Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Bos OJK: Ekonomi Global Membaik, AS Solid, China Masih Tertekan Jelang 2026

Bos OJK: Ekonomi Global Membaik, AS Solid, China Masih Tertekan Jelang 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perekonomian global secara umum menunjukkan tren perbaikan, meskipun perlambatan ekonomi China masih berlanjut dan menjadi salah satu sumber risiko utama ke depan. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan bahwa aktivitas manufaktur global masih berada di zona ekspansi, meski dengan laju pertumbuhan yang lebih moderat. Namun, lembaga multilateral memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 akan terus melandai dan berada di bawah rata-rata pra-pandemi, seiring meningkatnya tekanan fiskal di sejumlah negara utama.

“Untuk 2026, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan tetap berlanjut, tetapi dengan tren melambat dan risiko fiskal yang semakin meningkat,” ujar Mahendra dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK Desember 2025, Jumat (9/1/2026).

Di Amerika Serikat, kinerja ekonomi dinilai relatif solid. Produk domestik bruto (PDB) Negeri Paman Sam pada kuartal III/2025 tumbuh 4,3% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar. Meski demikian, pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda moderasi, seiring inflasi November 2025 yang turun menjadi 2,7% dan inflasi inti melemah ke level 2,6%.

Sementara itu, tekanan terhadap perekonomian China masih berlanjut. Konsumsi rumah tangga tercatat belum pulih signifikan, sedangkan dari sisi penawaran, indeks PMI manufaktur kembali masuk ke zona kontraksi. Tekanan di sektor properti juga dinilai masih menjadi beban utama bagi ekonomi China.

Perkembangan tersebut mendorong perbedaan arah kebijakan bank sentral global. Federal Reserve dan Bank of England kembali menempuh kebijakan moneter akomodatif dengan memangkas suku bunga acuan pada Desember 2025. Sebaliknya, Bank of Japan justru menaikkan suku bunga kebijakan ke level tertinggi dalam tiga dekade terakhir, dipicu tekanan inflasi yang relatif persisten.

Mahendra menilai divergensi kebijakan tersebut turut memengaruhi dinamika pasar keuangan global. Pasar saham global cenderung menguat merespons penurunan suku bunga di AS, meskipun diiringi kekhawatiran potensi pembentukan gelembung pada saham-saham teknologi. Di sisi lain, kenaikan suku bunga Jepang memicu tekanan pada pasar obligasi sovereign seiring berakhirnya aktivitas carry trade.

Memasuki awal 2026, pelaku pasar juga mencermati perkembangan geopolitik di Venezuela dan potensi dampaknya terhadap stabilitas pasar keuangan global.

Di tengah dinamika global tersebut, OJK mencatat kondisi perekonomian domestik Indonesia masih relatif terjaga. Inflasi inti pada Desember 2025 tercatat meningkat secara moderat, sektor manufaktur tetap berada di fase ekspansi, dan kinerja eksternal tetap solid dengan neraca perdagangan yang kembali mencatatkan surplus.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Batang Hari Perluas Kolaborasi dengan Sektor Perbankan

    Pemkab Batang Hari Perluas Kolaborasi dengan Sektor Perbankan

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kabupaten Batang Hari terus memperluas kolaborasi dengan sektor perbankan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung percepatan pembangunan daerah, termasuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Penguatan sinergi itu mengemuka dalam audiensi Wakil Bupati Batang Hari H. Bakhtiar bersama jajaran PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) di Ruang VIP Teras Mendalo. Pertemuan tersebut menjadi […]

  • Komisi VIII DPR: Biaya Haji 2026 Akan Diumumkan Paling Cepat 29 Oktober 2025

    Komisi VIII DPR: Biaya Haji 2026 Akan Diumumkan Paling Cepat 29 Oktober 2025

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komisi VIII DPR RI menargetkan besaran biaya haji 2026 akan diumumkan paling cepat pada Rabu, 29 Oktober 2025, setelah Panitia Kerja (Panja) Haji dan Kementerian Haji dan Umrah menyelesaikan pembahasan akhir pada hari ini, Selasa (28/10). Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mengatakan rapat pembahasan biaya haji 2026 hampir rampung dan diharapkan […]

  • Bukan Cuma Hutan yang Hangus, Karhutla Ancam Lumpuhkan Ekonomi

    Bukan Cuma Hutan yang Hangus, Karhutla Ancam Lumpuhkan Ekonomi

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Provinsi Jambi dan lainnya di tengah meningkatnya risiko El Nino tak hanya meninggalkan kerusakan ekologis. Dampaknya bisa menjalar jauh lebih luas ke sektor kesehatan, pendidikan, transportasi, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mengatakan, nilai kerugian ekonomi akibat karhutla tidak bisa […]

  • Cara Mudah Hindari Denda Pajak Kendaraan, Begini Langkah yang Harus Dilakukan

    Cara Mudah Hindari Denda Pajak Kendaraan, Begini Langkah yang Harus Dilakukan

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sering muncul akibat kelalaian pemilik kendaraan yang terlambat melakukan pembayaran. Padahal, sejumlah langkah sederhana sebenarnya bisa dilakukan untuk mencegah munculnya sanksi administratif tersebut sehingga biaya tambahan dapat dihindari. Menurut data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, banyak wajib pajak masih mengalami keterlambatan akibat lupa jadwal atau kendala administrasi. […]

  • NTT Jadi Pusat Energi Baru dan Terbarukan Nasional

    NTT Jadi Pusat Energi Baru dan Terbarukan Nasional

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai siap menjadi salah satu pusat suplai energi baru dan terbarukan (EBT) nasional untuk mendukung agenda Asta Cita pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi. Pakar energi Prof. Fredrik L. Benu mengungkapkan bahwa NTT memiliki dua sumber energi strategis yang berpotensi besar menopang bauran energi nasional, yaitu biomassa serta energi […]

  • Real Madrid Buru Manajer Baru, Juergen Klopp?

    Real Madrid Buru Manajer Baru, Juergen Klopp?

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Real Madrid kemungkinan besar akan mencari manajer baru pada musim panas mendatang, mengingat Alvaro Arbeloa hanya terikat kontrak hingga akhir musim ini. Meskipun catatan Alvaro Arbeloa, khususnya di La Liga, cukup bagus, media-media Spanyol meyakini masih belum ada bukti yang menunjukkan bahwa dia telah secara signifikan meningkatkan tim sejak mengambil alih dari Xabi […]

expand_less