Rupiah Tersungkur Pagi Ini! Sentuh Rp17.859 per Dolar AS
- account_circle Darmanto Zebua
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Petugas bank menghitung uang yang akan diserahkan ke nasabah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali membuka perdagangan dengan tekanan. Pada Selasa (2/6/2026) pagi, rupiah tercatat melemah 54,50 poin atau 0,31 persen ke level Rp17.859 per dolar AS setelah sehari sebelumnya mencatat penguatan signifikan. Penutupan sebelumnya rupiah diposisi pada level Rp17.805 per dolar AS.
Pelemahan ini memperpanjang tren fluktuasi rupiah di tengah sentimen global yang masih belum stabil. Salah satu faktor yang turut menekan adalah penguatan tipis indeks dolar AS yang naik 0,01 persen ke level 99,21.
Dikutip dari TradingView, mata uang Asia cenderung bergerak konsolidatif terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (2/6/2026), seiring pelaku pasar mencermati perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump pada Senin berupaya meredakan ketegangan yang meningkat antara Israel dan Hizbullah, yang dikhawatirkan dapat mengganggu proses perundingan damai antara AS dan Iran.
Ekonom Senior sekaligus Strategis Mata Uang Senior Commonwealth Bank of Australia (CBA), Kristina Clifton, memperkirakan AS dan Iran berpotensi mencapai kesepakatan dalam waktu dekat terkait pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap serta perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari guna melanjutkan negosiasi mengenai program pengayaan uranium Iran.
“Kami memperkirakan AS dan Iran akan sepakat membuka kembali Selat Hormuz secara bertahap dan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari untuk melanjutkan perundingan mengenai pengayaan uranium Iran dalam pekan ini,” ujar Clifton dalam risetnya.
Menurut Clifton, kabar positif mengenai berakhirnya konflik berpotensi menekan dolar AS karena mata uang tersebut selama ini mendapat dukungan dari statusnya sebagai aset safe haven.
“Berita baik mengenai berakhirnya perang akan membebani dolar AS karena mata uang tersebut merupakan aset lindung nilai saat ketidakpastian meningkat,” tambahnya.
Data LSEG menunjukkan dolar AS bergerak relatif stabil di level 159,67 yen Jepang. Sementara terhadap won Korea Selatan, dolar melemah sekitar 0,1% ke posisi 1.511,50 won.(*)
- Penulis: Darmanto Zebua
- Editor: Darmanto Zebua

