Rabu, 22 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Menkeu Purbaya Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia di Era SBY dan Jokowi

Menkeu Purbaya Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia di Era SBY dan Jokowi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa perekonomian Indonesia dalam 20 tahun terakhir berjalan tidak seimbang. Dalam pandangannya, baik di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun Joko Widodo (Jokowi), pertumbuhan ekonomi nasional terlalu bergantung pada satu mesin saja.

Menurut Purbaya, pada masa pemerintahan SBY, fokus utama diarahkan pada pengembangan sektor swasta, sementara belanja pemerintah relatif rendah. “Di 10 tahun pertama jamannya SBY, yang jalan private sector, government-nya enggak belanja betul,” ujarnya dalam pertemuan bersama Tirto, dikutip Kamis (13/11/2025).

Sebaliknya, di era Jokowi, pemerintah menggenjot belanja publik besar-besaran, terutama melalui pembangunan infrastruktur nasional. Namun, perhatian terhadap sektor swasta justru melemah, sehingga pertumbuhan industri menjadi lebih lambat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada masa SBY, industri pengolahan nonmigas tumbuh dari 5,10 persen (2004–2009) menjadi 6,10 persen (2009–2014). Sedangkan di masa Jokowi, pertumbuhan turun menjadi 4,70 persen (2014–2019) dan kembali melemah ke 3,95 persen pada kuartal II 2024.

“Dua puluh tahun terakhir, mesin ekonomi kita selalu timpang. SBY fokus di sektor swasta, Jokowi di belanja pemerintah. Ke depan, dua mesin ini harus tumbuh bersama,” tegas Purbaya.

Mantan Dewan Komisioner LPS itu juga menambahkan bahwa keseimbangan antara investasi swasta dan belanja pemerintah menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Jika kedua sektor berjalan seiring, menurutnya, lapangan kerja akan meluas, pendapatan meningkat, dan masa depan generasi muda Indonesia akan lebih cerah.

“Kalau dua-duanya tumbuh, masa depan kita akan baik. Gen Z nanti bisa lebih mudah cari kerja dan punya penghasilan lebih besar,” pungkasnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emas Antam Turun Rp7.000, Segini Harganya Per Gram Sekarang

    Emas Antam Turun Rp7.000, Segini Harganya Per Gram Sekarang

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam melorot pada perdagangan hari ini, Rabu (11/2/2026). Sekarang harga emas Antam dibanderol Rp2.947.000 per gram. Harga tersebut turun Rp 7.000 per gram dibanding perdagangan kemarin yang mencapai Rp2.954.000. Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam ditetapkan menjadi seharga Rp2.741.000 per gram. Harga tersebut sewaktu-waktu bisa berubah. ‎Transaksi harga jual […]

  • Garuda–Citilink Kocok Ulang Rute, Cegah Kanibalisasi & Perkuat Efisiensi Operasional

    Garuda–Citilink Kocok Ulang Rute, Cegah Kanibalisasi & Perkuat Efisiensi Operasional

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Garuda Indonesia (GIAA) dan Citilink melakukan penataan ulang rute penerbangan untuk mencegah kanibalisasi antarunit usaha dalam satu grup. Langkah ini menjadi bagian dari strategi transformasi untuk mengembalikan kinerja perseroan agar lebih sehat dan kompetitif. Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Sugiarto Oentoro, menegaskan bahwa harmonisasi jaringan penerbangan menjadi kunci untuk menghindari gesekan pasar […]

  • Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Turun, Cek Rinciannya di Sini

    Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Turun, Cek Rinciannya di Sini

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menjelang akhir pekan, tren harga emas domestik terpantau kembali melandai mengikuti fluktuasi pasar global. Penurunan harga turut dialami tiga jenama emas yang diperjualbelikan di Pegadaian, yakni UBS, Antam dan Galeri24. Berdasarkan data terbaru dari laman Sahabat Pegadaian pada Jumat (17/4/2026), tiga produk logam mulia tersebut kompak turun masing-masing menjadi Rp2.918.000, Rp3.004.000, dan Rp2.886.000 […]

  • Bos Nuklir Rusia Rosatom Temui Prabowo, Bahas Kerja Sama PLTN dan Energi Nuklir di Indonesia

    Bos Nuklir Rusia Rosatom Temui Prabowo, Bahas Kerja Sama PLTN dan Energi Nuklir di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Jenderal Rosatom State Corporation, Alexey Likhachev, bertemu Presiden RI Prabowo Subianto pada Selasa, 12 Mei 2026. Pertemuan itu membahas peluang kerja sama pengembangan energi nuklir sipil di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan sejumlah agenda strategis, mulai dari pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), pengembangan reaktor modular kecil (small modular reactor/SMR), […]

  • Banjir Bandang Terjang Sitaro, 16 Orang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak

    Banjir Bandang Terjang Sitaro, 16 Orang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Korban jiwa akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, terus bertambah. Hingga Selasa (6/1/2026) siang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 16 orang meninggal dunia dan ratusan rumah warga mengalami kerusakan. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bencana tersebut dipicu hujan berintensitas […]

  • Harga Cabai Merah di Pasar Talang Banjar Lebih Murah di Bandingkan Angso Duo

    Harga Cabai Merah di Pasar Talang Banjar Lebih Murah di Bandingkan Angso Duo

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga bahan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, pada 19 Mei 2026 bergerak relatif datar. Hampir seluruh komoditas tercatat stabil, kecuali cabai merah yang mengalami koreksi tipis. Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi menunjukkan harga cabai merah besar dan cabai merah kecil turun 5,26 persen menjadi Rp 36.000 per kilogram. […]

expand_less