Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Beranda » Internasional » 71 Sekolah Tutup Usai Ditemukan Asbes Beracun di Bak Pasir Anak-Anak

71 Sekolah Tutup Usai Ditemukan Asbes Beracun di Bak Pasir Anak-Anak

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sebanyak 71 sekolah di Canberra, Australia, terpaksa ditutup pada Senin (17/11/2025) setelah ditemukannya serat asbes beracun di dalam bak pasir bermain anak-anak. Keputusan ini diambil usai hasil uji laboratorium memastikan pasir hias di area bermain terkontaminasi asbes jenis krisotil.

Asbes merupakan mineral berserat yang dulu banyak digunakan sebagai bahan konstruksi karena sifatnya yang tahan panas. Namun penelitian telah membuktikan bahwa paparan jangka panjang terhadap asbes krisotil berisiko menyebabkan kanker paru-paru dan penyakit mematikan lainnya.

Otoritas setempat menyatakan penutupan dilakukan demi keamanan siswa, guru, dan masyarakat. Proses penilaian, pembersihan, hingga remediasi akan dilakukan sebelum sekolah kembali beroperasi.

“Sesuai kewajiban regulasi kami, demi keselamatan siswa, staf, dan masyarakat, kami telah memutuskan menutup sekolah yang menggunakan produk ini untuk pembersihan dan remediasi,” ujar pejabat setempat, dikutip AFP.

Badan pengawas keamanan produk Australia menyebut bahwa risiko paparan dalam kondisi saat ini terbilang rendah. Belum ada temuan serat asbes yang cukup kecil untuk terhirup dalam pengujian awal.

“Pelepasan serat asbes yang bisa terhirup tidak akan terjadi kecuali pasir tersebut dihancurkan atau diproses secara mekanis,” ungkap badan itu.

Meski begitu, kehati-hatian tetap diperlukan mengingat asbes yang melayang di udara dapat menyebabkan penyakit serius seperti asbestosis, kanker paru-paru, pleura, dan mesothelioma. Penyakit-penyakit tersebut dapat berkembang 20–50 tahun setelah paparan.

Australia sudah melarang penggunaan asbes sejak 2013 karena dampak kesehatan jangka panjangnya. Lebih dari 70 negara juga telah menerapkan larangan serupa. Di Indonesia, Mahkamah Agung (MA) pada Maret lalu mewajibkan adanya label peringatan bahaya pada produk berbahan asbes.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanpa Gol, Messi Tetap Mematikan! Trofi Tinggal Selangkah Lagi

    Tanpa Gol, Messi Tetap Mematikan! Trofi Tinggal Selangkah Lagi

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lionel Messi sekali lagi membuktikan kelasnya di panggung terbesar sepak bola dunia. Meski tidak mencatatkan namanya di papan skor, sang kapten menjadi dalang kebangkitan Argentina saat menumbangkan Inggris 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Kamis (16/7/2026) WIB. Dua assist yang dilepaskan megabintang berusia 39 tahun itu menjadi pembeda. Messi […]

  • Menkeu Purbaya Tarik Rp 75 Triliun Dana Pemerintah dari Bank, Dialihkan ke Belanja Rutin K/L

    Menkeu Purbaya Tarik Rp 75 Triliun Dana Pemerintah dari Bank, Dialihkan ke Belanja Rutin K/L

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menarik kembali dana pemerintah berupa Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 75 triliun yang sebelumnya ditempatkan di perbankan. Dana tersebut selanjutnya dialihkan untuk membiayai belanja rutin kementerian dan lembaga (K/L) agar dapat langsung masuk ke sistem perekonomian. Purbaya menjelaskan, dana yang ditarik merupakan penempatan SAL pada kloter kedua, […]

  • Apakah Epilepsi pada Anak Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Medis Lengkapnya

    Apakah Epilepsi pada Anak Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Medis Lengkapnya

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Epilepsi pada anak kerap menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua, terutama terkait peluang kesembuhan dan lamanya pengobatan yang harus dijalani. Sejumlah studi medis menunjukkan bahwa epilepsi tidak selalu bersifat permanen, namun peluang sembuh bergantung pada jenis, penyebab, dan respons terhadap terapi. Menurut World Health Organization (WHO), epilepsi merupakan salah satu gangguan neurologis paling umum […]

  • Harga Emas Antam Naik Tipis, Cek Harga Selengkapnya Disini

    Harga Emas Antam Naik Tipis, Cek Harga Selengkapnya Disini

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sempat turun sehari sebelumnya, kini harga emas produksi Antam kembali menguat pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data terbaru yang diperoleh Jambisnis.com dari laman Logam Mulia pada Selasa (28/4/2026), harga emas Antam naik sebesar Rp5.000, dari sebelumnya Rp2.809.000 menjadi Rp2.814.000 per gram. Kenaikan ini menandai adanya pemulihan tipis setelah tekanan harga yang terjadi pada […]

  • OJK Tegaskan Komitmen Penuhi Standar MSCI

    OJK Tegaskan Komitmen Penuhi Standar MSCI

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat transparansi, tata kelola, dan integritas pasar modal Indonesia, sejalan dengan berbagai persyaratan yang disampaikan oleh Morgan Stanley Capital International Inc. (MSCI). Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO) pasar modal telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas […]

  • Harga Minyak dan Batu Bara Menguat di Tengah Pelemahan CPO dan Timah

    Harga Minyak dan Batu Bara Menguat di Tengah Pelemahan CPO dan Timah

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga berbagai komoditas dunia ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (29/10/2025) waktu setempat. Penguatan tercatat pada komoditas energi seperti minyak mentah dan batu bara, sementara Crude Palm Oil (CPO) dan timah justru melemah di tengah tekanan pasar global. Pergerakan ini menunjukkan dinamika pasar komoditas yang masih dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global, arah kebijakan suku […]

expand_less