Jumat, 7 Agu 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pemerintah Arahkan Transformasi Ekonomi Menuju Pertumbuhan Produktif pada 2026

Pemerintah Arahkan Transformasi Ekonomi Menuju Pertumbuhan Produktif pada 2026

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah mengarahkan transformasi ekonomi nasional menuju pertumbuhan yang lebih produktif, bernilai tambah, dan berkelanjutan pada 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, arah baru pembangunan tersebut tidak hanya berfokus pada stabilitas, tetapi juga pada peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi.

Hal itu disampaikan dalam rangkaian IMF-World Bank Spring Meeting 2026 di Washington DC, Amerika Serikat. Menurut Purbaya, transformasi ekonomi didorong melalui tiga pilar utama, yakni investasi, industrialisasi, serta peningkatan produktivitas sumber daya manusia.

Pemerintah, kata dia, terus mendorong hilirisasi industri dan penguatan sektor manufaktur guna meningkatkan nilai tambah dalam negeri.

“Ke depan, pertumbuhan ekonomi tidak hanya stabil, tetapi juga lebih produktif dan berkelanjutan,” ujar Purbaya.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,4 persen hingga 6 persen pada 2026. Target tersebut dinilai realistis dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi domestik yang relatif terjaga.

Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,11 persen. Sementara itu, neraca perdagangan pada Februari 2026 mencatat surplus sebesar 1,27 miliar dollar AS, melanjutkan tren surplus dalam beberapa tahun terakhir.

Kinerja tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat dan inflasi yang terkendali. Selain itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih berperan sebagai penyangga untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.

Pemerintah juga mewaspadai sejumlah risiko eksternal, termasuk ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi dunia. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah menyiapkan kebijakan fiskal yang adaptif serta menjaga stabilitas harga energi, khususnya bahan bakar bersubsidi.

Di sisi lain, sinergi kebijakan fiskal dan moneter terus diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi makro. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya terjaga, tetapi juga semakin inklusif dan berdaya saing.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mentan Awasi Ketat Harga Daging Sapi di Feedloter, Harga Masih di Bawah HAP

    Mentan Awasi Ketat Harga Daging Sapi di Feedloter, Harga Masih di Bawah HAP

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah terus melakukan pengawasan ketat terhadap harga daging sapi di feedloter. Langkah ini dilakukan menyusul aksi mogok para pedagang daging sapi se-Jabodetabek akibat tingginya harga timbang sapi hidup. Menurut Amran, berdasarkan laporan feedloter yang hadir dalam rapat koordinasi harga pangan di […]

  • Bulog Sumut Genjot Penyaluran Beras SPHP untuk Jaga Pasokan hingga Akhir 2025

    Bulog Sumut Genjot Penyaluran Beras SPHP untuk Jaga Pasokan hingga Akhir 2025

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mempercepat penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai mitra guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan hingga akhir Desember 2025. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap menurunnya hasil panen gabah di wilayah tersebut. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan bahwa […]

  • Neraca Perdagangan Jambi Mei 2026 Surplus US3,63 Juta Meski Ekspor Turun

    Neraca Perdagangan Jambi Mei 2026 Surplus US$183,63 Juta Meski Ekspor Turun

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penurunan ekspor belum menggoyahkan posisi neraca perdagangan Provinsi Jambi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Jambi masih membukukan surplus perdagangan sebesar US$183,63 juta sepanjang Mei 2026. Surplus tersebut terbentuk karena nilai ekspor mencapai US$194,72 juta, sedangkan impor hanya sebesar US$11,09 juta. Meski demikian, baik ekspor maupun impor sama-sama mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya. Nilai […]

  • Surplus Neraca Dagang Indonesia Januari 2026 Turun Jadi US0 Juta, Ekspor Naik 3,39%

    Surplus Neraca Dagang Indonesia Januari 2026 Turun Jadi US$950 Juta, Ekspor Naik 3,39%

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 sebesar US$950 juta. Angka ini lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang mencatat surplus US$2,51 miliar. Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan surplus tersebut memperpanjang tren positif neraca perdagangan Indonesia yang telah berlangsung selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Hari Ini Stabil

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Hari Ini Stabil

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sembako di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, pada Selasa, 27 Januari 2026, terpantau relatif stabil. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, hanya beberapa komoditas yang mengalami perubahan harga, terutama pada kelompok cabai. Kenaikan harga tercatat pada cabai merah besar yang naik 8,33 persen menjadi Rp24.000 per kilogram. Sementara itu, cabai […]

  • Anak Penderita Epilepsi Rentan Alami Depresi dan Cemas, Kenali Gejalanya Sejak Dini

    Anak Penderita Epilepsi Rentan Alami Depresi dan Cemas, Kenali Gejalanya Sejak Dini

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Epilepsi pada anak tidak hanya berkaitan dengan kejang, tetapi juga bisa berdampak pada kondisi psikologis. Gangguan seperti depresi dan kecemasan kerap muncul dan perlu dikenali sejak dini oleh orangtua, guru, maupun tenaga medis. Sejumlah penelitian menunjukkan, anak dengan epilepsi memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan mental. Bahkan, dalam studi di Denmark, penyandang epilepsi […]

expand_less