Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Bos OJK: Ekonomi Global Membaik, AS Solid, China Masih Tertekan Jelang 2026

Bos OJK: Ekonomi Global Membaik, AS Solid, China Masih Tertekan Jelang 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perekonomian global secara umum menunjukkan tren perbaikan, meskipun perlambatan ekonomi China masih berlanjut dan menjadi salah satu sumber risiko utama ke depan. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan bahwa aktivitas manufaktur global masih berada di zona ekspansi, meski dengan laju pertumbuhan yang lebih moderat. Namun, lembaga multilateral memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 akan terus melandai dan berada di bawah rata-rata pra-pandemi, seiring meningkatnya tekanan fiskal di sejumlah negara utama.

“Untuk 2026, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan tetap berlanjut, tetapi dengan tren melambat dan risiko fiskal yang semakin meningkat,” ujar Mahendra dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK Desember 2025, Jumat (9/1/2026).

Di Amerika Serikat, kinerja ekonomi dinilai relatif solid. Produk domestik bruto (PDB) Negeri Paman Sam pada kuartal III/2025 tumbuh 4,3% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar. Meski demikian, pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda moderasi, seiring inflasi November 2025 yang turun menjadi 2,7% dan inflasi inti melemah ke level 2,6%.

Sementara itu, tekanan terhadap perekonomian China masih berlanjut. Konsumsi rumah tangga tercatat belum pulih signifikan, sedangkan dari sisi penawaran, indeks PMI manufaktur kembali masuk ke zona kontraksi. Tekanan di sektor properti juga dinilai masih menjadi beban utama bagi ekonomi China.

Perkembangan tersebut mendorong perbedaan arah kebijakan bank sentral global. Federal Reserve dan Bank of England kembali menempuh kebijakan moneter akomodatif dengan memangkas suku bunga acuan pada Desember 2025. Sebaliknya, Bank of Japan justru menaikkan suku bunga kebijakan ke level tertinggi dalam tiga dekade terakhir, dipicu tekanan inflasi yang relatif persisten.

Mahendra menilai divergensi kebijakan tersebut turut memengaruhi dinamika pasar keuangan global. Pasar saham global cenderung menguat merespons penurunan suku bunga di AS, meskipun diiringi kekhawatiran potensi pembentukan gelembung pada saham-saham teknologi. Di sisi lain, kenaikan suku bunga Jepang memicu tekanan pada pasar obligasi sovereign seiring berakhirnya aktivitas carry trade.

Memasuki awal 2026, pelaku pasar juga mencermati perkembangan geopolitik di Venezuela dan potensi dampaknya terhadap stabilitas pasar keuangan global.

Di tengah dinamika global tersebut, OJK mencatat kondisi perekonomian domestik Indonesia masih relatif terjaga. Inflasi inti pada Desember 2025 tercatat meningkat secara moderat, sektor manufaktur tetap berada di fase ekspansi, dan kinerja eksternal tetap solid dengan neraca perdagangan yang kembali mencatatkan surplus.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Sembako Pasar Talang Banjar Jambi Stabil, Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu per Kg

    Harga Sembako Pasar Talang Banjar Jambi Stabil, Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu per Kg

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, terpantau stabil pada Jumat, 22 Mei 2026. Hampir seluruh komoditas tidak mengalami perubahan signifikan, meski beberapa harga masih berada di level tinggi. Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi mencatat, harga beras medium seperti Beras Naruto dan Belido berada di kisaran Rp15.400 per […]

  • Harga Emas Antam Melambung Lagi, Cek Rincian Lengkapnya Disini

    Harga Emas Antam Melambung Lagi, Cek Rincian Lengkapnya Disini

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa (21/4/2026). Logam mulia ini naik tinggi setelah sehari sebelumnya sempat mengalami penurunan. Berdasarkan data dari laman logam mulia, harga emas Antam hari ini melesat sebesar Rp40.000 ke level Rp2.880.000 per gram dari semula Rp2.840.000 per gram. Demikian juga dengan harga beli kembali (buyback) emas […]

  • Legalisasi 45 Ribu Sumur Minyak Rakyat Bisa Dongkrak Ekonomi Daerah

    Legalisasi 45 Ribu Sumur Minyak Rakyat Bisa Dongkrak Ekonomi Daerah

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah berencana melegalkan sekitar 45 ribu sumur minyak rakyat di berbagai daerah penghasil minyak di Indonesia. Langkah ini dinilai bisa menjadi dorongan besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat kedaulatan energi nasional. Anggota Komisi VII DPR RI Cek Endra menegaskan, kebijakan legalisasi sumur rakyat harus dipastikan benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Ia […]

  • Melambung Tinggi! Harga Emas Antam Rp 2.383.000 Per Gram Hari Ini

    Melambung Tinggi! Harga Emas Antam Rp 2.383.000 Per Gram Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam melambung tinggi. Hari ini harga emas Antam loncat tinggi sebesar Rp 23.000 menjadi Rp 2.383.000 per gram. Harga ini menembus rekor terakhir di level Rp2.360.000 per gram yang tercatat sehari sebelumnya, Selasa (14/10/2025). Sementara harga emas Antam termahal kini telah mencapai Rp2,32 miliar. […]

  • IHSG Ditutup Melemah 0,64% ke Level 8.212 Jelang Libur Imlek

    IHSG Ditutup Melemah 0,64% ke Level 8.212 Jelang Libur Imlek

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah pada perdagangan Jumat (13/2/2026) seiring meningkatnya aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 53,08 poin atau 0,64 persen ke posisi 8.212,27. Sementara indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan ikut […]

  • 6 Benda Pembawa Sial Menurut Feng Shui, Wajib Disingkirkan dari Rumah

    6 Benda Pembawa Sial Menurut Feng Shui, Wajib Disingkirkan dari Rumah

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalam feng shui, keseimbangan energi di dalam rumah sangat dipengaruhi oleh benda-benda yang kita simpan. Meski tampak sepele, sejumlah objek dipercaya dapat membawa energi negatif dan sebaiknya disingkirkan agar keberuntungan tidak terhambat. Berikut enam benda yang dianggap paling sial menurut feng shui, dikutip dari Homes and Gardens. 1. Tanaman Kering atau Mati Tanaman […]

expand_less