Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Gubernur Malut dan Aceh Minta Solusi atas Pemotongan Dana Transfer ke Daerah

Gubernur Malut dan Aceh Minta Solusi atas Pemotongan Dana Transfer ke Daerah

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf berharap pertemuan antara pemerintah daerah dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dapat menghasilkan solusi konkret pascapemotongan Transfer ke Daerah (TKD) agar pembangunan infrastruktur di daerah tetap berjalan optimal.

Pertemuan yang digelar di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (7/10/2025) itu dihadiri puluhan kepala daerah yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Mereka menyampaikan aspirasi terkait kebijakan pemotongan TKD dan Dana Bagi Hasil (DBH) dalam APBN 2026.

“Kita semua tadi sudah menyuarakan pendapat kepada Pak Menteri Keuangan untuk dipertimbangkan, karena dengan perencanaan dana transfer pusat ke daerah yang ada saat ini, anggaran hanya cukup untuk belanja rutin,” ujar Sherly Tjoanda Laos seusai pertemuan.

Sherly menjelaskan, total dana transfer ke Provinsi Maluku Utara tahun 2025 mencapai sekitar Rp10 triliun, namun pada 2026 menurun menjadi Rp6,7 triliun, atau berkurang sekitar Rp3,5 triliun.
Dari total itu, pemotongan terbesar terjadi pada pos Dana Bagi Hasil (DBH) yang mencapai 60 persen, sehingga berdampak langsung terhadap kemampuan daerah membiayai pembangunan prioritas.

Akibatnya, lanjut Sherly, ruang fiskal daerah semakin terbatas karena sebagian besar anggaran hanya mencukupi belanja rutin dan gaji pegawai, sementara belanja infrastruktur seperti pembangunan jalan dan jembatan ikut terpangkas.

“Mudah-mudahan Pak Menteri Keuangan bisa mencari solusi terbaik agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan, gaji P3K dan belanja pegawai tidak terganggu, serta pertumbuhan ekonomi daerah bisa tetap sesuai harapan,” tambahnya.

Senada dengan itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) juga meminta agar anggaran TKD tidak dipotong, karena kebijakan tersebut menambah beban fiskal di tingkat provinsi.

“Ya, semuanya kami mengusulkan supaya anggaran tidak dipotong, karena beban itu semua ada di provinsi kami masing-masing,” kata Mualem.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menjelaskan bahwa kebijakan pemotongan TKD dilakukan untuk meningkatkan efektivitas belanja daerah dan mendorong penggunaan anggaran yang lebih akuntabel. Namun, Purbaya juga berkomitmen mencari mekanisme solusi agar pertumbuhan ekonomi daerah tetap stabil tanpa mengorbankan keseimbangan fiskal antara pusat dan daerah.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Pegadaian Hari Ini 1 Desember 2025: UBS dan Galeri24 Kompak Stagnan di Level Tertinggi

    Harga Emas Pegadaian Hari Ini 1 Desember 2025: UBS dan Galeri24 Kompak Stagnan di Level Tertinggi

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Pegadaian dari dua produk logam mulia, yakni UBS dan Galeri24, kompak stagnan pada perdagangan Senin, 1 Desember 2025. Stabilnya harga ini terjadi setelah beberapa hari sebelumnya emas sempat merangkak naik mendekati level Rp 2,5 juta per gram. Harga jual emas Galeri24 tetap di Rp 2.458.000 per gram, sementara emas UBS tidak […]

  • Babak Baru Pelemahan Rupiah: Tembus Rp18.015 per Dolar AS

    Babak Baru Pelemahan Rupiah: Tembus Rp18.015 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah makin terpuruk. Pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi, rupiah kembali ambruk dan menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, mata uang Indonesia dibuka melemah 49 poin atau tergerus 0.27 persen ke posisi Rp18.015 per dolar AS. Angka ini menandai fase baru pelemahan […]

  • Harga Sembako Jambi 18 Juni 2026 Stabil, Cabai Rawit Hijau Turun Tajam 22,73 Persen

    Harga Sembako Jambi 18 Juni 2026 Stabil, Cabai Rawit Hijau Turun Tajam 22,73 Persen

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sembako di Kota Jambi terpantau relatif stabil pada Kamis, 18 Juni 2026. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, mayoritas komoditas pokok di Pasar Angso Duo tidak mengalami perubahan harga signifikan. Komoditas beras, yang menjadi kebutuhan utama masyarakat, masih bertahan di kisaran Rp15.000 hingga Rp15.400 per kilogram. Sementara beras operasi pasar […]

  • Rupiah Kembali Terpukul Sentimen Konflik AS-Iran

    Rupiah Kembali Terpukul Sentimen Konflik AS-Iran

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah pada perdagangan awal pekan Senin (13/4/2026). Pada perdagangan sore ini, kurs rupiah ditutup melemah tipis 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.105 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah 17 poin di level Rp17.121 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.104. Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi […]

  • Cuaca Jambi Hari Ini 17 November 2025: Hujan Ringan Merata, Beberapa Daerah Berpotensi Petir

    Cuaca Jambi Hari Ini 17 November 2025: Hujan Ringan Merata, Beberapa Daerah Berpotensi Petir

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Provinsi Jambi hari ini, Senin (17/11/2025). Mayoritas wilayah di Jambi diprediksi akan diguyur hujan ringan, sementara sejumlah daerah berpotensi mengalami hujan disertai petir pada siang hingga malam hari. Cuaca lembap dan suhu yang relatif rendah tinggi di setiap kabupaten/kota juga menandakan kondisi atmosfer […]

  • Bank Mandiri Buka Penawaran Awal Obligasi Keberlanjutan Rp5 Triliun

    Bank Mandiri Buka Penawaran Awal Obligasi Keberlanjutan Rp5 Triliun

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membuka penawaran awal Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 (Sustainability Bond) dengan target nominal penerbitan sebesar Rp5 triliun yang berlangsung mulai 28 November hingga 4 Desember 2025. Adapun masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 15-16 Desember 2025, diikuti penjatahan pada 17 Desember 2025 dan pencatatan di […]

expand_less