Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Ombudsman Temukan Maladministrasi, Piutang BLBI Masih Rp 211,98 Triliun

Ombudsman Temukan Maladministrasi, Piutang BLBI Masih Rp 211,98 Triliun

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Ombudsman Republik Indonesia (RI) menyoroti kinerja Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), menyusul masih besarnya piutang negara yang belum tertagih. Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun Anggaran 2024, piutang negara bukan pajak yang didominasi BLBI tercatat mencapai Rp 211,98 triliun.

Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika mengatakan, Ombudsman menemukan adanya maladministrasi dalam pengurusan Piutang Negara Dana BLBI oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan.

Temuan tersebut tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang telah disampaikan kepada Kementerian Keuangan.

“Dalam pemeriksaan Ombudsman, kami menemukan bahwa kewajiban hukum untuk menghitung dan menetapkan secara final sisa kewajiban piutang negara belum dilaksanakan secara cermat, transparan, dan akuntabel,” ujar Yeka dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).

Yeka menjelaskan, maladministrasi yang terjadi berupa pengabaian kewajiban hukum dalam menghitung serta menetapkan sisa kewajiban debitur BLBI, meskipun negara telah memperoleh manfaat ekonomi yang signifikan dari penguasaan dan penjualan aset debitur.

Menurut dia, belum adanya penetapan final dan komprehensif atas sisa kewajiban debitur menimbulkan ketidakpastian hukum yang berkepanjangan dan berpotensi merugikan hak keuangan negara.

Sorotan Ombudsman ini muncul di tengah stagnasi pemulihan piutang BLBI. Sepanjang 2024, perubahan saldo piutang tersebut tercatat hanya sekitar Rp 403,9 miliar, atau kurang dari 0,2 persen dari total outstanding piutang.

Ombudsman menilai ketimpangan antara besarnya beban piutang dan minimnya hasil penagihan mencerminkan adanya persoalan struktural dalam tata kelola pengurusan piutang BLBI.

Dalam pemeriksaan laporan masyarakat terkait PT Pacific International Finance (PT PIF), Ombudsman juga mencatat adanya itikad baik dari debitur. Hal itu tercermin dari penurunan material sisa kewajiban, baik dalam mata uang rupiah maupun dolar Amerika Serikat.

Namun demikian, penurunan tersebut belum diikuti dengan penetapan resmi sisa kewajiban oleh DJKN.

Sebagai tindak lanjut, Ombudsman RI memberikan sejumlah tindakan korektif. Pertama, meminta DJKN segera melelang aset debitur selaku penjamin pribadi PT PIF dengan mendasarkan pada nilai wajar yang ditetapkan melalui appraisal independen.

Kedua, Ombudsman meminta DJKN menghitung ulang serta menetapkan secara resmi sisa kewajiban debitur sebagai dasar pengurang Piutang Negara Dana BLBI.

Selain itu, Ombudsman juga meminta Menteri Keuangan menyusun dan menetapkan roadmap penyelesaian Piutang Negara Dana BLBI yang jelas dan terukur.

Roadmap tersebut setidaknya memuat tahapan kebijakan, mekanisme penghitungan dan penagihan piutang, serta skema penyelesaian bagi debitur yang beritikad baik guna memberikan kepastian hukum.

Ombudsman memberikan waktu 30 hari kerja kepada pihak terlapor untuk menindaklanjuti seluruh tindakan korektif tersebut.

Yeka menegaskan, pengelolaan piutang negara harus diarahkan pada pemulihan keuangan negara secara efektif dan berkeadilan, sekaligus menjamin kepastian hukum, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan publik.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Menguat Lagi, Kini Sudah Dilevel  Rp16.847 per Dolar AS

    Rupiah Menguat Lagi, Kini Sudah Dilevel Rp16.847 per Dolar AS

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (23/1/2026). Rupiah dibuka bergerak menguat 49 poin atau 0,29 persen menjadi Rp16.847 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.896 per dolar AS. Penguatan rupiah mendapat tanggapan dari Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra. Dikutip dari Antara, ia […]

  • Harga Emas Antam Stagnan, Masih Dibanderol Rp2.947.000 per Gram

    Harga Emas Antam Stagnan, Masih Dibanderol Rp2.947.000 per Gram

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam terpantau tak bergerak pada perdagangan hari ini, Kamis (12/2/2026). Harga emas Antam masih berada di level Rp2.947.000 per gram, sama dengan harga pada perdagangan hari sebelumnya. Begitu pula harga beli kembali (buyback) emas Antam turut tak bergerak di Rp2.741.000 per gram. Perlu diingat bahwa harga buyback ini merupakan nilai yang […]

  • Mata Uang Iran Rial Anjlok ke Titik Terendah, Krisis Ekonomi dan Protes Nasional Makin Membesar

    Mata Uang Iran Rial Anjlok ke Titik Terendah, Krisis Ekonomi dan Protes Nasional Makin Membesar

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Nilai tukar mata uang Iran, rial, kembali terpuruk ke titik terendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah tekanan krisis ekonomi berkepanjangan dan gelombang protes nasional. Pelemahan mata uang ini semakin memperberat kondisi ekonomi masyarakat Iran yang telah lama dibayangi inflasi tinggi, sanksi internasional, serta instabilitas politik. Mengutip laporan Yahoo Finance, Selasa (13/1/2026), […]

  • Harga Batu Bara Acuan Periode Kedua Oktober Naik

    Harga Batu Bara Acuan Periode Kedua Oktober Naik

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga batu bara acuan (HBA) periode kedua Oktober 2025 mengalami kenaikan. Tren kenaikan ini berlaku untuk semua kelompok HBA. Mengutip data terbaru yang dirilis Kementerian ESDM, Kamis (16/10), kenaikana tertinggi ada pada kategori batu bara dengan kandungan kalori 6.322 GAR. Untuk HBA kategori ini harga pada periode pertama Oktober 2025 106,94 dolar AS […]

  • Saham Emiten Terkait Haji Isam Kompak Menguat, JARR–PGUN Sentuh ARA Hari Ini

    Saham Emiten Terkait Haji Isam Kompak Menguat, JARR–PGUN Sentuh ARA Hari Ini

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga saham emiten yang terafiliasi dengan Haji Isam kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (9/12/2025). Beberapa saham bahkan tercatat menyentuh batas auto rejection atas (ARA) setelah sebelumnya juga menguat signifikan pada awal pekan. Pada sesi pertama perdagangan, saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) tercatat naik 13,35% ke level Rp4.160 per lembar. Meski […]

  • Jembatan Batanghari III Jadi Tantangan Terberat Pembangunan Tol Jambi–Rengat

    Jembatan Batanghari III Jadi Tantangan Terberat Pembangunan Tol Jambi–Rengat

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pembangunan jalan Tol Jambi–Rengat kini memasuki fase krusial yang ditandai dengan tantangan terbesar dalam konstruksinya: pembangunan Jembatan Batanghari III. Jembatan ini rencananya akan melintasi Sungai Batanghari di Muaro Jambi dengan panjang bentang mencapai 1,2 kilometer, dan diperkirakan menelan biaya konstruksi hingga Rp2 triliun. Direktur Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR, Dedy Gunawan, menyampaikan […]

expand_less