiah Menguat Tipis di Akhir Perdagangan, Rp 16.648 Per Dolar AS

    Rupiah Menguat Tipis di Akhir Perdagangan, Rp 16.648 Per Dolar AS

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah berhasil menguat di akhir perdagangan hari ini, Jumat (5/12/2025). Rupiah menguat tipis 0,03 persen dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp16.653 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah ditutup di Rp16.648 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia. Seperti bahdt Thailand menjadi mata uang […]

  • 16 Ribu Pegawai Bea Cukai Terancam PHK

    16 Ribu Pegawai Bea Cukai Terancam PHK

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas untuk menangani berbagai polemik yang menekan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam beberapa waktu terakhir. Menkeu Purbaya memberi tenggat satu tahun penuh agar Bea Cukai melakukan reformasi total dan memperbaiki citra di mata publik. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya usai mengumpulkan jajaran petinggi Bea Cukai […]

expand_less