Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » IHSG Tancap Gas 1,4%, Didorong Sentimen Global dan Lonjakan Harga Minyak

IHSG Tancap Gas 1,4%, Didorong Sentimen Global dan Lonjakan Harga Minyak

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (14/4/2026), seiring sentimen global yang masih mendominasi pergerakan pasar. Pada pembukaan sesi I, IHSG tercatat naik 1,4% atau 105,19 poin ke posisi 7.605,38. Sebanyak 425 saham menguat, 73 melemah, dan 461 lainnya stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp662,6 miliar dengan volume 923,7 juta saham dari 80.560 kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat meningkat menjadi Rp13.515 triliun.

Penguatan IHSG terjadi di tengah dinamika global yang dipengaruhi rilis data ekonomi penting serta ketegangan geopolitik yang belum mereda. Sejumlah data yang menjadi perhatian pasar antara lain neraca perdagangan China serta indeks harga produsen (PPI) Amerika Serikat.

Di sisi lain, eskalasi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran turut memicu lonjakan harga minyak dunia yang kembali menembus level US$100 per barel. Kondisi ini dipicu gangguan pasokan akibat ketegangan di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% distribusi minyak global.

Kenaikan harga minyak tersebut memberikan dampak beragam bagi Indonesia. Dari sisi positif, Indonesia berpotensi mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga komoditas ekspor seperti batu bara, minyak sawit mentah (CPO), nikel, dan emas.

Namun di sisi lain, ketidakpastian global juga memicu sentimen risk-off yang mendorong arus modal keluar dari pasar negara berkembang menuju aset safe haven. Hal ini berpotensi menekan nilai tukar rupiah serta meningkatkan volatilitas pasar keuangan domestik.

Selain itu, gangguan rantai pasok global akibat konflik berpotensi memicu tekanan inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia, atau yang dikenal dengan istilah stagflasi.

Meski demikian, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup solid. Inflasi yang sempat meningkat pada awal tahun kini mulai terkendali dan berada dalam target Bank Indonesia di kisaran 2,5% ± 1%.

Pemerintah juga mempertahankan harga BBM bersubsidi guna menjaga daya beli masyarakat. Dengan kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 diperkirakan tetap berada di kisaran 5,2%.

Sebagai langkah antisipasi, Bank Indonesia terus melakukan pemantauan pasar selama 24 jam dan menyiapkan intervensi likuiditas di berbagai instrumen, termasuk pasar spot, Non-Deliverable Forward (NDF), serta Domestic NDF (DNDF).

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emiten Portofolio Lo Kheng Hong, ABMM Fokus Ekspansi Tambang di Aceh dan Kalteng

    Emiten Portofolio Lo Kheng Hong, ABMM Fokus Ekspansi Tambang di Aceh dan Kalteng

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Emiten holding investasi, PT ABM Investama Tbk (ABMM), menyiapkan strategi ekspansi agresif pada 2026 meskipun kinerja keuangan perseroan mengalami penurunan sepanjang 2025. Berdasarkan laporan keuangan, laba bersih ABMM tercatat sebesar US$70,61 juta atau merosot 49,33% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$139,36 juta. Penurunan ini juga diikuti oleh pendapatan yang turun 13,50% secara tahunan […]

  • IHSG Menguat 20,53 Poin ke Posisi 8.294

    IHSG Menguat 20,53 Poin ke Posisi 8.294

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat sebesar 20,53 poin (0,25%) ke posisi 8.294,89 pada sesi pertama, Jumat (24/10/2025). IHSG hari ini menghijau di rentang 8.291–8.310. Penguatan IHSG ini disokong hampir seluruh indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Properti dan Real Estate yang melonjak 3,78% di awal sesi pertama. Berikutnya ada […]

  • Di Pabrik Ini GAC Hasilkan 1 Mobil Setiap 53 Detik

    Di Pabrik Ini GAC Hasilkan 1 Mobil Setiap 53 Detik

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – GAC Group kembali menegaskan posisinya di industri otomotif global lewat kehadiran Smart Eco-Factory. Difasilitas produksi modern ini GAC mampu menghasilkan satu kendaraan hanya dalam waktu 53 detik. Pencapaian ini menjadi bukti nyata integrasi teknologi digital, efisiensi produksi, standar kualitas tinggi, serta komitmen terhadap keberlanjutan dalam satu ekosistem manufaktur. Berdasarkan keterangan resmi dari perusahaan, […]

  • Harga LPG Nonsubsidi Resmi Naik, Ini Rincian Tarif 5,5 Kg dan 12 Kg per Wilayah

    Harga LPG Nonsubsidi Resmi Naik, Ini Rincian Tarif 5,5 Kg dan 12 Kg per Wilayah

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertamina resmi menyesuaikan harga liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram yang berlaku mulai 18 April 2026 di seluruh Indonesia. Penyesuaian harga ini dilakukan melalui subholding komersial dan perdagangan, yakni Pertamina Patra Niaga, setelah berkoordinasi dengan pemerintah serta pemangku kepentingan terkait. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, […]

  • Harga Emas di Pegadaian: UBS dan Galeri24 Stagnan

    Harga Emas di Pegadaian: UBS dan Galeri24 Stagnan

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi UBS dan Galeri24 di Pegadaian terpantau stabil pada perdagangan Senin, (16/3/2026). Keduanya stagnan dari harga yang ditunjukkan di laman resmi Sahabat Pegadaian pada Minggu pagi. Harga emas UBS dipatok Rp 3.026.000 dan harga emas Galeri24 dibanderol Rp 3.012.000 per gram. Harga jual emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian sewaktu-waktu bisa […]

  • Ekonomi Jepang Anjlok 0,4% di Q3 2025, Tertekan Tarif Dagang AS

    Ekonomi Jepang Anjlok 0,4% di Q3 2025, Tertekan Tarif Dagang AS

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ekonomi Jepang tercatat mengalami kontraksi 0,4% pada kuartal III 2025. Data terbaru yang dirilis Senin (17/11/2025) menunjukkan aktivitas ekonomi Negeri Sakura melemah dalam periode Juli–September, setelah sebelumnya tumbuh 0,6% pada kuartal II. Meski kontraksi tersebut lebih baik dari proyeksi pasar sebesar minus 0,6%, ini menjadi penurunan pertama sejak awal 2024. Pelemahan terbesar datang […]

expand_less