Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Bea Keluar Batu Bara Segera Berlaku 1 April 2026, Pemerintah Bidik Tambahan Rp19,3 Triliun untuk APBN

Bea Keluar Batu Bara Segera Berlaku 1 April 2026, Pemerintah Bidik Tambahan Rp19,3 Triliun untuk APBN

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah berencana menerapkan kebijakan bea keluar atas ekspor komoditas batu bara mulai 1 April 2026 guna mendongkrak penerimaan negara. Kebijakan ini diproyeksikan mampu menambah kas negara hingga Rp19,3 triliun, sekaligus menjadi bantalan fiskal di tengah tekanan kenaikan harga minyak global terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa implementasi kebijakan tersebut masih menunggu finalisasi dalam rapat koordinasi lintas kementerian. Meski demikian, sinyal persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto telah dikantongi.

“Harusnya kalau besok jadi, ya 1 April [2026 penerapannya]. Namun masih akan dirapatkan kembali,” ujar Purbaya di Jakarta.

Dari sisi fiskal, Kepala Riset Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menilai kebijakan ini berpotensi signifikan dalam meningkatkan penerimaan negara, terutama di tengah ancaman pelebaran defisit akibat lonjakan harga energi.

Menurutnya, dengan asumsi harga batu bara global meningkat 23,81% secara tahunan dan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.900 per dolar AS, penerapan tarif bea keluar sebesar 5% dapat menghasilkan tambahan penerimaan hingga Rp19,3 triliun.

“Tambahan ini memang tidak besar dibandingkan total target pendapatan negara dalam APBN 2026, tetapi cukup krusial untuk mengejar target penerimaan bea keluar,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan penerimaan bea keluar tahun ini mencapai Rp42,56 triliun atau meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Kebijakan ini juga dipandang sebagai instrumen untuk menangkap windfall profit sektor batu bara di tengah tren harga komoditas yang menguat.

Selain itu, pendekatan bea keluar dinilai lebih efektif dibandingkan pajak langsung seperti Pajak Penghasilan (PPh), terutama untuk menekan praktik penghindaran pajak di sektor pertambangan. Melalui skema ini, pungutan tetap berlaku selama aktivitas ekspor dilakukan, tanpa bergantung pada laporan laba perusahaan.

Di sisi lain, pemerintah menyadari bahwa kebijakan tersebut berpotensi mendapat resistensi dari pelaku usaha batu bara. Namun demikian, otoritas fiskal menilai momentum kenaikan harga komoditas saat ini menjadi peluang strategis untuk mengoptimalkan penerimaan negara.

Kebijakan ini juga akan berdampak pada penyesuaian rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) perusahaan tambang, dengan evaluasi lebih lanjut dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sebagai catatan, realisasi defisit APBN hingga Februari 2026 tercatat sebesar Rp135,7 triliun atau setara 0,53% terhadap produk domestik bruto (PDB). Pemerintah menargetkan defisit APBN sepanjang tahun ini berada di level 2,68% terhadap PDB.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buffett Kurangi Kepemilikan Saham Apple dan Bank of America

    Buffett Kurangi Kepemilikan Saham Apple dan Bank of America

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Investor legendaris Warren Buffett kembali melakukan langkah besar melalui perusahaan investasinya, Berkshire Hathaway. Pada kuartal ketiga 2025, Berkshire memangkas kepemilikan saham Apple secara signifikan, sekaligus melepas sebagian saham Bank of America. Dalam laporan kepada US Securities and Exchange Commission (SEC), Berkshire Hathaway mengungkapkan bahwa kepemilikan saham Apple turun menjadi 238,2 juta saham dari […]

  • Polisi Jepang Kembangkan Sistem AI Buat Sketsa Wajah Tersangka

    Polisi Jepang Kembangkan Sistem AI Buat Sketsa Wajah Tersangka

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Polisi Jepang bersama sebuah universitas di Prefektur Aichi bersama perusahaan teknologi dan layanan IT NTT Data Group Corp. telah mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) untuk membuat gambar sketsa wajah tersangka. Kyodo melaporkan pada Rabu (31/12/2025), sistem tersebut bertujuan menghemat waktu dan memungkinkan siapa pun, termasuk mereka yang tidak memiliki kemampuan […]

  • Pemerintah Matangkan 9 Langkah Menuju Penerapan Zero ODOL 2027

    Pemerintah Matangkan 9 Langkah Menuju Penerapan Zero ODOL 2027

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan kebijakan zero over dimension over load (ODOL) atau bebas truk obesitas akan mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2027. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, tidak akan ada lagi penundaan dalam pelaksanaannya. “Kita berkomitmen agar mulai 1 Januari 2027, kebijakan zero ODOL benar-benar diterapkan […]

  • Harga Cabai Merah di Pasar Talang Banjar Lebih Murah di Bandingkan Angso Duo

    Harga Cabai Merah di Pasar Talang Banjar Lebih Murah di Bandingkan Angso Duo

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga bahan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, pada 19 Mei 2026 bergerak relatif datar. Hampir seluruh komoditas tercatat stabil, kecuali cabai merah yang mengalami koreksi tipis. Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi menunjukkan harga cabai merah besar dan cabai merah kecil turun 5,26 persen menjadi Rp 36.000 per kilogram. […]

  • Harga Sembako di Pasar Rakyat Kasang Jambi Stabil, Cabai Rawit Merah Turun

    Harga Sembako di Pasar Rakyat Kasang Jambi Stabil, Cabai Rawit Merah Turun

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNSI.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Kasang, Kota Jambi, terpantau stabil pada Rabu, 3 Desember 2025. Hampir seluruh komoditas tidak mengalami perubahan harga, berdasarkan data resmi dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi. Satu-satunya komoditas yang mengalami perubahan adalah cabai rawit merah, yang tercatat turun 29,17% menjadi Rp85.000 per kilogram. Untuk komoditas lain, […]

  • Karhutla Sungai Gelam Belum Padam, Aktivitas Ekonomi dan UMKM Warga Mulai Terancam

    Karhutla Sungai Gelam Belum Padam, Aktivitas Ekonomi dan UMKM Warga Mulai Terancam

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, tidak hanya mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat. Jika terus meluas, kebakaran juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi warga, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karhutla yang terjadi sejak Sabtu (8/8/2026) hingga Minggu (9/8/2026) masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Tim […]

expand_less