Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Purbaya Semprot BPJS soal PBI JKN Nonaktif

Purbaya Semprot BPJS soal PBI JKN Nonaktif

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti keras tata kelola kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) menyusul viralnya kasus pasien yang tidak bisa berobat akibat status kepesertaan dinonaktifkan.

Purbaya menilai pemutakhiran data PBI-JKN sejatinya bertujuan memperbaiki kualitas program JKN agar lebih tepat sasaran. Namun, proses tersebut dinilai justru menimbulkan kegaduhan di masyarakat tanpa memberikan efisiensi nyata bagi anggaran negara.

“Perubahan data PBI-JKN pada prinsipnya untuk memperbaiki tata kelola agar tepat sasaran. Tapi pemutakhirannya jangan sampai bikin keributan,” kata Purbaya di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Ia menegaskan pemerintah memahami pentingnya pembaruan data penerima bantuan. Meski demikian, Purbaya mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak dilakukan secara serampangan dan berdampak sosial luas, terutama bagi masyarakat rentan.

Salah satu sorotan utama Purbaya adalah kebijakan penonaktifan peserta PBI-JKN yang dinilai terlalu mendadak. Menurut dia, peserta yang dinyatakan tidak lagi memenuhi syarat seharusnya tidak langsung kehilangan status kepesertaan, melainkan diberikan masa transisi.

“Bisa dipertimbangkan diberi waktu 2 sampai 3 bulan, disertai sosialisasi. Begitu statusnya tidak eligible, langsung ada trigger sosialisasi supaya masyarakat bisa mengambil langkah,” ujarnya.

Purbaya mengingatkan kebijakan yang terlalu kaku berpotensi mencederai rasa keadilan, khususnya bagi peserta yang sedang menjalani pengobatan penyakit berat. Ia mencontohkan pasien cuci darah yang tiba-tiba kehilangan hak layanan kesehatan akibat perubahan data.

“Jangan sampai orang sudah sakit, lagi cuci darah, tiba-tiba tidak berhak. Itu konyol. Uang yang saya keluarkan sama, tapi citra pemerintah jadi jelek. Pemerintah rugi di situ,” tegasnya.

Menurut Purbaya, persoalan utama PBI-JKN bukan terletak pada keterbatasan anggaran, melainkan pada aspek operasional, manajemen, dan sosialisasi. Ia menilai ruang fiskal masih cukup untuk menampung peserta yang memang layak menerima bantuan.

Kementerian Keuangan, kata Purbaya, mendukung penuh perbaikan kebijakan selama mampu menciptakan efisiensi nyata. Namun, ia mengkritik keras jika perubahan justru memicu kegaduhan tanpa mengurangi beban anggaran negara.

“Kalau bikin uang yang saya keluarkan lebih kecil, saya dukung. Ribut sedikit enggak apa-apa. Tapi ini uangnya sama, ribut pula. Ke depan tolong dibetulin,” ujarnya.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kawasan JBC Play Button

    Ada Tiga Venue Malam Pergantian Tahun di JBC

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menyambut pergantian Tahun Baru 2026, Jambi Business Center (JBC) menyiapkan beragam hiburan untuk masyarakat Jambi dengan konsep acara yang tersebar di beberapa titik kawasan. Manajemen JBC menyiapkan tiga venue utama, yakni Paviliun JBC, VR Park JBC, dan Kopi Mansur, guna memberikan pengalaman hiburan yang lebih variatif bagi pengunjung. Pihak Manajemen JBC menyampaikan bahwa […]

  • LPDP Siapkan Skema Baru agar Lulusan Luar Negeri Cepat Terserap Industri Nasional

    LPDP Siapkan Skema Baru agar Lulusan Luar Negeri Cepat Terserap Industri Nasional

    • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – embaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tengah menggodok skema agar para penerima beasiswa LPDP di luar negeri bisa kembali ke Tanah Air dan cepat terserap di industri nasional. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran sejumlah pihak bahwa lulusan LPDP berpotensi lebih banyak dimanfaatkan industri luar negeri ketimbang berkontribusi di dalam negeri. Plt Direktur Utama LPDP […]

  • Hingga September 2025, BI Catat Surplus Anggaran Rp 77,8 Triliun

    Hingga September 2025, BI Catat Surplus Anggaran Rp 77,8 Triliun

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, surplus Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) mencapai Rp 77,9 triliun. Gubernur BI Perry Warjiyo mencatat, surplus tersebut berasal dari penerimaan yang sudah mencapai Rp 194,409 triliun. Sementara pengeluaran mencapai Rp 116,532 triliun. “Bank Indonesia di 2025 sampai dengan September 2025 surplus anggaran terjadi Rp 77,9 triliun,” […]

  • Aduuuh, 13.402 Penerima Bansos di Jambi Juga Pemain Judi Online Ini Datanya

    Aduuuh, 13.402 Penerima Bansos di Jambi Juga Pemain Judi Online Ini Datanya

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pecandu judol memang tak kenal kelas sosial. Miskin, kaya, pria, wanita, pekerja mapan hingga buruh serabutan ada di sana. Ironisnya dari data yang dibeberkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tidak sedikit penerima bansos di Jambi yang terjerumus judi online. Bahkan, mereka dengan berpenghasilan di bawah Rp 5 juta mendominasi jumlah penjudi […]

  • Bank Mandiri Salurkan BLTS Kesra Rp3,22 Triliun ke 3,58 Juta Penerima di Seluruh Indonesia

    Bank Mandiri Salurkan BLTS Kesra Rp3,22 Triliun ke 3,58 Juta Penerima di Seluruh Indonesia

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kembali dipercaya pemerintah untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) 2025 dengan total nilai mencapai Rp3,22 triliun. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada sekitar 3,58 juta rekening penerima di berbagai wilayah Indonesia. Penugasan ini diberikan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga […]

  • Properti Masuk Top 5 Penyumbang Investasi Terbesar di Indonesia

    Properti Masuk Top 5 Penyumbang Investasi Terbesar di Indonesia

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sektor properti yang mencakup perumahan, kawasan industri, dan perkantoran masuk lima besar penyumbang investasi terbesar di Indonesia sepanjang Januari-September 2025. Sebagai informasi, total realisasi investasi di Indonesia pada periode tersebut sebesar Rp 1.434,3 triliun, atau setara 75,3 persen dari target 2025 sebesar Rp 1.905,6 triliun. Berdasarkan data tersebut, properti menempati peringkat lima subsektor […]

expand_less