Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » OJK Gelar Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2025 di Surabaya

OJK Gelar Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2025 di Surabaya

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat dan memperdalam pengembangan keuangan syariah nasional sebagai arus utama sistem keuangan Indonesia. Salah satu langkah strategisnya adalah melalui penyelenggaraan Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2025, yang digelar pada 3–4 November 2025 di Surabaya, Jawa Timur.

Kegiatan ini menjadi forum flagship pertama OJK yang mencakup seluruh sektor jasa keuangan syariah, mulai dari perbankan, pasar modal, hingga industri keuangan non-bank. IIFS 2025 dirancang untuk mempertemukan para stakeholder keuangan syariah, melahirkan gagasan baru, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menghasilkan kebijakan yang berdampak nyata bagi penguatan ekosistem keuangan syariah nasional.

“Kegiatan ini merupakan momentum untuk meneguhkan komitmen bersama dalam mengawal akselerasi pengembangan keuangan syariah nasional. Visi kita bukan hanya memperbesar pangsa pasar, tetapi menjadikan keuangan syariah sebagai arus utama dalam sistem keuangan nasional,”
ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, saat membuka IIFS 2025 di Surabaya, Senin (3/11/2025).

Mahendra menegaskan, keuangan syariah tidak hanya ditingkatkan secara kuantitas, tetapi juga harus tumbuh dalam kualitas, kedalaman instrumen, dan keunikan produk. Ia menyebut ada tiga fokus utama untuk pendalaman pasar (market deepening) keuangan syariah, yaitu:

  • Diversifikasi produk dan inovasi model bisnis.
  • Konektivitas dengan sektor riil dan komunitas umat.
  • Pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses dan meningkatkan transparansi layanan.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa pembentukan Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS) menjadi tonggak baru penguatan tata kelola dan akselerasi pengembangan keuangan syariah.

“Momentum ini penting untuk memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan agar prinsip syariah dijalankan secara konsisten dan terukur,” kata Dian.

Dian juga menyoroti tiga isu utama sektor keuangan syariah, yakni availability (ketersediaan produk), accessibility (kemudahan akses), dan usage (penggunaan produk). Ia menilai tantangan tersebut membuka peluang besar bagi inovasi, termasuk pengembangan produk Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) dan Sharia Restricted Investment Account (SRIA) untuk memperdalam pasar keuangan syariah.

Gubernur Jawa Timur melalui Sekretaris Daerah Adhy Karyono turut mengapresiasi langkah OJK.

“Forum ini diharapkan membangun sinergi yang kokoh antara regulator, pelaku industri, akademisi, dan pemerintah daerah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Jawa Timur,” ujarnya.

Dalam sesi High Level Forum Talk Show, seluruh Kepala Eksekutif Pengawas Sektor Jasa Keuangan OJK membahas arah kebijakan penguatan tata kelola, pendalaman pasar perbankan syariah, pasar modal syariah, serta percepatan digitalisasi. Diskusi dipandu oleh Gunawan Yasni, anggota KPKS OJK.

Kemudian dalam International Islamic Finance Conference 2025, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara, memaparkan empat fokus utama pengembangan keuangan syariah:

  • Pembentukan KPKS untuk menyatukan kebijakan, fatwa, dan regulasi.
  • Inovasi dan pedoman produk syariah yang khas.
  • Optimalisasi peran ekonomi syariah dan UMKM.
  • Akselerasi digitalisasi layanan keuangan syariah.

Dalam forum yang sama, Deputy Secretary-General IFSB, Abdullah Haron, menyebut Indonesia memiliki potensi besar karena merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Ia menekankan pentingnya stabilitas, inovasi, dan tata kelola yang kuat untuk memperkuat daya saing industri keuangan syariah global.

Panel Session I bertema “Innovative Islamic Finance” menghadirkan pakar internasional seperti Mehmet Asutay (Durham University) dan Dato’ Mohd Zikri Mohd Shairy (Bank Islam Malaysia).
Panel Session II bertema “Sharia Governance, Risk, and Compliance” menghadirkan Engku Rabiah Adawiah (IIUM) dan Nawal Nely, ahli pelaporan keuangan syariah.

