Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Profil Low Tuck Kwong, Taipan Batu Bara yang Borong Lukisan SBY Rp6,5 Miliar

Profil Low Tuck Kwong, Taipan Batu Bara yang Borong Lukisan SBY Rp6,5 Miliar

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nama Low Tuck Kwong kembali menjadi perhatian publik setelah pengusaha tambang tersebut memenangkan lelang lukisan karya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) senilai Rp6,5 miliar. Lelang berlangsung dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Lukisan berjudul Kuat Laksana Kuda Api itu awalnya dibuka dengan harga Rp200 juta. Proses lelang berlangsung ketat dengan sejumlah tokoh nasional turut mengajukan penawaran. Nilai lukisan terus meningkat hingga akhirnya dimenangkan Low Tuck Kwong dengan harga Rp6,5 miliar.

Low Tuck Kwong dikenal sebagai pendiri dan pemilik PT Bayan Resources Tbk, salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia. Perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2008 dengan kode saham BYAN ini menjadi sumber utama kekayaan sang taipan.

Low Tuck Kwong

Lahir di Singapura pada 17 April 1948, Low memulai perjalanan bisnisnya dari usaha konstruksi keluarga. Pada awal 1970-an, ia memutuskan hijrah ke Indonesia dan mulai merintis bisnis pertambangan. Langkah penting terjadi pada akhir 1990-an ketika ia mengakuisisi tambang melalui PT Gunungbayan Pratamacoal, yang kemudian berkembang menjadi Bayan Resources.

Selain sektor batu bara, Low Tuck Kwong juga merambah bisnis energi terbarukan melalui Metis Energy yang berbasis di Singapura. Ia tercatat memiliki kepentingan di sejumlah perusahaan lain, termasuk sektor energi pendukung dan investasi strategis.

Langkah diversifikasi ini membuat bisnisnya tetap kuat di tengah fluktuasi harga komoditas global, sekaligus memperkokoh posisinya sebagai salah satu konglomerat paling berpengaruh di Indonesia.

Berdasarkan daftar Forbes Real Time Billionaires akhir 2025, Low Tuck Kwong menempati posisi orang terkaya kedua di Indonesia dengan estimasi kekayaan sekitar US$23,7 miliar. Ia berada tepat di bawah Prajogo Pangestu dan di atas Robert Budi Hartono serta Michael Hartono.

Di luar bisnis, Low juga dikenal aktif dalam kegiatan filantropi, khususnya di bidang pendidikan dan kemanusiaan. Kemenangan dalam lelang lukisan SBY senilai Rp6,5 miliar tersebut pun disebut menjadi bagian dari kontribusi sosial, karena dana hasil lelang akan disalurkan untuk kegiatan kemanusiaan.

Dengan kombinasi kiprah bisnis global dan aktivitas sosial, Low Tuck Kwong tak hanya dikenal sebagai raja batu bara, tetapi juga figur penting dalam peta ekonomi nasional.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Detik-Detik Airbus A330 Gagal Lepas Landas di India, Mesin Terbakar, Penumpang Luka Luka

    Detik-Detik Airbus A330 Gagal Lepas Landas di India, Mesin Terbakar, Penumpang Luka Luka

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Insiden menegangkan terjadi pada pesawat Airbus A330 milik Swiss International Air Lines yang gagal lepas landas (abort takeoff) di Bandara Internasional Indira Gandhi, Minggu (26/4/2026) dini hari. Pesawat dengan nomor penerbangan LX147 itu dilaporkan mengalami gangguan serius pada salah satu mesin saat sedang berakselerasi di landasan pacu. Situasi darurat pun tak terhindarkan, memaksa […]

  • Garuda Indonesia Terbangkan 20 Ton Bantuan Logistik ke Aceh, Sumut dan Sumbar

    Garuda Indonesia Terbangkan 20 Ton Bantuan Logistik ke Aceh, Sumut dan Sumbar

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Garuda Indonesia Group mempercepat pengiriman bantuan kemanusiaan untuk warga yang terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Total lebih dari 20 ton bantuan logistik diterbangkan langsung ke tiga provinsi tersebut. Pengiriman dilakukan lewat koordinasi bersama BUMN, Danantara, dan seluruh unit operasional Garuda Indonesia Group. Setibanya di Bandara Banda Aceh, Medan, dan […]

  • Setelah Tertekan, Harga Emas Antam Akhirnya Bangkit

    Setelah Tertekan, Harga Emas Antam Akhirnya Bangkit

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tren negatif harga emas produksi Antam akhirnya terhenti. Pada perdagangan Kamis (2/7/2026), logam mulia yang banyak diminati masyarakat ini kembali menguat setelah sebelumnya mengalami penurunan. Harga emas Antam naik Rp15.000 menjadi Rp2.640.000 per gram. Sehari sebelumnya, harga emas masih berada di level Rp2.625.000 per gram. Tak hanya harga jual, nilai pembelian kembali (buyback) […]

  • Hingga September 2025, BI Catat Surplus Anggaran Rp 77,8 Triliun

    Hingga September 2025, BI Catat Surplus Anggaran Rp 77,8 Triliun

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, surplus Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) mencapai Rp 77,9 triliun. Gubernur BI Perry Warjiyo mencatat, surplus tersebut berasal dari penerimaan yang sudah mencapai Rp 194,409 triliun. Sementara pengeluaran mencapai Rp 116,532 triliun. “Bank Indonesia di 2025 sampai dengan September 2025 surplus anggaran terjadi Rp 77,9 triliun,” […]

  • Aksi Bendera Putih di Aceh Barat, Mahasiswa Desak Status Bencana Nasional

    Aksi Bendera Putih di Aceh Barat, Mahasiswa Desak Status Bencana Nasional

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mahasiswa dan aktivis di Kabupaten Aceh Barat mendesak pemerintah pusat agar segera menetapkan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatra sebagai bencana nasional. Desakan tersebut disampaikan melalui aksi pemasangan kain putih di sejumlah titik strategis Kota Meulaboh. Aksi yang digelar pada Rabu (17/12/2025) itu dimaknai sebagai tanda darurat kemanusiaan, bukan […]

  • Ruang Fiskal Prabowo Tertekan, Shortfall Pajak 2025 Berisiko Lebarkan Defisit APBN

    Ruang Fiskal Prabowo Tertekan, Shortfall Pajak 2025 Berisiko Lebarkan Defisit APBN

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ruang gerak fiskal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kian tertekan seiring dengan pelebaran shortfall penerimaan pajak 2025. Realisasi penerimaan pajak yang jauh di bawah target memunculkan risiko pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), di tengah kebutuhan belanja negara yang tetap tinggi. Berdasarkan informasi yang dihimpun Bisnis, realisasi penerimaan pajak sepanjang 2025 diperkirakan […]

expand_less