Pemerintah Arahkan Transformasi Ekonomi Menuju Pertumbuhan Produktif pada 2026
- account_circle say say
- calendar_month Sel, 21 Apr 2026
- comment 0 komentar

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
JAMBISNIS.COM – Pemerintah mengarahkan transformasi ekonomi nasional menuju pertumbuhan yang lebih produktif, bernilai tambah, dan berkelanjutan pada 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, arah baru pembangunan tersebut tidak hanya berfokus pada stabilitas, tetapi juga pada peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi.
Hal itu disampaikan dalam rangkaian IMF-World Bank Spring Meeting 2026 di Washington DC, Amerika Serikat. Menurut Purbaya, transformasi ekonomi didorong melalui tiga pilar utama, yakni investasi, industrialisasi, serta peningkatan produktivitas sumber daya manusia.
Pemerintah, kata dia, terus mendorong hilirisasi industri dan penguatan sektor manufaktur guna meningkatkan nilai tambah dalam negeri.
“Ke depan, pertumbuhan ekonomi tidak hanya stabil, tetapi juga lebih produktif dan berkelanjutan,” ujar Purbaya.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,4 persen hingga 6 persen pada 2026. Target tersebut dinilai realistis dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi domestik yang relatif terjaga.
Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,11 persen. Sementara itu, neraca perdagangan pada Februari 2026 mencatat surplus sebesar 1,27 miliar dollar AS, melanjutkan tren surplus dalam beberapa tahun terakhir.
Kinerja tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat dan inflasi yang terkendali. Selain itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih berperan sebagai penyangga untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.
Pemerintah juga mewaspadai sejumlah risiko eksternal, termasuk ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi dunia. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah menyiapkan kebijakan fiskal yang adaptif serta menjaga stabilitas harga energi, khususnya bahan bakar bersubsidi.
Di sisi lain, sinergi kebijakan fiskal dan moneter terus diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi makro. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya terjaga, tetapi juga semakin inklusif dan berdaya saing.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar