Kamis, 13 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » OJK Dorong Percepatan Digitalisasi Dokumen Pertanahan untuk Perkuat Penyaluran Kredit Perbankan

OJK Dorong Percepatan Digitalisasi Dokumen Pertanahan untuk Perkuat Penyaluran Kredit Perbankan

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya percepatan digitalisasi dokumen pertanahan sebagai langkah strategis untuk mempercepat proses penyaluran kredit perbankan sekaligus memperkuat keamanan agunan.

Dalam sebuah forum diskusi nasional bertema “Penguatan Sinergi Digitalisasi Dokumen Pertanahan dalam Mendukung Penyaluran Kredit Perbankan yang Aman, Efisien, dan Terintegrasi”, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga agar digitalisasi dokumen pertanahan dapat berjalan efektif.

Menurut Dian, digitalisasi sertipikat tanah dan hak tanggungan menjadi kunci percepatan proses kredit tanpa mengurangi prinsip kehati-hatian. Transformasi ini dinilai mampu memitigasi risiko administrasi, mencegah agunan ganda, serta meningkatkan efisiensi operasional.

“OJK menginisiasi forum lintas sektor ini untuk memperkuat kolaborasi antara otoritas pertanahan, regulator keuangan, perbankan, notaris/PPAT, dan institusi terkait lainnya demi menciptakan ekosistem kredit yang terintegrasi secara digital, aman, dan andal,” ujar Dian.

Dukungan DPR dan Penguatan Tata Kelola Pertanahan

Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menyampaikan dukungan penuh terhadap percepatan digitalisasi pertanahan sebagai bagian dari agenda reformasi tata kelola nasional. Ia menekankan pentingnya verifikasi dari hulu, termasuk pengecekan geospasial lahan untuk memastikan keakuratan data.

“Kami mendukung astacita Presiden Prabowo Subianto dengan menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan dan inklusif melalui digitalisasi pemerintahan yang ada di Indonesia. Untuk keberhasilan digitalisasi pertanahan, kami menyarankan verifikasinya harus dimulai dari hulu serta melakukan pengecekan kondisi geospasial posisi lahan tersebut. Ini baru bisa tersedia kalau kota-kota tersebut disebut sebagai kota lengkap,” kata Rifqi.

Rifqi juga menyoroti perlunya penguatan kewenangan BPN dalam penegakan hukum untuk mendukung implementasi digitalisasi secara menyeluruh.

ATR/BPN Dorong Sinergi dengan Perbankan

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, menekankan pentingnya sinergi antara ATR/BPN, OJK, dan industri keuangan dalam memastikan proses digitalisasi berjalan bersih, jelas, dan tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.

“Kita duduk bersama-sama dengan Bapak-Bapak sekalian, terutama dengan teman-teman di OJK, termasuk juga di industri keuangan perbankan nanti yang menjadikan instrumen tanah dan dokumen pertanahan sebagai instrumen hak tanggungannya. Kita garap bersama supaya masalah ini menjadi clean and clear, sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari,” kata Nusron.

Ia juga mendorong perbankan agar lebih proaktif dalam memverifikasi dokumen yang dijadikan agunan kredit.

Implementasi Sertipikat-el dan HT-el Jadi Fokus Utama

Forum ini menjadi wadah penyelarasan persepsi dalam penerapan Sertipikat Tanah Elektronik (Sertipikat-el)dan Hak Tanggungan Elektronik (HT-el) di industri perbankan. Selain mensosialisasikan regulasi, perbankan juga menyampaikan berbagai kendala yang masih dihadapi, mulai dari:

  • Belum seragamnya pemahaman mengenai keabsahan dokumen elektronik,
  •  Perbedaan standar verifikasi antarbank,
  •  Sistem integrasi data yang belum optimal untuk mencegah agunan ganda,
  •  Kebutuhan penguatan SLA, helpdesk, dan pemahaman lintas lembaga.

Digitalisasi Dorong Efisiensi Penyaluran Kredit

OJK mencatat bahwa digitalisasi dokumen pertanahan memiliki dampak signifikan terhadap proses penyaluran kredit, mengingat tanah merupakan salah satu agunan utama perbankan.

