Sabtu, 7 Nov 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » BI dan Kemenkeu Lanjutkan Debt Switching Rp173,4 Triliun untuk Jaga Nafas APBN 2026

BI dan Kemenkeu Lanjutkan Debt Switching Rp173,4 Triliun untuk Jaga Nafas APBN 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) sepakat melanjutkan skema debt switching guna membantu pembiayaan APBN 2026. Nilai pertukaran surat utang yang direncanakan mencapai Rp173,4 triliun.

Kebijakan ini diambil di tengah ruang fiskal yang semakin sempit serta tantangan pembiayaan anggaran tahun depan. Skema debt switching dilakukan dengan menukar surat utang negara (SBN) yang jatuh tempo dalam waktu dekat menjadi SBN baru dengan tenor lebih panjang.

Skema Debt Switching 2026

Berdasarkan kesepakatan antara BI dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pembelian SBN akan dilakukan di pasar sekunder, termasuk melalui mekanisme pertukaran bilateral (bilateral debt switch).

Nilai Rp173,4 triliun tersebut disesuaikan dengan total SBN yang jatuh tempo pada 2026. Pelaksanaannya dilakukan bertahap dan menggunakan harga pasar agar tetap menjaga disiplin dan integritas pasar.

Sebelumnya, pada 2025, BI tercatat melakukan debt switching hingga Rp246,6 triliun atau sekitar 74,25% dari total pembelian SBN sebesar Rp332,1 triliun.

Ruang Fiskal Kian Terbatas

Langkah ini ditempuh di tengah tekanan fiskal. Defisit APBN 2025 tercatat Rp695,1 triliun dengan keseimbangan primer masih negatif Rp180,7 triliun. Selain itu, minat investor terhadap lelang Surat Utang Negara (SUN) juga terpantau menurun pada awal 2026.

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan pentingnya koordinasi fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Hingga 18 Februari 2026, BI telah membeli SBN sebesar Rp39,92 triliun, termasuk Rp20,23 triliun dari pasar sekunder.

BI juga melanjutkan stimulus likuiditas melalui penurunan posisi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta pemberian insentif likuiditas makroprudensial (KLM) ke perbankan.

Risiko Fiscal Dominance

Meski dinilai rasional, kebijakan ini tetap mengandung risiko. Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk., Josua Pardede, menilai debt switching memang membantu meratakan profil jatuh tempo utang dan mengurangi tekanan kas jangka pendek.

Namun, ia mengingatkan bahwa skema tersebut tidak menghapus utang, melainkan hanya menggeser jadwal pembayaran. Jika terlalu agresif, pasar bisa membaca langkah ini sebagai tanda ketergantungan pembiayaan pada bank sentral (fiscal dominance), yang berpotensi mendorong kenaikan premi risiko dan imbal hasil SBN. Saat ini, yield acuan 10 tahun berada di kisaran 6,37%, menunjukkan sensitivitas pasar masih cukup tinggi terhadap kebijakan fiskal dan moneter.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Perak Melonjak Tajam Hari Ini

    Harga Perak Melonjak Tajam Hari Ini

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produk Antam kembali melonjak hari ini, Senin (23/2/2026). Berdasarkan data laman Logam Mulia, harga perak Antam menguat sebesar Rp 1.100 ke level Rp54.250 per gram. Kenaikan harga perak ini mengikuti tren bullish logam mulia di pasar global. Bagi investor yang mencari aset safe haven dengan harga lebih terjangkau dibanding emas, perak […]

  • Kerinci Hanya Terima Rp12 Miliar Investasi, Tapi Ekonominya Tetap Tumbuh 4,32 Persen

    Kerinci Hanya Terima Rp12 Miliar Investasi, Tapi Ekonominya Tetap Tumbuh 4,32 Persen

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabupaten Kerinci mencatat realisasi investasi sekitar Rp12 miliar hingga Triwulan II 2026, menjadi yang terendah dalam rekap investasi kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Meski demikian, ekonomi Kerinci tetap tumbuh 4,32 persen secara tahunan (yoy) pada Triwulan I 2026. Pada periode yang sama, Kerinci menyumbang 4,51 persen terhadap distribusi PDRB Provinsi Jambi. Angka ini menunjukkan […]

  • Harga Perak Sudah Tembus Rp58.400 per Gram

    Harga Perak Sudah Tembus Rp58.400 per Gram

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melanjutkan kenaikan. Pada perdagangan hari ini harga perak Antam melesat hingga mencapai level tertinggi baru atau All Time High (ATH). Dikutip dari laman Logam Mulia, Selasa (20/1/2026), harga perak Antam melesat Rp500. Kenaikan ini mendorong harga perak pada posisi Rp58.400 per gram. Sebelumnya, harga perak […]

  • 10 Kue Lebaran Favorit di Indonesia

    10 Kue Lebaran Favorit di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hari Raya Idul Fitri tidak lengkap tanpa kue Lebaran. Sajian kue kering ini bukan hanya camilan keluarga, tapi juga bingkisan untuk kerabat dan tamu yang datang ke rumah. Setiap jenis kue memiliki tekstur dan rasa khas, dari manis, gurih, hingga perpaduan keduanya, yang membuat momen mudik dan berkumpul keluarga lebih hangat. 10 kue […]

  • Padi Jambi Menguat, Luas Panen 2025 Naik 30 Persen

    Padi Jambi Menguat, Luas Panen 2025 Naik 30 Persen

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Luas panen padi di Provinsi Jambi meningkat signifikan sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat luas panen mencapai 80,37 ribu hektare, naik 18,75 ribu hektare atau 30,42 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 61,63 ribu hektare. Pertumbuhan areal panen itu berjalan beriringan dengan kenaikan produksi. Sepanjang 2025, produksi padi Jambi mencapai 367,79 ribu ton […]

  • Dari Kerinci hingga Tanjung Jabung Timur, Karakter Konsumen Jambi Tidak Bisa Disamakan

    Dari Kerinci hingga Tanjung Jabung Timur, Karakter Konsumen Jambi Tidak Bisa Disamakan

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Satu provinsi tidak otomatis berarti satu karakter pasar. Jambi memiliki wilayah dengan struktur ekonomi, kondisi geografis dan pola konsumsi yang berbeda, sehingga pendekatan lokasi bisnis perlu mempertimbangkan karakter masing-masing daerah. Kerinci, misalnya, memiliki karakter ekonomi yang berkaitan erat dengan pertanian serta aktivitas pariwisata dan konsumsi masyarakat lokal maupun pengunjung. Sementara wilayah pesisir seperti […]

expand_less