Senin, 6 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Terseret Harga Minyak Dunia, Rupiah Melemah ke Level Rp17.655

Terseret Harga Minyak Dunia, Rupiah Melemah ke Level Rp17.655

  • account_circle -
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Kamis (21/5/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat melemah tipis di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, rupiah turun 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.655 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.654 per dolar AS.

Di saat yang sama, indeks dolar AS juga menunjukkan tren penguatan. Indeks dolar tercatat naik 0,06 persen dan berada di level 99.153.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi harga minyak yang masih tinggi.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah dengan kisaran di Rp17.690 – Rp17.740 dipengaruhi oleh faktor global harga minyak yang masih di atas 100 dolar AS per barel dan index dollar yang masih kuat,” ujarnya.

Mengutip Anadolu, saat ini harga Brent berjangka diperdagangkan seharga 104,5 dolar AS per barel, turun sekitar 6,5 persen. Adapun harga West Texas Intermediate (WTI) turun 5,5 persen menjadi 98 dolar AS per barel.

Sentimen penurunan ini dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa perang dengan Iran akan segera berakhir, dan persediaan minyak AS turun paling banyak dalam sejarah pekan lalu.

Trump mengatakan negosiasi dengan Iran terus berlanjut dan akan segera jelas apakah kedua pihak dapat mencapai kesepakatan.

Penurunan harga juga terjadi seiring dengan penurunan persediaan minyak mentah AS, termasuk cadangan strategis, yang paling signifikan dalam sejarah pekan lalu karena ekspor melonjak dan mulai mengurangi cadangan domestik.

Stok minyak mentah turun sebesar 17,8 juta barel, mendorong total persediaan ke level terendah dalam hampir setahun.

Melihat sentimen domestik, kondisi fiskal pemerintah dinilai cenderung rapuh terhadap geopolitik, harga minyak, subsidi, dan insentif untuk menjaga data beli masyarakat.

“Pidato presiden (Prabowo Subianto) masih harus dicermati lebih mendalam lagi dengan kondisi fiskal yang rapuh saat ini mengingat tax ratio Indonesia tidak pernah beranjak di atas 10 persen dari GDP (Gross Domestic Product),” ungkap Rully.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Cook Mengundurkan Diri dari CEO Apple, John Ternus jadi Penerus

    Tim Cook Mengundurkan Diri dari CEO Apple, John Ternus jadi Penerus

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tim Cook resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Chief Executive Officer (CEO) Apple setelah memimpin selama 15 tahun sejak 2011. Dia akan digantikan oleh John Ternus, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Senior bidang Rekayasa Perangkat Keras. Transisi kepemimpinan ini akan berlaku efektif mulai 1 September 2026 mendatang. Meski Cook sudah tidak […]

  • BI-Fast Jadi Layanan Pembayaran Termurah dan Tercepat di Dunia

    BI-Fast Jadi Layanan Pembayaran Termurah dan Tercepat di Dunia

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut layanan BI-Fast kini menjadi salah satu sistem pembayaran tercepat dan termurah di dunia. Saat ini, tarif transaksi BI-Fast hanya Rp2.500 per transaksi dengan batas maksimal transfer Rp500.000 per sekali transaksi. Perry menegaskan, biaya tersebut sangat kompetitif dibandingkan standar global. “Rp2.500 itu kalau dikonversi ke dolar, hanya […]

  • Dulu Mewah, Kini Terjangkau! Mobil Listrik Rp200 Jutaan Mengaspal

    Dulu Mewah, Kini Terjangkau! Mobil Listrik Rp200 Jutaan Mengaspal

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Memasuki akhir semester I/2026, pasar otomotif nasional makin panas. Pilihan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) kini semakin beragam, harganya kian ramah di kantong. Di kisaran Rp200 jutaan. Disitat dari laman resmi masing-masing pabrikan, sedikitnya ada delapan merek yang memasarkan produk dimaksud, mulai dari BYD, Changan, Geely, Jaecoo, Neta, Seres, […]

  • Jasa Marga Perbaiki Ruas Tol Cipularang dan Padaleunyi

    Jasa Marga Perbaiki Ruas Tol Cipularang dan Padaleunyi

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jasa Marga kembali melakukan perbaikan dan pemeliharaan jalan di sejumlah titik pada ruas Tol Cipularang dan Tol Padaleunyi selama sepekan ke depan. Pekerjaan berlangsung mulai Minggu (16/11) hingga Sabtu (22/11) sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan jalan tol. Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Agni Mayvinna, menjelaskan bahwa pekerjaan […]

  • Istana Benarkan Thomas Djiwandono Masuk Bursa Calon Deputi Gubernur BI

    Istana Benarkan Thomas Djiwandono Masuk Bursa Calon Deputi Gubernur BI

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Istana Kepresidenan membenarkan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Kepastian tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyusul adanya kekosongan jabatan di jajaran pimpinan bank sentral. Prasetyo menjelaskan, proses pencalonan dilakukan setelah salah satu Deputi Gubernur BI, Juda Agung, mengajukan surat pengunduran diri. Sesuai ketentuan […]

  • Tidak Kuat Tekanan, Rupiah Melemah ke Level Rp16.788 per Dolar AS

    Tidak Kuat Tekanan, Rupiah Melemah ke Level Rp16.788 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Jumat (27/2/2026). Dikutip dari Antara, rupiah turun 29 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.788 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.759 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh kombinasi faktor eksternal, terutama meningkatnya premi risiko global akibat ketegangan […]

expand_less