Kajian OJK menunjukkan implementasi Sertipikat-el dan HT-el mampu mempercepat proses kredit dan meningkatkan akuntabilitas perbankan.

Hingga September 2025, kredit perbankan tumbuh 7,70% yoy mencapai Rp8.162,8 triliun, sementara kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh 7,22% yoy per Agustus 2025. Pertumbuhan tersebut didukung kondisi likuiditas yang kuat dan kebijakan moneter yang akomodatif.

Sejak 2023, OJK juga membuka ruang pembiayaan bagi bank untuk mendukung proyek perumahan sejak tahap awal serta menurunkan bobot ATMR kredit rumah menjadi 20%, tingkat terendah yang memberi ruang permodalan lebih longgar bagi bank.

Komitmen Lintas Sektor

OJK, DPR, dan ATR/BPN sepakat untuk terus memperkuat koordinasi, harmonisasi kebijakan, dan kerja sama lintas lembaga demi memastikan penerapan digitalisasi dokumen pertanahan berjalan efektif, efisien, dan aman bagi industri perbankan.

Transformasi digital pertanahan diharapkan menjadi pondasi penting dalam mempercepat penyaluran kredit, terutama untuk sektor produktif, UMKM, dan perumahan. (*)

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Provinsi Jambi Deflasi 0,47 Persen

    Provinsi Jambi Deflasi 0,47 Persen

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat pada Januari 2026 Provinsi Jambi mengalami deflasi M to M/ Y to D sebesar 0,47% dan inflasi Y on Y sebesar 3,35%. Susiawati Kristiarini, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jambi menyampaikan penyumbang utama deflasi Januari 2026 secara M to M adalah kelompok makanan minuman dan tembakau […]

  • Pertumbuhan Kredit 8% – 12%, BI: Ideal Jaga Stabilitas Sistem Keuangan

    Pertumbuhan Kredit 8% – 12%, BI: Ideal Jaga Stabilitas Sistem Keuangan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan kredit di kisaran 8% – 12% pada tahun 2026 menjadi level paling ideal untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan di luar kisaran tersebut, justru bakal berisiko menekan ketahanan perbankan atau justru menahan laju pemulihan ekonomi. Asisten Gubernur BI Solikin M. Juhro mengatakan, target tersebut […]

  • IHSG Cetak Rekor Baru 8.295, Saham UNVR, TLKM, dan ASII Kompak Menguat

    IHSG Cetak Rekor Baru 8.295, Saham UNVR, TLKM, dan ASII Kompak Menguat

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.295,61, pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Kenaikan ini ditopang oleh pergerakan positif saham-saham berkapitalisasi besar seperti PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), PT Telkom Indonesia (TLKM), dan PT Astra International Tbk. (ASII). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,26% atau 21,25 […]

  • Menkeu Purbaya Tegaskan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Belum Final

    Menkeu Purbaya Tegaskan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Belum Final

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pembahasan mengenai kenaikan iuran BPJS Kesehatan masih berada di tahap awal. Ia menyebut belum ada keputusan final terkait besaran maupun waktu penerapannya. “Belum, itu biar mereka ngitung,” ujar Purbaya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (9/10/2025). Dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2026, pemerintah memang memberi […]

  • KONI Jambi Siapkan Bank Data Atlet untuk Pantau Prestasi Menuju PON 2028

    KONI Jambi Siapkan Bank Data Atlet untuk Pantau Prestasi Menuju PON 2028

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi mulai menyiapkan bank data atlet sebagai langkah memperkuat sistem pembinaan olahraga daerah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Program tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi saat kegiatan sosialisasi aplikasi data, tata kelola […]

  • 47 PLTU di Indonesia Sudah Terapkan Cofiring Biomassa hingga Oktober 2025

    47 PLTU di Indonesia Sudah Terapkan Cofiring Biomassa hingga Oktober 2025

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa sebanyak 47 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Indonesia kini telah menerapkan teknologi co-firing biomassa sebagai upaya menekan emisi karbon dan mempercepat transisi ke energi bersih. Jumlah ini melonjak pesat dibandingkan tahun 2020 yang hanya mencatat enam PLTU. Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, […]

expand_less