Jumat, 1 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Industri Tekstil Indonesia Tak Lagi Berstatus ‘Sunset Industry’

Industri Tekstil Indonesia Tak Lagi Berstatus ‘Sunset Industry’

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sab, 25 Okt 2025

JAMBISNIS.COM – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional telah bangkit dan tidak lagi berstatus sebagai “sunset industry” atau industri yang menurun. Sempat dianggap mati suri, kini industri tekstil Indonesia justru kembali menorehkan catatan pertumbuhan positif. Modernisasi pabrik, efisiensi energi, dan dukungan pemerintah menjadi kunci kebangkitan sektor padat karya ini.

Dalam sambutannya saat membuka konferensi tahunan International Textile Manufacturers Federation (ITMF) dan International Apparel Federation (IAF) World Fashion Convention 2025 di Yogyakarta, Jumat (24/10), Agus menyebut bahwa sektor TPT mencatat pertumbuhan 5,39 persen dalam satu tahun terakhir, atau sejak triwulan IV 2024 hingga triwulan II 2025.

“Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) terus tumbuh dan tidak lagi berstatus ‘sunset industry’,” ujar Agus dikutip Sabtu (25/10).

Kontribusi sektor TPT terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional juga mencapai 0,98 persen, menandakan peran strategisnya dalam menopang ekonomi nasional di tengah tantangan global. Pemerintah, kata Agus, terus menjaga momentum pertumbuhan tersebut melalui modernisasi industri tekstil, salah satunya lewat program restrukturisasi mesin dan peralatan.

Program ini terbukti meningkatkan kapasitas produksi hingga 21,75 persen, efisiensi energi sebesar 11,86 persen, serta menciptakan tambahan lapangan kerja sebesar 3,96 persen. Selain itu, penyederhanaan perizinan investasi berbasis risiko melalui Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 turut mempercepat masuknya investasi baru ke sektor manufaktur padat karya.

Menperin juga memaparkan bahwa pemerintah telah menyalurkan Kredit Industri Padat Karya senilai Rp 20 triliun pada 2025. Skema pembiayaan ini menyasar 2.000–10.000 perusahaan tekstil dan apparel guna mendukung ekspansi usaha, menjaga serapan tenaga kerja, dan memperkuat ketahanan industri nasional.

Selain itu, sektor ini juga mendapat dukungan melalui fasilitas masterlist untuk impor barang modal dan insentif fiskal berupa tax holiday, tax allowance, investment allowance, hingga super deduction tax untuk perusahaan yang aktif dalam riset dan pendidikan vokasi.

“Dalam kondisi ini, industri TPT tetap menjadi pilar strategis manufaktur Indonesia yang menopang pertumbuhan inklusif, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi nasional,” kata Agus.

Kinerja ekspor juga menunjukkan tren positif. Produk tekstil Indonesia dengan kode HS 61 (pakaian dan aksesori rajutan) kini menjadi komoditas surplus perdagangan terbesar kedua di pasar Amerika Serikat, dengan nilai mencapai USD 1,86 miliar, mengungguli produk alas kaki (HS 64) senilai USD 1,85 miliar. Pencapaian ini menegaskan bahwa daya saing industri tekstil Indonesia di pasar global semakin kuat, terutama pada kategori produk bernilai tambah tinggi.

Menurut data Kemenperin, Indonesia kini masuk lima besar negara produsen tekstil paling efisien di dunia. Subsektor pemintalan benang: biaya produksi hanya USD 2,71 per kilogram, lebih efisien dibandingkan India, Tiongkok, dan Turki.

  • Subsektor pertenunan: biaya produksi USD 8,84 per meter.
  • Fabric finishing: hanya USD 1,16 per meter, termasuk yang terendah secara global.

“Angka-angka tersebut menjadi bukti nyata daya saing global Indonesia dan bisa menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan masa depan,” tutur Agus.