Selain itu, Rapat Berkala KPKS ketiga tahun 2025 juga digelar dalam rangkaian IIFS. Rapat ini dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dan seluruh anggota KPKS. Fokus utama pembahasan adalah pendalaman pasar keuangan syariah sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMF Peringatkan: Utang Dunia Siap Menembus 100% PDB Global, Sinyal Bahaya bagi Ekonomi dan Pasar Keuangan

    IMF Peringatkan: Utang Dunia Siap Menembus 100% PDB Global, Sinyal Bahaya bagi Ekonomi dan Pasar Keuangan

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dunia menghadapi ancaman baru di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan total utang pemerintah dunia akan mencapai 100 persen dari produk domestik bruto (PDB) global pada 2029, level tertinggi sejak Perang Dunia II. Kenaikan tajam ini mencerminkan beban fiskal yang kian berat setelah pandemi COVID-19. Selama krisis, banyak negara menambah […]

  • Sungai Batanghari Surut Drastis, Ikan Keramba Mati dan Hamparan Pasir Mulai Muncul

    Sungai Batanghari Surut Drastis, Ikan Keramba Mati dan Hamparan Pasir Mulai Muncul

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Musim kemarau yang melanda Provinsi Jambi mulai memberikan dampak nyata terhadap kondisi Sungai Batanghari. Debit air sungai terpanjang di Pulau Sumatera itu menyusut cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir, terutama di wilayah Kabupaten Muaro Jambi. Minimnya pasokan air dari daerah hulu ditambah tidak adanya hujan selama hampir satu bulan terakhir menjadi penyebab utama […]

  • Sengit Sejak Peluit Awal, Belgia Wajib Waspada!

    Sengit Sejak Peluit Awal, Belgia Wajib Waspada!

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Babak 32 besar Piala Dunia 2026 kembali menyajikan duel sarat gengsi. Wakil Eropa, Belgia, akan berhadapan dengan kekuatan Afrika, Senegal, di Lumen Field, Seattle, Amerika Serikat, Kamis (2/7/2026) pukul 03.00 WIB. Pertemuan dua tim beda benua ini diprediksi berlangsung sengit sejak peluit awal dibunyikan. Belgia maupun Senegal sama-sama datang dengan kepercayaan diri tinggi […]

  • Prabowo Dorong Bensin Campur Etanol 10% (E10), Bahlil: Tujuannya Kurangi Impor BBM

    Prabowo Dorong Bensin Campur Etanol 10% (E10), Bahlil: Tujuannya Kurangi Impor BBM

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan bensin campuran etanol 10% atau E10 sebagai upaya menekan impor bahan bakar minyak (BBM). Namun, sejumlah pihak mengingatkan agar kebijakan ini disiapkan matang agar tidak membebani keuangan negara. Langkah Presiden Prabowo Subianto menerapkan bensin campur etanol 10% atau E10 disebut bisa menjadi terobosan menuju energi bersih dan kemandirian energi […]

  • Harga Perak Hari Ini Naik Rp150 Jadi Rp36.445 per Gram

    Harga Perak Hari Ini Naik Rp150 Jadi Rp36.445 per Gram

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni yang diproduksi Antam kembali menguat. Hari ini harga perak Antam terangkat sebesar Rp150 menjadi Rp36.445 per gram dari sebelumnya Rp36.295 per gram. Pada awal pekan ini, Senin (8/12/2025), harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 9.511.250, dengan harga yang termasuk PPN 11% menjadi Rp 10.557.448. […]

  • Harga Perak Antam Hari Ini Merosot

    Harga Perak Antam Hari Ini Merosot

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produk Antam merosot pada Jumat (19/12/2025). Dari laman Logam Mulia, harga perak Antam turun sebesar Rp405 ke level Rp40.415 per gram. Hari ini harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 10.503.750, dengan harga yang termasuk PPN 11% dipatok Rp 11.659.163. Sedangkan perak murni dengan berat […]

expand_less