Kamis, 13 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Gubernur Malut dan Aceh Minta Solusi atas Pemotongan Dana Transfer ke Daerah

Gubernur Malut dan Aceh Minta Solusi atas Pemotongan Dana Transfer ke Daerah

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf berharap pertemuan antara pemerintah daerah dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dapat menghasilkan solusi konkret pascapemotongan Transfer ke Daerah (TKD) agar pembangunan infrastruktur di daerah tetap berjalan optimal.

Pertemuan yang digelar di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (7/10/2025) itu dihadiri puluhan kepala daerah yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Mereka menyampaikan aspirasi terkait kebijakan pemotongan TKD dan Dana Bagi Hasil (DBH) dalam APBN 2026.

“Kita semua tadi sudah menyuarakan pendapat kepada Pak Menteri Keuangan untuk dipertimbangkan, karena dengan perencanaan dana transfer pusat ke daerah yang ada saat ini, anggaran hanya cukup untuk belanja rutin,” ujar Sherly Tjoanda Laos seusai pertemuan.

Sherly menjelaskan, total dana transfer ke Provinsi Maluku Utara tahun 2025 mencapai sekitar Rp10 triliun, namun pada 2026 menurun menjadi Rp6,7 triliun, atau berkurang sekitar Rp3,5 triliun.
Dari total itu, pemotongan terbesar terjadi pada pos Dana Bagi Hasil (DBH) yang mencapai 60 persen, sehingga berdampak langsung terhadap kemampuan daerah membiayai pembangunan prioritas.

Akibatnya, lanjut Sherly, ruang fiskal daerah semakin terbatas karena sebagian besar anggaran hanya mencukupi belanja rutin dan gaji pegawai, sementara belanja infrastruktur seperti pembangunan jalan dan jembatan ikut terpangkas.

“Mudah-mudahan Pak Menteri Keuangan bisa mencari solusi terbaik agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan, gaji P3K dan belanja pegawai tidak terganggu, serta pertumbuhan ekonomi daerah bisa tetap sesuai harapan,” tambahnya.

Senada dengan itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) juga meminta agar anggaran TKD tidak dipotong, karena kebijakan tersebut menambah beban fiskal di tingkat provinsi.

“Ya, semuanya kami mengusulkan supaya anggaran tidak dipotong, karena beban itu semua ada di provinsi kami masing-masing,” kata Mualem.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menjelaskan bahwa kebijakan pemotongan TKD dilakukan untuk meningkatkan efektivitas belanja daerah dan mendorong penggunaan anggaran yang lebih akuntabel. Namun, Purbaya juga berkomitmen mencari mekanisme solusi agar pertumbuhan ekonomi daerah tetap stabil tanpa mengorbankan keseimbangan fiskal antara pusat dan daerah.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejagung Selidiki Dugaan Keuntungan Harian Rp6 Juta dari Program MBG

    Kejagung Selidiki Dugaan Keuntungan Harian Rp6 Juta dari Program MBG

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • 0Komentar

    JBCNEWS.ID – Kejaksaan Agung menelusuri dugaan aliran dana dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menyebut Dadan dan pihak terkait diduga ikut menikmati insentif harian yang dialokasikan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Kurang lebih yang Rp6 […]

  • 7 Manfaat Berendam Air Es untuk Kesehatan, Lengkap dengan Waktu Terbaik dan Risikonya

    7 Manfaat Berendam Air Es untuk Kesehatan, Lengkap dengan Waktu Terbaik dan Risikonya

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Berendam air es atau ice bath kian populer sebagai metode pemulihan tubuh, khususnya di kalangan atlet dan pegiat kebugaran. Terapi ini dilakukan dengan merendam tubuh dalam air bersuhu dingin, biasanya setelah aktivitas fisik intens. Tren ini bukan sekadar gaya hidup, tetapi juga didukung sejumlah penelitian yang menunjukkan manfaatnya bagi kesehatan. Meski demikian, praktik […]

  • IHSG Anjlok 2,46% ke 6.926 Sesi I, Saham Tambang Tersungkur Pimpin Penurunan

    IHSG Anjlok 2,46% ke 6.926 Sesi I, Saham Tambang Tersungkur Pimpin Penurunan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok dalam pada perdagangan sesi I, Kamis, 30 April 2026. Indeks ditutup melemah 174,67 poin atau 2,46% ke level 6.926,54. Tekanan jual mendominasi pasar. Sebanyak 618 saham turun, hanya 95 saham menguat, dan 98 saham bergerak stagnan. Pelemahan merata di seluruh sektor, menandakan sentimen negatif yang luas di […]

  • 9 Makanan Khas Imlek dan Maknanya, Simbol Harapan Baik di Tahun Baru

    9 Makanan Khas Imlek dan Maknanya, Simbol Harapan Baik di Tahun Baru

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan suasana hangat, kumpul keluarga, dan meja makan yang penuh hidangan istimewa. Bukan sekadar lezat, makanan khas Imlek juga dipercaya menyimpan makna mendalam sebagai doa dan harapan untuk menyambut tahun yang baru. Mulai dari simbol umur panjang, kelimpahan rezeki, hingga keharmonisan keluarga, setiap sajian punya cerita dan […]

  • Harga TBS Kelapa Sawit Jambi Anjlok Play Button

    Harga TBS Kelapa Sawit Jambi Anjlok

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Provinsi Jambi periode kali ini mengalami penurunan. Harga TBS kelapa sawit periode 24-30 Oktober ini ditetapkan pada Kamis (23/20/2025) di Dinas Perkebunan Provinsi Jambi. Untuk harga TBS kelapa sawit umur tanam 10-20 tahun turun sebesar Rp 59,89 per kilogram TBS. Berikut Harga TBS kelapa sawit Provinsi […]

  • Regulasi Ketat Bikin Orang Kaya China Hengkang dari Singapura

    Regulasi Ketat Bikin Orang Kaya China Hengkang dari Singapura

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gelombang orang kaya asal China dilaporkan mulai meninggalkan Singapura. Negara yang sebelumnya menjadi tujuan favorit para taipan dan keluarga superkaya dari daratan China kini tidak lagi dianggap sebagai “surga aman” setelah pemerintah memperketat regulasi keuangan dan pengawasan kekayaan. Mengutip CNBC, Minggu (16/11/2025), tren ini membalikkan arus besar sejak 2019 ketika banyak konglomerat China […]

expand_less