Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » IHSG Rebound ke Atas 8.100, Investor Diminta Cermat Hadapi Potensi Konsolidasi

IHSG Rebound ke Atas 8.100, Investor Diminta Cermat Hadapi Potensi Konsolidasi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat tertekan tajam pada akhir Januari 2026. Pada penutupan perdagangan Selasa (10/2/2026), IHSG menguat 1,24 persen ke level 8.131,74, melanjutkan penguatan sehari sebelumnya.

Penguatan dua hari beruntun tersebut menandai fase technical rebound, meski pasar dinilai belum sepenuhnya keluar dari tekanan. Secara keseluruhan, pergerakan indeks didukung oleh mayoritas saham yang ditutup menguat, dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp20 triliun dan kapitalisasi pasar kembali meningkat.

Aktivitas perdagangan didominasi oleh saham-saham berkapitalisasi besar dan emiten konglomerasi. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tercatat sebagai saham dengan nilai transaksi terbesar, disusul oleh saham perbankan besar seperti BBCA, BMRI, dan BBRI.

Dari sisi sektoral, seluruh sektor perdagangan berada di zona hijau. Sektor properti, konsumer non-primer, dan industri mencatatkan penguatan tertinggi, sementara sektor kesehatan dan infrastruktur mengalami kenaikan yang relatif terbatas.

Kontribusi terbesar terhadap penguatan indeks datang dari saham PT Astra International Tbk (ASII) yang melonjak lebih dari 3 persen. Selain itu, saham perbankan dan emiten tambang juga menjadi penopang utama pergerakan IHSG.

Meski demikian, secara teknikal, IHSG masih berpotensi menghadapi tantangan di area resistensi sekitar level 8.200. Apabila level ini berhasil ditembus, peluang penguatan lanjutan menuju area 8.700 terbuka untuk menutup celah penurunan sebelumnya. Sebaliknya, jika gagal menembus resistensi, IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif dengan level support di kisaran 7.846.

Analis menilai minat beli investor masih cenderung terbatas, tercermin dari nilai transaksi harian yang belum kembali ke level normal pasca koreksi akibat penyesuaian indeks global. Arus dana asing pun masih relatif tertahan karena belum adanya rebalancing dari indeks-indeks utama.

Dalam jangka pendek hingga pertengahan 2026, pasar saham Indonesia diperkirakan bergerak dalam fase konsolidasi. Namun, kondisi ini dinilai dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan penyesuaian portofolio, baik melalui rebalancing, average down pada saham fundamental kuat, maupun pengamanan modal pada saham yang berisiko tinggi.

Investor yang memiliki likuiditas dinilai mulai dapat mencermati saham-saham dengan kinerja fundamental solid, valuasi menarik, serta prospek bisnis yang jelas dan berkelanjutan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • 35 Ribu Armada Disiapkan Layani Mobilitas Masyarakat Selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

    35 Ribu Armada Disiapkan Layani Mobilitas Masyarakat Selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memastikan seluruh moda transportasi siap melayani mobilitas masyarakat selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Total sebanyak 35.497 armada dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada puncak arus mudik dan arus balik. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan kesiapan tersebut telah melalui serangkaian pengecekan di berbagai sektor. Pemerintah […]

  • Rupiah Dibuka Menguat Rp16.573 per Dolar AS

    Rupiah Dibuka Menguat Rp16.573 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Kamis (16/10/2025) pagi. Rupiah menguat sebesar 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.573 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.576 per dolar AS. Mayoritas mata uang di kawasan Asia juga menguat terhadap dolar AS pagi ini. Baht Thailand mencatat penguatan terbesar yakni 0,38%, disusul won […]

  • Tak Lekang Zaman! Kelezatan Kue Tradisional Jambi Ini Terus Diburu

    Tak Lekang Zaman! Kelezatan Kue Tradisional Jambi Ini Terus Diburu

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Provinsi Jambi tidak hanya dikenal dengan kekayaan budaya dan kuliner khasnya, tetapi juga memiliki beragam kue tradisional yang hingga kini masih menjadi favorit masyarakat. Di tengah gempuran makanan modern, sejumlah kue warisan leluhur tetap eksis karena cita rasanya yang khas dan memiliki nilai budaya yang kuat. Salah satu yang paling populer adalah Kue […]

  • Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Nasional Aman hingga Akhir 2026

    Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Nasional Aman hingga Akhir 2026

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional berada dalam kondisi aman hingga akhir 2026. Kepastian tersebut terlihat dari meningkatnya stok beras pemerintah serta pasokan minyak goreng yang tetap terjaga di pasar.Berdasarkan data Perum BULOG, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) per 9 Maret 2026 telah mencapai sekitar 3,74 juta ton. Jumlah tersebut diproyeksikan masih akan terus […]

  • Harga Perak Antam Merosot Tajam, Segini Harga Terbarunya

    Harga Perak Antam Merosot Tajam, Segini Harga Terbarunya

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam masih belum membaik juga. Hari ini harganya rontok parah. Berdasarkan data dari laman Logam Mulia, Kamis (12/3/2026), harga perak Antam turun hingga Rp2.100 ke level Rp53.300 per gram. Selain perak per gram, Antam juga menawarkan perak dalam bentuk batangan yang dapat menjadi alternatif investasi menarik. Perak batangan Antam diproduksi […]

  • Rupiah Tikung Dolar AS, Melesat Rp16.762

    Rupiah Tikung Dolar AS, Melesat Rp16.762

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah dibuka menguat pada perdagangan Selasa (3/2/2026). Rupiah menguat 36 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.762 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.798 per dolar AS. Penguatan ini seiring melemahnya indeks dolar di tengah sentimen global yang mereda. Saat ini indeks dolar mengalami depresiasi sebesar 0,18% menuju posisi 97,45. Mayoritas mata uang di kawasan […]

expand_less