RI–Korea Selatan Teken MoU Rp173 Triliun, Perkuat Investasi Energi hingga Industri
- account_circle say say
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI. Kunjungan Presiden Prabowo ke Korea Selatan hasilkan komitmen bisnis sebesar Rp 173 triliun
JAMBISNIS.COM – Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan menghasilkan komitmen investasi besar senilai Rp 173 triliun. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha kedua negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, nilai kerja sama tersebut setara dengan 10,2 miliar dolar AS. Penandatanganan dilakukan dalam forum “Indonesia–Korea Partnership for Resilient Growth” yang digelar di Seoul.
“Dalam pertemuan tersebut ditandatangani MoU dengan nilai US$ 10,2 miliar atau sekitar Rp 173 triliun,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).
Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari energi hingga industri manufaktur. Pada sektor energi, fokus diarahkan pada pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya, serta teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS).
Selain itu, kerja sama juga mencakup sektor industri seperti baja, baterai, dan transportasi ramah lingkungan. Di bidang teknologi, kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi pada sektor digital dan kecerdasan buatan (AI).
Investasi juga menyasar sektor properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan kawasan di Bumi Serpong Damai. Tak hanya itu, kerja sama antarorganisasi bisnis seperti Kadin Indonesia dan KCCI turut diperkuat guna mendorong realisasi investasi.
Sejumlah perusahaan besar Korea Selatan disebut turut meningkatkan komitmennya di Indonesia. Di antaranya POSCO yang mengembangkan industri baja, serta Lotte Group yang membuka peluang kerja sama investasi baru.
Airlangga menambahkan, capaian ini melengkapi hasil kunjungan Presiden Prabowo sebelumnya ke Jepang yang menghasilkan komitmen investasi lebih besar. Secara total, kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen investasi hingga Rp 574 triliun.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan Indonesia masih menjadi tujuan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Pemerintah, lanjut Airlangga, juga menyiapkan langkah debottlenecking untuk mengatasi berbagai hambatan investasi. Upaya ini dilakukan agar realisasi investasi dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
Kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, mempercepat transformasi industri nasional, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
- Penulis: say say


Saat ini belum ada komentar