Menperin menegaskan bahwa sektor TPT akan tetap menjadi pilar utama industri manufaktur Indonesia, seiring dengan peningkatan efisiensi, adopsi teknologi baru, dan transformasi hijau.

Pemerintah juga tengah mendorong pengembangan fashion berkelanjutan, penggunaan serat ramah lingkungan, dan digitalisasi rantai pasok untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta rantai nilai global.

“Kita ingin industri tekstil Indonesia bukan hanya menjadi besar, tapi juga berkelas dunia — efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi,” tegasnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aduh! Harga Emas Antam Merosot Rp16.0000 Hari Ini

    Aduh! Harga Emas Antam Merosot Rp16.0000 Hari Ini

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini merosot. Nilai harga jatuhnya lumayan besar yakni Rp 16.000 hingga menjadi Rp 2.348.000 per gram. Sementara, harga emas Antam termahal kini mencapai Rp2,28 miliar. Sedangkan harga beli kembali atau buyback emas Antam juga terpangkas sebesar Rp 16.000 ke level Rp 2.209.000 per gram. […]

  • 2026, GM Siap Hadirkan Asisten virtual Berbasis AI

    2026, GM Siap Hadirkan Asisten virtual Berbasis AI

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perusahaan otomotif asal Amerika Serikat, General Motors (GM), mengumumkan rencana untuk menambahkan asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) Google Gemini ke mobil, truk, dan SUV mereka mulai tahun 2026. GM merupakan pabrikan otomotif terbaru yang mengadopsi teknologi asisten mengemudi berbasis AI generatif untuk menghadirkan interaksi yang lebih alami antara pengemudi dan kendaraan […]

  • Proyek BTN Ecopark Gandul Senilai Rp322,9 Miliar Selesai Dibangun

    Proyek BTN Ecopark Gandul Senilai Rp322,9 Miliar Selesai Dibangun

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT PP (Persero) Tbk. telah merampungkan pembangunan BTN Ecopark Gandul Tahap 1, kawasan Human Development milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. dengan nilai proyek Rp322,9 miliar. Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 5 hektare itu diresmikan pada Jumat (5/12/2025), menandai hadirnya kawasan pengembangan SDM perbankan dengan standar Green Building Council Indonesia […]

  • 7 Kesalahan Finansial Ibu Rumah Tangga Saat Memulai Usaha Rumahan

    7 Kesalahan Finansial Ibu Rumah Tangga Saat Memulai Usaha Rumahan

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Usaha rumahan kerap dipilih ibu rumah tangga sebagai cara menambah penghasilan keluarga. Modal yang relatif kecil, fleksibilitas waktu, dan bisa dijalankan dari rumah membuat jenis usaha ini terlihat minim risiko. Namun pada praktiknya, tidak sedikit usaha rumahan justru berhenti di tengah jalan. Penyebabnya bukan semata karena produk tidak laku atau persaingan ketat, melainkan […]

  • Damkar Palmerah Kota Jambi Berhasil Pulihkan Warga Kerasukan di Sungai Gelam

    Damkar Palmerah Kota Jambi Berhasil Pulihkan Warga Kerasukan di Sungai Gelam

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kejadian unik terjadi di Desa Sungai Gelam, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa malam (3/3/2026). Seorang warga dilaporkan kerasukan hingga hilang kesadaran, dan penanganannya dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Jambi. Laporan masuk melalui WhatsApp resmi Damkar sekitar pukul 22.00 WIB dari seorang warga bernama Nur Indah, yang meminta […]

  • Wali Kota Sungai Penuh Perintahkan Verifikasi Data BPJS, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

    Wali Kota Sungai Penuh Perintahkan Verifikasi Data BPJS, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kota Kota Sungai Penuh bergerak cepat memperbaiki data penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan. Wali Kota Alfin menginstruksikan agar dilakukan verifikasi ulang secara menyeluruh terhadap data kepesertaan yang selama ini ditanggung pemerintah. Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Alfin pada Rabu (11/3/2026). Ia menegaskan bahwa langkah ini penting agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat […]

expand_less