Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Bos OJK: Ekonomi Global Membaik, AS Solid, China Masih Tertekan Jelang 2026

Bos OJK: Ekonomi Global Membaik, AS Solid, China Masih Tertekan Jelang 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perekonomian global secara umum menunjukkan tren perbaikan, meskipun perlambatan ekonomi China masih berlanjut dan menjadi salah satu sumber risiko utama ke depan. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan bahwa aktivitas manufaktur global masih berada di zona ekspansi, meski dengan laju pertumbuhan yang lebih moderat. Namun, lembaga multilateral memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 akan terus melandai dan berada di bawah rata-rata pra-pandemi, seiring meningkatnya tekanan fiskal di sejumlah negara utama.

“Untuk 2026, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan tetap berlanjut, tetapi dengan tren melambat dan risiko fiskal yang semakin meningkat,” ujar Mahendra dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK Desember 2025, Jumat (9/1/2026).

Di Amerika Serikat, kinerja ekonomi dinilai relatif solid. Produk domestik bruto (PDB) Negeri Paman Sam pada kuartal III/2025 tumbuh 4,3% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar. Meski demikian, pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda moderasi, seiring inflasi November 2025 yang turun menjadi 2,7% dan inflasi inti melemah ke level 2,6%.

Sementara itu, tekanan terhadap perekonomian China masih berlanjut. Konsumsi rumah tangga tercatat belum pulih signifikan, sedangkan dari sisi penawaran, indeks PMI manufaktur kembali masuk ke zona kontraksi. Tekanan di sektor properti juga dinilai masih menjadi beban utama bagi ekonomi China.

Perkembangan tersebut mendorong perbedaan arah kebijakan bank sentral global. Federal Reserve dan Bank of England kembali menempuh kebijakan moneter akomodatif dengan memangkas suku bunga acuan pada Desember 2025. Sebaliknya, Bank of Japan justru menaikkan suku bunga kebijakan ke level tertinggi dalam tiga dekade terakhir, dipicu tekanan inflasi yang relatif persisten.

Mahendra menilai divergensi kebijakan tersebut turut memengaruhi dinamika pasar keuangan global. Pasar saham global cenderung menguat merespons penurunan suku bunga di AS, meskipun diiringi kekhawatiran potensi pembentukan gelembung pada saham-saham teknologi. Di sisi lain, kenaikan suku bunga Jepang memicu tekanan pada pasar obligasi sovereign seiring berakhirnya aktivitas carry trade.

Memasuki awal 2026, pelaku pasar juga mencermati perkembangan geopolitik di Venezuela dan potensi dampaknya terhadap stabilitas pasar keuangan global.

Di tengah dinamika global tersebut, OJK mencatat kondisi perekonomian domestik Indonesia masih relatif terjaga. Inflasi inti pada Desember 2025 tercatat meningkat secara moderat, sektor manufaktur tetap berada di fase ekspansi, dan kinerja eksternal tetap solid dengan neraca perdagangan yang kembali mencatatkan surplus.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • BRI Ungkap Modus Penipuan Kartu Kredit, Nasabah Diminta Waspada Saat Transaksi

    BRI Ungkap Modus Penipuan Kartu Kredit, Nasabah Diminta Waspada Saat Transaksi

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan kartu kredit seiring meningkatnya penggunaan transaksi non-tunai di Indonesia. Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, kemudahan transaksi menggunakan kartu kredit perlu diimbangi dengan kesadaran nasabah dalam menjaga keamanan data pribadi dan informasi perbankan. Pasalnya, kejahatan perbankan seperti […]

  • Rupiah Kembali Terpukul Sentimen Konflik AS-Iran

    Rupiah Kembali Terpukul Sentimen Konflik AS-Iran

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah pada perdagangan awal pekan Senin (13/4/2026). Pada perdagangan sore ini, kurs rupiah ditutup melemah tipis 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.105 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah 17 poin di level Rp17.121 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.104. Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi […]

  • Asosiasi Emiten Nilai Pembekuan Rebalancing MSCI Jadi Momentum Perbaikan Pasar Saham

    Asosiasi Emiten Nilai Pembekuan Rebalancing MSCI Jadi Momentum Perbaikan Pasar Saham

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menilai keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan rebalancing indeks saham Indonesia justru berpotensi menjadi katalis perbaikan struktural pasar saham nasional. Evaluasi dari penyedia indeks global tersebut dinilai dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia dalam jangka panjang. Direktur Eksekutif AEI Gilman Pradana mengatakan, pengumuman MSCI […]

  • Ring Jantung: Prosedur Medis untuk Atasi Penyumbatan Arteri dan Cegah Serangan Jantung

    Ring Jantung: Prosedur Medis untuk Atasi Penyumbatan Arteri dan Cegah Serangan Jantung

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Prosedur pemasangan ring jantung atau stent menjadi salah satu tindakan medis yang umum dilakukan untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah, khususnya pada arteri koroner. Tindakan ini bertujuan untuk melancarkan kembali aliran darah ke jantung sekaligus menurunkan risiko serangan jantung. Ring jantung merupakan alat berbentuk tabung kecil yang dipasang pada pembuluh darah yang menyempit akibat […]

  • Rupiah Menguat Lagi, Kini Sudah Dilevel  Rp16.847 per Dolar AS

    Rupiah Menguat Lagi, Kini Sudah Dilevel Rp16.847 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (23/1/2026). Rupiah dibuka bergerak menguat 49 poin atau 0,29 persen menjadi Rp16.847 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.896 per dolar AS. Penguatan rupiah mendapat tanggapan dari Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra. Dikutip dari Antara, ia […]

  • Rupiah Bangkit, Dolar AS Kembali di Bawah Rp18.000

    Rupiah Bangkit, Dolar AS Kembali di Bawah Rp18.000

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah berhasil bangkit pada pembukaan perdagangan Rabu (5/8/2026). Setelah sempat tertekan pada perdagangan sebelumnya, mata uang Indonesia kini kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan ini membawa rupiah kembali berada di bawah level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Mengutip Antara, rupiah dibuka menguat 55 poin atau 0,31 persen ke posisi […]

expand_less