Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » IHSG Rebound ke Atas 8.100, Investor Diminta Cermat Hadapi Potensi Konsolidasi

IHSG Rebound ke Atas 8.100, Investor Diminta Cermat Hadapi Potensi Konsolidasi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat tertekan tajam pada akhir Januari 2026. Pada penutupan perdagangan Selasa (10/2/2026), IHSG menguat 1,24 persen ke level 8.131,74, melanjutkan penguatan sehari sebelumnya.

Penguatan dua hari beruntun tersebut menandai fase technical rebound, meski pasar dinilai belum sepenuhnya keluar dari tekanan. Secara keseluruhan, pergerakan indeks didukung oleh mayoritas saham yang ditutup menguat, dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp20 triliun dan kapitalisasi pasar kembali meningkat.

Aktivitas perdagangan didominasi oleh saham-saham berkapitalisasi besar dan emiten konglomerasi. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tercatat sebagai saham dengan nilai transaksi terbesar, disusul oleh saham perbankan besar seperti BBCA, BMRI, dan BBRI.

Dari sisi sektoral, seluruh sektor perdagangan berada di zona hijau. Sektor properti, konsumer non-primer, dan industri mencatatkan penguatan tertinggi, sementara sektor kesehatan dan infrastruktur mengalami kenaikan yang relatif terbatas.

Kontribusi terbesar terhadap penguatan indeks datang dari saham PT Astra International Tbk (ASII) yang melonjak lebih dari 3 persen. Selain itu, saham perbankan dan emiten tambang juga menjadi penopang utama pergerakan IHSG.

Meski demikian, secara teknikal, IHSG masih berpotensi menghadapi tantangan di area resistensi sekitar level 8.200. Apabila level ini berhasil ditembus, peluang penguatan lanjutan menuju area 8.700 terbuka untuk menutup celah penurunan sebelumnya. Sebaliknya, jika gagal menembus resistensi, IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif dengan level support di kisaran 7.846.

Analis menilai minat beli investor masih cenderung terbatas, tercermin dari nilai transaksi harian yang belum kembali ke level normal pasca koreksi akibat penyesuaian indeks global. Arus dana asing pun masih relatif tertahan karena belum adanya rebalancing dari indeks-indeks utama.

Dalam jangka pendek hingga pertengahan 2026, pasar saham Indonesia diperkirakan bergerak dalam fase konsolidasi. Namun, kondisi ini dinilai dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan penyesuaian portofolio, baik melalui rebalancing, average down pada saham fundamental kuat, maupun pengamanan modal pada saham yang berisiko tinggi.

Investor yang memiliki likuiditas dinilai mulai dapat mencermati saham-saham dengan kinerja fundamental solid, valuasi menarik, serta prospek bisnis yang jelas dan berkelanjutan.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Kelapa Meroket, Zulhas: Berkebun Kelapa Kini Lebih Untung dari Sawit

    Harga Kelapa Meroket, Zulhas: Berkebun Kelapa Kini Lebih Untung dari Sawit

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan bahwa menanam kelapa saat ini lebih  menguntungkan dibandingkan kelapa sawit. Pernyataan ini muncul seiring lonjakan permintaan kelapa dari China yang memicu kenaikan harga komoditas tersebut di tingkat petani. Zulhas mengungkapkan harga kelapa di tingkat petani melonjak dari Rp2.000 menjadi Rp12.000 per butir. Kenaikan signifikan ini […]

  • Pemerintah Setujui KUR Berbasis Kekayaan Intelektual Senilai Rp 10 Triliun

    Pemerintah Setujui KUR Berbasis Kekayaan Intelektual Senilai Rp 10 Triliun

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah resmi menyetujui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis kekayaan intelektual (KI) dengan nilai total mencapai Rp 10 triliun. Skema pembiayaan ini disahkan setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar Rapat Koordinasi Komite Nasional pada Senin (17/11/2025). Dengan kebijakan ini, Indonesia menjadi negara ke-15 di dunia yang menyediakan […]

  • Meroket! Harga Emas Antam Dibanderol Rp3.027.000 per Gram, Buybacknya Segini

    Meroket! Harga Emas Antam Dibanderol Rp3.027.000 per Gram, Buybacknya Segini

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam kembali menggila. Harga terbaru hari ini emas Antam sudah dibanderol Rp3.027.000 per gram. Dikutip dari laman Logam Mulia, Senin (2/2/2026), harga emas Antam meroket Rp167.000 dari semula Rp2.860.000 menjadi Rp3.027.000 per gram. ‎ Meski demikian, harga yang naik tak berlaku pada penjualan kembali (buyback), yang ternyata tercatat turun sebesar Rp21.000 […]

  • BPJS PBI Dicabut, Ratusan Pasien Cuci Darah Terancam

    BPJS PBI Dicabut, Ratusan Pasien Cuci Darah Terancam

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pencabutan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) membuat ratusan pasien cuci darah di berbagai daerah Indonesia terpaksa kehilangan akses pengobatan vital. Kondisi ini menimbulkan risiko serius bagi pasien penderita gagal ginjal kronis dan penyakit katastropik lainnya. Salah satu korban, Sartini, perempuan asal Banyumas, Jawa Tengah, telah menjalani cuci darah sejak April 2025. […]

  • Ladang Minyak Abu Dhabi Diserang Drone

    Ladang Minyak Abu Dhabi Diserang Drone

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ladang minyak utama di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, dilaporkan diserang drone pada Senin (16/3), memicu kebakaran dan penghentian sementara operasional fasilitas energi tersebut. Serangan terjadi di ladang minyak Shah yang memiliki kapasitas produksi sekitar 70.000 barel per hari. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut. Pemerintah Uni Emirat […]

  • Patok Serapan Anggaran 96 Persen Tahun 2025, Kementerian PKP: Sudah 75,5 Persen

    Patok Serapan Anggaran 96 Persen Tahun 2025, Kementerian PKP: Sudah 75,5 Persen

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mematok serapan pagu anggaran tahun anggaran (TA) 2025 mencapai 96 persen. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PKP Didyk Choiroel mencatat realisasi serapan anggaran kementerian telah mencapai Rp 3,98 triliun atau 75,5 persen dari total pagu TA 2025 sebesar Rp 5,27 triliun per 13 November 2025. “Kita sudah 75,5 […]

expand_less