Jumat, 26 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Bea Keluar Batu Bara Segera Berlaku 1 April 2026, Pemerintah Bidik Tambahan Rp19,3 Triliun untuk APBN

Bea Keluar Batu Bara Segera Berlaku 1 April 2026, Pemerintah Bidik Tambahan Rp19,3 Triliun untuk APBN

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah berencana menerapkan kebijakan bea keluar atas ekspor komoditas batu bara mulai 1 April 2026 guna mendongkrak penerimaan negara. Kebijakan ini diproyeksikan mampu menambah kas negara hingga Rp19,3 triliun, sekaligus menjadi bantalan fiskal di tengah tekanan kenaikan harga minyak global terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa implementasi kebijakan tersebut masih menunggu finalisasi dalam rapat koordinasi lintas kementerian. Meski demikian, sinyal persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto telah dikantongi.

“Harusnya kalau besok jadi, ya 1 April [2026 penerapannya]. Namun masih akan dirapatkan kembali,” ujar Purbaya di Jakarta.

Dari sisi fiskal, Kepala Riset Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menilai kebijakan ini berpotensi signifikan dalam meningkatkan penerimaan negara, terutama di tengah ancaman pelebaran defisit akibat lonjakan harga energi.

Menurutnya, dengan asumsi harga batu bara global meningkat 23,81% secara tahunan dan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.900 per dolar AS, penerapan tarif bea keluar sebesar 5% dapat menghasilkan tambahan penerimaan hingga Rp19,3 triliun.

“Tambahan ini memang tidak besar dibandingkan total target pendapatan negara dalam APBN 2026, tetapi cukup krusial untuk mengejar target penerimaan bea keluar,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan penerimaan bea keluar tahun ini mencapai Rp42,56 triliun atau meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Kebijakan ini juga dipandang sebagai instrumen untuk menangkap windfall profit sektor batu bara di tengah tren harga komoditas yang menguat.

Selain itu, pendekatan bea keluar dinilai lebih efektif dibandingkan pajak langsung seperti Pajak Penghasilan (PPh), terutama untuk menekan praktik penghindaran pajak di sektor pertambangan. Melalui skema ini, pungutan tetap berlaku selama aktivitas ekspor dilakukan, tanpa bergantung pada laporan laba perusahaan.

Di sisi lain, pemerintah menyadari bahwa kebijakan tersebut berpotensi mendapat resistensi dari pelaku usaha batu bara. Namun demikian, otoritas fiskal menilai momentum kenaikan harga komoditas saat ini menjadi peluang strategis untuk mengoptimalkan penerimaan negara.

Kebijakan ini juga akan berdampak pada penyesuaian rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) perusahaan tambang, dengan evaluasi lebih lanjut dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sebagai catatan, realisasi defisit APBN hingga Februari 2026 tercatat sebesar Rp135,7 triliun atau setara 0,53% terhadap produk domestik bruto (PDB). Pemerintah menargetkan defisit APBN sepanjang tahun ini berada di level 2,68% terhadap PDB.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Kantor Terra Drone Tewaskan Ibu Hamil yang Akan Melahirkan 

    Kebakaran Kantor Terra Drone Tewaskan Ibu Hamil yang Akan Melahirkan 

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kebakaran di kantor PT Terra Drone Indonesia, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025), menelan sedikitnya 22 korban jiwa. Salah satu korban yang meninggal adalah Novia Nurwana (28), seorang ibu hamil yang rencananya akan melahirkan bulan depan. Identitas Novia dipastikan Tim Disaster Victim Identification (DVI) melalui pemeriksaan sidik jari, data gigi, catatan medis, dan properti […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi Stabil, Cabai dan Bawang Alami Pergerakan Harga

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi Stabil, Cabai dan Bawang Alami Pergerakan Harga

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok atau sembako di Pasar Angso Duo Kota Jambi terpantau stabil berdasarkan laporan terbaru Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi. Mayoritas komoditas berada pada harga yang sama seperti hari sebelumnya, meski beberapa jenis cabai dan bawang menunjukkan pergerakan harga. Data pemantauan menunjukkan sebagian besar komoditas inti seperti beras, gula, minyak goreng, […]

  • Lawan Dolar AS, Rupiah Melempem ke Rp16.716 Pagi Ini

    Lawan Dolar AS, Rupiah Melempem ke Rp16.716 Pagi Ini

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah melempem pagi ini. Rupiah dibuka melemah sebesar 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp16.716 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.694 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,09% ke 99,53. Pada pembukaan Rabu (12/11/2025) ini mata uang negara Asia lainnya dibuka bervariasi. Yen Jepang dibuka melemah […]

  • BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 4,75% pada Oktober 2025

    BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 4,75% pada Oktober 2025

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 21-22 Oktober 2025. Bukan hanya suku bunga acuan atau BI rate, suku bunga deposit facility juga dipertahankan di level 3,75%, dan suku bunga lending facility dipertahankan dilevel 5,50%. Gubernur BI, Perry […]

  • Tips Mengatasi Kantuk Saat Nyetir Mudik Lebaran

    Tips Mengatasi Kantuk Saat Nyetir Mudik Lebaran

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rasa kantuk saat mengemudi jarak jauh, terutama saat perjalanan mudik Lebaran, menjadi salah satu faktor utama yang dapat memicu kecelakaan di jalan. Kondisi ini dapat menyebabkan pengemudi kehilangan konsentrasi hingga mengalami Microsleep, yaitu tertidur dalam waktu sangat singkat tanpa disadari. Pengamat keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, menjelaskan […]

  • Kereta Cepat Jakarta Bandung

    Soal Utang Kereta Cepat, Menkeu: Untungnya ke Dia, Susahnya ke Kita

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Polemik utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh terus mengemuka. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menegaskan bahwa utang tersebut tak bakal ditanggung APBN. Diberitakan Tempo.co, menurut Purbaya Danantara, sebagai lembaga pengelola perusahaan-perusahaan BUMN, sudah mengambil lebih dari Rp 80 triliun dividen BUMN. Seharusnya, kata Menkeu, Danantara menyelesaikan permasalahan dari dividen tersebut. Menurut […]

expand_less