Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » OJK Tegaskan Komitmen Penuhi Standar MSCI

OJK Tegaskan Komitmen Penuhi Standar MSCI

  • account_circle Fitri Amalia
  • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat transparansi, tata kelola, dan integritas pasar modal Indonesia, sejalan dengan berbagai persyaratan yang disampaikan oleh Morgan Stanley Capital International Inc. (MSCI).

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO) pasar modal telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas keterbukaan informasi. Salah satunya melalui publikasi data kepemilikan saham secara lebih komprehensif di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak awal Januari 2026.

“Publikasi ini mencakup pengungkapan kepemilikan saham di atas dan di bawah lima persen berdasarkan kategori investor, guna meningkatkan kualitas informasi dan mendukung pengambilan keputusan investor,” ujar Mahendra dalam jumpa pers di BEI, Kamis.

OJK juga berkomitmen memenuhi permintaan tambahan MSCI terkait penyediaan informasi kepemilikan saham dengan porsi di bawah lima persen yang dilengkapi kategori investor dan struktur kepemilikan, serta memastikan seluruh pengungkapan dilakukan sesuai praktik terbaik internasional (best practices).

“Kami berkomitmen memenuhi seluruh penyesuaian tersebut sesuai dengan best practice internasional,” tegas Mahendra.

Selain itu, SRO pasar modal akan menerbitkan ketentuan free float minimum sebesar 15 persen dengan penerapan transparansi yang lebih baik. OJK juga akan memperkuat pengawasan atas implementasi kebijakan tersebut, termasuk penetapan exit policy bagi emiten yang tidak dapat memenuhi ketentuan dalam jangka waktu tertentu.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan data MSCI, OJK juga akan meminta SRO untuk menyediakan informasi mengenai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) emiten pasar modal.

Mahendra menegaskan, seluruh kebijakan ini merupakan bagian dari agenda reformasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas, integritas, dan daya saing pasar modal Indonesia, serta akan dikawal secara langsung melalui koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Ini merupakan komitmen kami untuk memastikan seluruh proses berjalan secara efektif dan tepat waktu,” ujarnya.

Menurut Mahendra, secara umum masukan dari MSCI merupakan sinyal positif karena menunjukkan ketertarikan MSCI untuk tetap memasukkan saham emiten Indonesia dalam indeks global, yang menandakan pasar modal Indonesia masih dinilai potensial dan layak investasi oleh investor internasional.

Terkait pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), OJK terus memantau kondisi pasar dengan memperhatikan berbagai faktor risiko domestik dan global. Untuk menjaga stabilitas, OJK bersama BEI telah menyiapkan sejumlah instrumen kebijakan seperti buyback saham tanpa RUPS, trading halt, serta penyesuaian Auto Rejection Bawah (ARB).

Sebagai otoritas pengawas sektor jasa keuangan, OJK menegaskan komitmennya untuk menjaga kepastian kebijakan dan konsistensi reformasi agar pasar modal Indonesia tetap kredibel dan kompetitif di tingkat global.

  • Penulis: Fitri Amalia

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Makin Terjepit! Tertekan Sentimen Eskalasi Geopolitik di Timteng

    Rupiah Makin Terjepit! Tertekan Sentimen Eskalasi Geopolitik di Timteng

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah belum bisa keluar dari zona merah. Mata uang Indonesia pada perdagangan Rabu (8/7/2026) ini kembali melemah sehingga makin dekat dengan level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Antara, kurs rupiah melemah 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.984 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibanding penutupan perdagangan […]

  • Rupiah Menguat  0,06 Persen Menjadi Rp16.706 per Dolar AS Pagi Ini

    Rupiah Menguat 0,06 Persen Menjadi Rp16.706 per Dolar AS Pagi Ini

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Senin (24/11/2025). Diperdagangan awal pekan ini rupiah menguat 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp16.706 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.716 per dolar AS. Penguatan rupiah terjadi di tengah sentimen pasar yang bercampur antara perkembangan geopolitik global dan rilis data ekonomi domestik yang […]

  • Saham Bank Mandiri Ramai Diserbu Asing

    Saham Bank Mandiri Ramai Diserbu Asing

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Saham bank pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) ramai diserbu asing dengan mencatatkan net foreign buy, pada sesi pertama perdagangan, Kamis (18/12/2025). Menurut data Stockbit, saham Bank Mandiri terpantau bergerak menguat sebesar 2,49% pada sesi I perdagangan hari ini. Data IDX mengungkap, tercatat sudah sebanyak 82,6 juta saham Bank Mandiri ditransaksikan, […]

  • AFPI Perkuat Ekosistem Fintech Indonesia di Hong Kong Fintech Week 2025

    AFPI Perkuat Ekosistem Fintech Indonesia di Hong Kong Fintech Week 2025

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memperkuat posisi Indonesia di kancah global melalui partisipasi dalam Hong Kong Fintech Week (HKFW) 2025, ajang pameran dan konferensi fintech terbesar di dunia. Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar, mengatakan keikutsertaan ini menjadi langkah penting untuk mempromosikan ekosistem pinjaman daring (pindar) Indonesia sekaligus memperluas kerja sama lintas […]

  • Cuaca Jambi Hari Ini: Hujan Petir Hingga Malam

    Cuaca Jambi Hari Ini: Hujan Petir Hingga Malam

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Provinsi Jambi pada Rabu (19/11). Cuaca di sebagian besar kabupaten dan kota diprediksi didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai petir. Beberapa wilayah pegunungan juga berpotensi mengalami suhu lebih dingin dengan kelembapan yang tinggi. Kerinci Wilayah Kerinci diperkirakan mengalami hujan […]

  • Rupiah Melemah, Investor Tunggu Data PDB Indonesia

    Rupiah Melemah, Investor Tunggu Data PDB Indonesia

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah merosot lagi. Dibuka saat mengawali perdagangan Kamis (5/2/2026), rupiah bergerak melemah 28 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.805 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.777 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi seiring rilis data ekonomi AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,04% ke 97,65. Bersamaan dengan rupiah, beberapa mata uang kawasan Asia […]

expand_less