Lima Daerah dengan Pengeluaran Per Kapita Tertinggi di Provinsi Jambi
- account_circle say say
- calendar_month 2 menit yang lalu
- print Cetak

Secara keseluruhan, data BPS memperlihatkan bahwa daerah dengan aktivitas ekonomi yang lebih tinggi, pusat pemerintahan, perdagangan, dan jasa cenderung memiliki rata-rata pengeluaran per kapita yang lebih besar. Di sisi lain, besarnya pengeluaran tidak selalu mencerminkan tingkat pendapatan masyarakat, tetapi menunjukkan besarnya konsumsi rumah tangga untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup setiap bulan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan adanya kesenjangan pola konsumsi masyarakat di Provinsi Jambi. Lima daerah mencatat rata-rata pengeluaran per kapita per bulan tertinggi, dengan Kota Jambi berada jauh di atas daerah lainnya.
Posisi pertama ditempati Kota Jambi dengan rata-rata pengeluaran mencapai Rp1.995.087 per kapita per bulan. Angka ini hampir menyentuh Rp2 juta dan menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Jambi yang memiliki pengeluaran mendekati angka tersebut. Menariknya, pengeluaran bukan makanan di Kota Jambi mencapai Rp1.100.614, lebih besar dibandingkan pengeluaran makanan sebesar Rp894.473. Kondisi ini menggambarkan karakteristik masyarakat perkotaan yang mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk kebutuhan seperti perumahan, listrik, air, transportasi, pendidikan, kesehatan, komunikasi, hingga berbagai jasa.
Di posisi kedua terdapat Kota Sungai Penuh dengan total pengeluaran Rp1.677.468 per kapita per bulan. Berbeda dengan Kota Jambi, komposisi pengeluaran masyarakat di daerah ini relatif seimbang. Pengeluaran makanan tercatat Rp838.331, sedangkan pengeluaran bukan makanan Rp839.138. Selisih keduanya hanya sekitar Rp807, menunjukkan bahwa kebutuhan konsumsi pangan dan non pangan memiliki porsi yang hampir sama.
BACA JUGA :Pengeluaran Warga Kota Jambi Tembus Rp1,99 Juta per Kapita per Bulan
Peringkat ketiga ditempati Kabupaten Bungo dengan rata-rata pengeluaran Rp1.533.139 per kapita per bulan. Dari jumlah tersebut, pengeluaran makanan mencapai Rp802.836, lebih tinggi dibandingkan pengeluaran bukan makanan sebesar Rp730.303. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi pangan masih menjadi komponen terbesar dalam struktur pengeluaran rumah tangga di daerah tersebut.
Selanjutnya Kabupaten Muaro Jambi berada di posisi keempat dengan rata-rata pengeluaran Rp1.475.180 per kapita per bulan. Pengeluaran untuk makanan mencapai Rp815.269, sedangkan bukan makanan sebesar Rp659.911. Sebagai wilayah penyangga Kota Jambi yang terus berkembang, tingginya pengeluaran masyarakat Muaro Jambi mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan kebutuhan rumah tangga seiring pertumbuhan kawasan permukiman serta pusat usaha.
Posisi kelima ditempati Kabupaten Kerinci dengan rata-rata pengeluaran Rp1.395.671 per kapita per bulan, terdiri dari pengeluaran makanan Rp754.213 dan bukan makanan Rp641.458. Meskipun berada di wilayah pegunungan, tingkat pengeluaran masyarakat Kerinci masih lebih tinggi dibandingkan sebagian besar kabupaten lain di Provinsi Jambi.
Secara keseluruhan, data BPS memperlihatkan bahwa daerah dengan aktivitas ekonomi yang lebih tinggi, pusat pemerintahan, perdagangan, dan jasa cenderung memiliki rata-rata pengeluaran per kapita yang lebih besar. Di sisi lain, besarnya pengeluaran tidak selalu mencerminkan tingkat pendapatan masyarakat, tetapi menunjukkan besarnya konsumsi rumah tangga untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup setiap bulan.
- Penulis: say say
