Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Menkeu Purbaya Tarik Rp 75 Triliun Dana Pemerintah dari Bank, Dialihkan ke Belanja Rutin K/L

Menkeu Purbaya Tarik Rp 75 Triliun Dana Pemerintah dari Bank, Dialihkan ke Belanja Rutin K/L

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menarik kembali dana pemerintah berupa Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 75 triliun yang sebelumnya ditempatkan di perbankan. Dana tersebut selanjutnya dialihkan untuk membiayai belanja rutin kementerian dan lembaga (K/L) agar dapat langsung masuk ke sistem perekonomian.

Purbaya menjelaskan, dana yang ditarik merupakan penempatan SAL pada kloter kedua, yang sebelumnya masing-masing disalurkan sebesar Rp 25 triliun ke PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

“Jadi saya tarik, seperti ditarik dari sistem, tapi langsung dibelanjain lagi. Jadi langsung masuk ke sistem perekonomian,” ujar Purbaya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (2/1/2026).

Menanggapi langkah tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menilai penarikan dana SAL tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap likuiditas perbankan nasional. Menurut dia, kondisi likuiditas bank saat ini masih relatif longgar.

“Lihat saja LDR dan undisbursed loans yang besar,” kata Dian.

Sebagai catatan, loan to deposit ratio (LDR) perbankan tercatat sebesar 84,26 persen pada Oktober 2025. Angka tersebut masih berada di bawah ambang batas atas yang dinilai ketat, yakni di atas 90 persen.

Dian menekankan, tantangan utama perbankan saat ini bukan pada ketersediaan likuiditas, melainkan pada permintaan kredit, khususnya untuk investasi, modal kerja, dan konsumsi. Ia optimistis penyaluran kredit dapat membaik seiring membaiknya kondisi ekonomi makro dan mikro.

“Sementara situasi inflasi dan suku bunga yang cenderung rendah,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Wisnu Sunandar menyampaikan bahwa kebijakan penempatan dana pemerintah sejatinya merupakan instrumen strategis untuk memperkuat likuiditas sektor riil. BSI sendiri tercatat menerima penempatan dana SAL pada kloter pertama senilai Rp 10 triliun.

“Pengelolaan dana penempatan pemerintah di BSI berjalan optimal dengan dampak positif bagi ekonomi nasional,” ujar Wisnu.

Menurut Wisnu, dana tersebut terserap secara maksimal melalui berbagai program pembiayaan syariah, terutama pada segmen UMKM dan konsumer. Ia pun menegaskan komitmen BSI untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Di sisi lain, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar di perbankan berpotensi kurang optimal jika tujuannya untuk mempercepat dorongan ke sektor riil. Pasalnya, dana yang diparkir di bank belum tentu langsung berubah menjadi kredit.

Dalam jangka pendek, Josua menilai bank dengan porsi dana pemerintah yang besar berpotensi menghadapi likuiditas yang lebih ketat dan terdorong menaikkan bunga dana atau lebih selektif menyalurkan kredit. Namun, dampak tersebut dapat diminimalkan apabila belanja pemerintah berjalan cepat.

“Dana itu akan kembali ke perbankan sebagai simpanan penerima belanja dan meningkatkan transaksi,” jelas Josua.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Perak Kembali Rp54.950 per Gram

    Harga Perak Kembali Rp54.950 per Gram

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak bersertifikat Antam hari ini terpantau naik. Berdasarkan data dari laman Logam Mulia, Kamis (26/2/2026), harga perak Antam bangkit sebesar Rp 800.000 ke level Rp 54.950 per gram. Selain perak dalam satuan gram, Antam juga menawarkan perak batangan dengan berbagai ukuran yang diproduksi dengan akurasi tinggi dan kemurnian 99,95%. Perak batangan 250 […]

  • Kemenhut Buka Peluang Besar Investasi Karbon, Regulasi Baru Jadi Kunci

    Kemenhut Buka Peluang Besar Investasi Karbon, Regulasi Baru Jadi Kunci

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan bahwa peluang investasi di sektor kehutanan kian terbuka lebar, seiring dorongan pengembangan perdagangan karbon berstandar internasional. Penasihat Utama Menteri Kehutanan, Edo Mahendra, mengatakan Indonesia kini memasuki fase baru dalam pengembangan pasar karbon. Menurut dia, komitmen politik pemerintah telah diterjemahkan secara konkret melalui regulasi. “Indonesia telah memasuki babak […]

  • Iran Serang Kapal Tanker di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Terancam Meledak dan Ekonomi Global Bergejolak

    Iran Serang Kapal Tanker di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Terancam Meledak dan Ekonomi Global Bergejolak

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Situasi Timur Tengah kian memanas setelah Iran mulai menyerang kapal-kapal tanker minyak yang melintas di Selat Hormuz. Serangan ini memicu kekhawatiran serius terhadap lonjakan harga minyak dunia dan potensi guncangan ekonomi global. Militer Iran pada Minggu (1/3/2026) mengonfirmasi telah menyerang kapal tanker yang disebut melanggar larangan melintas di Selat Hormuz. Kapal tanker berbendera […]

  • Bayar Hutang atau Zakat Dulu? Ini Penjelasan Quraish Shihab

    Bayar Hutang atau Zakat Dulu? Ini Penjelasan Quraish Shihab

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bulan Ramadan sering menjadi momen bagi umat Islam untuk menunaikan berbagai ibadah, termasuk membayar zakat. Namun di tengah kewajiban tersebut, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas: mana yang harus didahulukan, membayar hutang atau menunaikan zakat? Ulama tafsir Indonesia, M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa dalam Islam, membayar hutang yang sudah jatuh tempo harus didahulukan […]

  • Danantara Ambil Alih Ekspor Nikel, Industri Khawatir Kontrak Terganggu

    Danantara Ambil Alih Ekspor Nikel, Industri Khawatir Kontrak Terganggu

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mulai 2026. Kebijakan ini digadang untuk menekan praktik manipulasi nilai ekspor, namun memicu kekhawatiran pelaku industri. Langkah tersebut merupakan bagian dari penataan ekspor komoditas strategis, menyasar praktik under invoicing dan transfer pricing yang selama ini dinilai menggerus penerimaan negara. Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan aturan tata kelola ekspor sumber […]

  • LHKPN 2025 Edi Purwanto: Harta Rp 8,74 Miliar, Didominasi Properti di Jambi dan Tangerang Selatan

    LHKPN 2025 Edi Purwanto: Harta Rp 8,74 Miliar, Didominasi Properti di Jambi dan Tangerang Selatan

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Edi Purwanto menunjukkan total kekayaan sebesar Rp 8,74 miliar per 2025. Data ini disampaikan pada 30 Maret 2026 dengan status verifikasi administratif lengkap. Edi, yang kini duduk sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, mencatatkan sebagian besar hartanya dalam bentuk tanah dan bangunan. Nilainya mencapai […]

expand_less