Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Purbaya Semprot BPJS soal PBI JKN Nonaktif

Purbaya Semprot BPJS soal PBI JKN Nonaktif

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti keras tata kelola kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) menyusul viralnya kasus pasien yang tidak bisa berobat akibat status kepesertaan dinonaktifkan.

Purbaya menilai pemutakhiran data PBI-JKN sejatinya bertujuan memperbaiki kualitas program JKN agar lebih tepat sasaran. Namun, proses tersebut dinilai justru menimbulkan kegaduhan di masyarakat tanpa memberikan efisiensi nyata bagi anggaran negara.

“Perubahan data PBI-JKN pada prinsipnya untuk memperbaiki tata kelola agar tepat sasaran. Tapi pemutakhirannya jangan sampai bikin keributan,” kata Purbaya di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Ia menegaskan pemerintah memahami pentingnya pembaruan data penerima bantuan. Meski demikian, Purbaya mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak dilakukan secara serampangan dan berdampak sosial luas, terutama bagi masyarakat rentan.

Salah satu sorotan utama Purbaya adalah kebijakan penonaktifan peserta PBI-JKN yang dinilai terlalu mendadak. Menurut dia, peserta yang dinyatakan tidak lagi memenuhi syarat seharusnya tidak langsung kehilangan status kepesertaan, melainkan diberikan masa transisi.

“Bisa dipertimbangkan diberi waktu 2 sampai 3 bulan, disertai sosialisasi. Begitu statusnya tidak eligible, langsung ada trigger sosialisasi supaya masyarakat bisa mengambil langkah,” ujarnya.

Purbaya mengingatkan kebijakan yang terlalu kaku berpotensi mencederai rasa keadilan, khususnya bagi peserta yang sedang menjalani pengobatan penyakit berat. Ia mencontohkan pasien cuci darah yang tiba-tiba kehilangan hak layanan kesehatan akibat perubahan data.

“Jangan sampai orang sudah sakit, lagi cuci darah, tiba-tiba tidak berhak. Itu konyol. Uang yang saya keluarkan sama, tapi citra pemerintah jadi jelek. Pemerintah rugi di situ,” tegasnya.

Menurut Purbaya, persoalan utama PBI-JKN bukan terletak pada keterbatasan anggaran, melainkan pada aspek operasional, manajemen, dan sosialisasi. Ia menilai ruang fiskal masih cukup untuk menampung peserta yang memang layak menerima bantuan.

Kementerian Keuangan, kata Purbaya, mendukung penuh perbaikan kebijakan selama mampu menciptakan efisiensi nyata. Namun, ia mengkritik keras jika perubahan justru memicu kegaduhan tanpa mengurangi beban anggaran negara.

“Kalau bikin uang yang saya keluarkan lebih kecil, saya dukung. Ribut sedikit enggak apa-apa. Tapi ini uangnya sama, ribut pula. Ke depan tolong dibetulin,” ujarnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update BNPB: 753 Meninggal Dunia akibat Banjir dan Longsor di Sumatera

    Update BNPB: 753 Meninggal Dunia akibat Banjir dan Longsor di Sumatera

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 753 jiwa meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data tersebut tercatat pada Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera 2025, yang diperbarui Rabu (3/12/2025) pagi. Menurut data Pusat Data, Informasi, dan […]

  • Sama-Sama 4 Poin, Indonesia U20 dan Australia Siap Saling Jegal

    Sama-Sama 4 Poin, Indonesia U20 dan Australia Siap Saling Jegal

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Laga penentuan sudah di depan mata. Timnas Indonesia U20 bakal menghadapi Australia U20 dalam pertandingan terakhir Grup H Kualifikasi Piala Asia U20 2027, Minggu (6/9/2026). Duel yang berlangsung di New Laos National Stadium, Vientiane, pukul 16.00 WIB itu dipastikan berlangsung panas. Bukan sekadar laga perebutan tiga poin, pertandingan ini menjadi penentu siapa yang […]

  • TP PKK Tanjab Barat Dorong UMKM Lewat Pelatihan Kletek Udang

    TP PKK Tanjab Barat Dorong UMKM Lewat Pelatihan Kletek Udang

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Jambi, terus mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar pelatihan inovasi olahan kletek udang, kuliner khas daerah yang memiliki potensi menjadi produk unggulan. Ketua TP PKK Kabupaten Tanjung […]

  • KONI Jambi Siapkan Bank Data Atlet untuk Pantau Prestasi Menuju PON 2028

    KONI Jambi Siapkan Bank Data Atlet untuk Pantau Prestasi Menuju PON 2028

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi mulai menyiapkan bank data atlet sebagai langkah memperkuat sistem pembinaan olahraga daerah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Program tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi saat kegiatan sosialisasi aplikasi data, tata kelola […]

  • Indonesia Kuasai Tiket Piala Asia U20 2027

    Indonesia Kuasai Tiket Piala Asia U20 2027

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Misi besar Timnas U-20 Indonesia akhirnya tuntas. Garuda Muda memastikan tiket ke putaran final Piala Asia U-20 2027 setelah tampil perkasa dengan menekuk Timnas U-20 Australia 2-0 pada laga terakhir Grup H babak kualifikasi di Lao National Stadium KM16, Laos, Minggu. Kemenangan tersebut menjadi penutup manis perjalanan Indonesia di fase kualifikasi. Menghadapi Australia […]

  • Sistem Rujukan JKN Dinilai Permudah Akses dan Jaga Mutu Pelayanan Kesehatan

    Sistem Rujukan JKN Dinilai Permudah Akses dan Jaga Mutu Pelayanan Kesehatan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sistem rujukan berjenjang dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dinilai bukan sebagai hambatan, melainkan upaya untuk menjaga mutu pelayanan kesehatan agar peserta memperoleh penanganan yang tepat dan sesuai kebutuhan medis. Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menjelaskan, dalam mekanisme pelayanan JKN, peserta umumnya memulai pengobatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas, […]

expand_less