HUT ke-80 Kota Jambi, Job Fair 2026 Sediakan 4.576 Lowongan Kerja hingga Jepang
- account_circle Fitri Amalia
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Pemerintah Kota Jambi membuka Job Fair 2026 dengan total 4.576 lowongan kerja, termasuk peluang kerja dan magang ke Jepang, dalam rangka HUT ke-80 Pemkot Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Betuah ke-625.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Kota Jambi ke-80 sekaligus Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Betuah ke-625, Pemerintah Kota Jambi resmi membuka gelaran Job Fair (Bursa Kerja) di Gedung Pemancar Jajaran Budayo. Acara yang berlangsung selama dua hari ini menyediakan total 4.576 lowongan kerja bagi para pencari kerja lokal maupun internasional.
Sebanyak 44 perusahaan dari dalam dan luar negeri ikut berpartisipasi dalam ajang ini untuk menyerap tenaga kerja asal Jambi. Peluang kerja yang tersedia terbagi ke dalam beberapa kategori penempatan, baik melalui jalur mandiri maupun program resmi pemerintah:
- Lowongan Dalam Negeri: 876 kuota penempatan di berbagai sektor (perhotelan, restoran, kosmetik, dan kesehatan).
- Lowongan Luar Negeri (Government to Government / G2G): 3.700 kuota.
- Lowongan Luar Negeri (Private to Private): 900 kuota.
Salah satu program yang paling mencuri perhatian dalam Job Fair kali ini adalah peluang magang ke Jepang melalui PT Aratanakibo yang dipimpin oleh Pak Naruto. Perusahaan ini menargetkan perekrutan 150 pemuda Jambi.
Menariknya, program ini menawarkan sistem dana talangan untuk biaya pelatihan awal, sehingga peserta tidak dibebankan biaya di depan.
Selain mendapatkan pengalaman kerja internasional, para peserta magang juga berkesempatan:
- Membawa Pulang Modal Usaha: Peserta diproyeksikan membawa pulang dana sekitar Rp100 juta setelah menyelesaikan masa magang untuk dijadikan modal usaha di tanah air.
- Melanjutkan Pendidikan Tinggi: Selama di Jepang, pekerja tetap bisa berkuliah secara online di Universitas Terbuka atau institusi lokal seperti Institut Agama Islam (IAI) Muhammad Azim, sesuai dengan jurusan yang diminati.
“Ini peluang besar untuk lulusan SMA. Punya pengalaman luar negeri, menguasai bahasa internasional, kuliah, dan pulang bawa modal untuk jadi entrepreneur, bukan lagi pekerja,” ujar Wali Kota Jambi saat meninjau langsung stan pameran.
Selain membuka peluang internasional, Job Fair Kota Jambi juga berkomitmen menyediakan ruang inklusif bagi penyandang disabilitas, seperti tunarungu, untuk bekerja di sektor perhotelan dan restoran melalui posisi yang sudah disesuaikan.
Sesuai dengan regulasi undang-undang, perusahaan swasta memiliki kewajiban untuk menyerap tenaga kerja berkebutuhan khusus minimal sebesar 5 persen dari total karyawan. Pemerintah kota berharap formasi khusus ini dapat segera terisi optimal setelah adanya penyesuaian teknis di lapangan.
Meskipun Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Jambi rutin melakukan matching (penyelarasan) antara pencari kerja dan perusahaan setiap hari di kantor dinas, momentum Job Fair dinilai memiliki gaung (gezah) yang lebih besar untuk memotivasi massa.
Di akhir penyampaiannya, Wali Kota Jambi memberikan motivasi berdasarkan pengalaman pribadinya yang pernah merintis usaha dari bawah sembari menjadi ASN. Beliau berpesan agar generasi muda Jambi membuang mentalitas memilih-milih pekerjaan dan berani mengambil peluang kerja keras.
“Keberhasilan itu butuh kerja keras, perjuangan selalu mulai dari bawah. Jangan pilih-pilih kerjaan. Manfaatkan momentum Job Fair ini untuk saling memotivasi, bergerak bersama, dan pulang membawa modal menjadi pengusaha baru di Jambi,” pungkasnya.
- Penulis: Fitri Amalia
- Editor: Syaiful Amri

