Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Bos OJK: Ekonomi Global Membaik, AS Solid, China Masih Tertekan Jelang 2026

Bos OJK: Ekonomi Global Membaik, AS Solid, China Masih Tertekan Jelang 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perekonomian global secara umum menunjukkan tren perbaikan, meskipun perlambatan ekonomi China masih berlanjut dan menjadi salah satu sumber risiko utama ke depan. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan bahwa aktivitas manufaktur global masih berada di zona ekspansi, meski dengan laju pertumbuhan yang lebih moderat. Namun, lembaga multilateral memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 akan terus melandai dan berada di bawah rata-rata pra-pandemi, seiring meningkatnya tekanan fiskal di sejumlah negara utama.

“Untuk 2026, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan tetap berlanjut, tetapi dengan tren melambat dan risiko fiskal yang semakin meningkat,” ujar Mahendra dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK Desember 2025, Jumat (9/1/2026).

Di Amerika Serikat, kinerja ekonomi dinilai relatif solid. Produk domestik bruto (PDB) Negeri Paman Sam pada kuartal III/2025 tumbuh 4,3% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar. Meski demikian, pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda moderasi, seiring inflasi November 2025 yang turun menjadi 2,7% dan inflasi inti melemah ke level 2,6%.

Sementara itu, tekanan terhadap perekonomian China masih berlanjut. Konsumsi rumah tangga tercatat belum pulih signifikan, sedangkan dari sisi penawaran, indeks PMI manufaktur kembali masuk ke zona kontraksi. Tekanan di sektor properti juga dinilai masih menjadi beban utama bagi ekonomi China.

Perkembangan tersebut mendorong perbedaan arah kebijakan bank sentral global. Federal Reserve dan Bank of England kembali menempuh kebijakan moneter akomodatif dengan memangkas suku bunga acuan pada Desember 2025. Sebaliknya, Bank of Japan justru menaikkan suku bunga kebijakan ke level tertinggi dalam tiga dekade terakhir, dipicu tekanan inflasi yang relatif persisten.

Mahendra menilai divergensi kebijakan tersebut turut memengaruhi dinamika pasar keuangan global. Pasar saham global cenderung menguat merespons penurunan suku bunga di AS, meskipun diiringi kekhawatiran potensi pembentukan gelembung pada saham-saham teknologi. Di sisi lain, kenaikan suku bunga Jepang memicu tekanan pada pasar obligasi sovereign seiring berakhirnya aktivitas carry trade.

Memasuki awal 2026, pelaku pasar juga mencermati perkembangan geopolitik di Venezuela dan potensi dampaknya terhadap stabilitas pasar keuangan global.

Di tengah dinamika global tersebut, OJK mencatat kondisi perekonomian domestik Indonesia masih relatif terjaga. Inflasi inti pada Desember 2025 tercatat meningkat secara moderat, sektor manufaktur tetap berada di fase ekspansi, dan kinerja eksternal tetap solid dengan neraca perdagangan yang kembali mencatatkan surplus.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKP Bangun Laboratorium 2026 untuk Pastikan Produk Laut Indonesia Bebas Radioaktif

    KKP Bangun Laboratorium 2026 untuk Pastikan Produk Laut Indonesia Bebas Radioaktif

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono menyatakan bahwa pemerintah akan membangun laboratorium khusus pada tahun depan untuk memastikan seluruh produk laut (seafood) Indonesia aman dari kontaminasi radioaktif. “Kita akan membangun laboratorium untuk memastikan bahwa seluruh produk laut yang diproduksi Indonesia, baik untuk ekspor maupun konsumsi dalam negeri, aman dari radioaktif,” ujar […]

  • Garuda Indonesia Tambah Modal Rp30,4 Triliun, Ekuitas Berbalik Positif Usai PMTHMETD

    Garuda Indonesia Tambah Modal Rp30,4 Triliun, Ekuitas Berbalik Positif Usai PMTHMETD

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) kembali melakukan langkah besar dalam upaya pemulihan keuangannya. Setelah bertahun-tahun bergulat dengan kerugian dan ekuitas negatif, Garuda bersiap melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) senilai sekitar USD 1,84 miliar atau setara Rp30,4 triliun (asumsi kurs Rp16.569 per dolar AS). Langkah […]

  • Di Pegadaian Hari Ini Emas Galeri24 dan UBS Sudah Rp3,2 Juta per Gram

    Di Pegadaian Hari Ini Emas Galeri24 dan UBS Sudah Rp3,2 Juta per Gram

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas di Pegadaian masih terus menguat pada perdagangan hari ini. Kenaikan harga tersebut baik untuk produk buatan Galeri24 maupun UBS. Mengutip laman Sahabat Pegadaian, Jumat (30/1/2026), harga emas Galeri24 naik tinggi menjadi Rp 3.260.000 per gram dari awalnya Rp 3.068.000 per gram. Kenaikannya mencapai Rp 192.000. Sedangkan untuk harga emas UBS juga […]

  • Hasil Sidang Isbat, Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret

    Hasil Sidang Isbat, Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah menetapkan Idulfitri 2026/ 1447 Hijriah atau 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan tersebut diambil melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag), Kamis (19/3/2026) malam. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan, hasil pemantauan hilal menjadi dasar utama dalam penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah. “Disepakati bahwa 1 Syawal […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo 27 Maret 2026 Stabil, Cabe Rawit Hijau Turun 10 Persen

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo 27 Maret 2026 Stabil, Cabe Rawit Hijau Turun 10 Persen

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga bahan pokok di Pasar Angso Duo terpantau relatif stabil pada Jumat (27/3/2026). Berdasarkan data resmi dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, mayoritas komoditas tidak mengalami perubahan harga signifikan. Meski demikian, terdapat satu komoditas yang mengalami penurunan cukup mencolok, yakni cabai rawit hijau yang turun sekitar 10 persen. Harga cabai rawit hijau […]

  • Harga Emas Antam Cetak Rekor Lagi, Tren Kenaikan Masih Bisa Berlanjut Play Button

    Harga Emas Antam Cetak Rekor Lagi, Tren Kenaikan Masih Bisa Berlanjut

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hari ini (23/12/2025) harga emas kembali mencatatkan rekor tertinggi. Sehari sebelumnya, Senin (22/12) emas logam mulia Antam juga menorehkan rekor. Senin harga dasar emas batangan ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.502.000 untuk perdagangan Senin (22/12/2025), naik Rp 11.000 dibanding harga perdagangan hari sebelumnya. Adapun Selasa ini, harga dasar emas batangan meroket naik Rp […]

expand_less