Perum Bulog Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Dukung Arahan Presiden Prabowo
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sen, 27 Okt 2025
- comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan serapan gabah, pembangunan infrastruktur logistik modern, serta kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
“Sebagai BUMN pangan yang mendapat mandat langsung dari pemerintah, Perum Bulog memiliki peran utama dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan nasional,” kata Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Jakarta, Senin (27/10).
Rizal menjelaskan bahwa Bulog menjalankan sejumlah program strategis yang meliputi:
- Pengadaan dan pengelolaan cadangan pangan pokok, terutama beras dan jagung pakan.
- Intervensi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga stabilitas harga bagi produsen dan konsumen.
- Penyaluran bantuan pangan beras sebagai bagian dari jaring pengaman sosial sekaligus stimulus ekonomi nasional.
Selain itu, Bulog terus melakukan modernisasi sistem logistik pangan dengan membangun serta mengoptimalkan gudang penyimpanan modern dan menerapkan teknologi digital dalam sistem rantai pasok nasional.
“Bulog berkomitmen penuh mendukung arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa produksi, distribusi, dan pengelolaan pangan harus menjadi prioritas utama pemerintah,” ujar Rizal.
Presiden Prabowo sebelumnya menyampaikan bahwa produksi pangan nasional pada Oktober 2025 telah mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah, menandai pencapaian besar di tahun pertama pemerintahannya.
Data mencatat, cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog sempat mencapai 4,2 juta ton pada Juni 2025, tertinggi dalam sejarah Indonesia. Capaian ini menunjukkan keberhasilan program peningkatan produksi dan efisiensi distribusi pangan nasional.
Menindaklanjuti arahan Presiden, Bulog telah menyiapkan sejumlah langkah konkret, di antaranya:
- Menjaga stok beras nasional dan memastikan distribusi merata hingga daerah tertinggal dan perbatasan.
- Menyerap gabah sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram untuk semua kualitas.
- Membangun infrastruktur logistik di 100 titik strategis, lengkap dengan digitalisasi pemantauan stok dan integrasi jaringan distribusi antardaerah.
- Mendukung program cetak sawah baru seluas 480.000 hektare bersama Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah.
Rizal menegaskan, kenaikan HPP terbukti meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) hingga 123, tertinggi dalam sejarah Indonesia — bukti nyata keberpihakan negara terhadap kesejahteraan petani.
Bulog juga memperluas kerja sama dengan petani, gapoktan, koperasi, UMKM, BUMDes, BUMN pangan lain, serta TNI/Polri dan pemerintah daerah untuk memperkuat jaringan distribusi pangan nasional.
“Arahan Presiden Prabowo memberikan arah yang tegas bagi kita semua bahwa kedaulatan pangan adalah kunci kemandirian bangsa,” tegas Rizal.
- Penulis: syaiful amri



Saat ini belum ada komentar