Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Menkeu Purbaya Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia di Era SBY dan Jokowi

Menkeu Purbaya Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia di Era SBY dan Jokowi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa perekonomian Indonesia dalam 20 tahun terakhir berjalan tidak seimbang. Dalam pandangannya, baik di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun Joko Widodo (Jokowi), pertumbuhan ekonomi nasional terlalu bergantung pada satu mesin saja.

Menurut Purbaya, pada masa pemerintahan SBY, fokus utama diarahkan pada pengembangan sektor swasta, sementara belanja pemerintah relatif rendah. “Di 10 tahun pertama jamannya SBY, yang jalan private sector, government-nya enggak belanja betul,” ujarnya dalam pertemuan bersama Tirto, dikutip Kamis (13/11/2025).

Sebaliknya, di era Jokowi, pemerintah menggenjot belanja publik besar-besaran, terutama melalui pembangunan infrastruktur nasional. Namun, perhatian terhadap sektor swasta justru melemah, sehingga pertumbuhan industri menjadi lebih lambat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada masa SBY, industri pengolahan nonmigas tumbuh dari 5,10 persen (2004–2009) menjadi 6,10 persen (2009–2014). Sedangkan di masa Jokowi, pertumbuhan turun menjadi 4,70 persen (2014–2019) dan kembali melemah ke 3,95 persen pada kuartal II 2024.

“Dua puluh tahun terakhir, mesin ekonomi kita selalu timpang. SBY fokus di sektor swasta, Jokowi di belanja pemerintah. Ke depan, dua mesin ini harus tumbuh bersama,” tegas Purbaya.

Mantan Dewan Komisioner LPS itu juga menambahkan bahwa keseimbangan antara investasi swasta dan belanja pemerintah menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Jika kedua sektor berjalan seiring, menurutnya, lapangan kerja akan meluas, pendapatan meningkat, dan masa depan generasi muda Indonesia akan lebih cerah.

“Kalau dua-duanya tumbuh, masa depan kita akan baik. Gen Z nanti bisa lebih mudah cari kerja dan punya penghasilan lebih besar,” pungkasnya.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sanae Takaichi Belum Ada Saingan, Jabatan Perdana Menteri Jepang

    Sanae Takaichi Belum Ada Saingan, Jabatan Perdana Menteri Jepang

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Upaya pemimpin Partai Liberal Demokratik (LDP), Sanae Takaichi, untuk menjadi perdana menteri wanita pertama Jepang kembali mendapatkan momentum pekan ini. Hal ini terjadi seiring dengan kemajuan pembicaraan aliansi dengan partai politik lain. Setelah Partai Komeito mengakhiri kerja sama mereka selama 26 tahun pekan lalu, LDP yang hampir selalu memimpin Jepang sejak era pasca-perang […]

  • Ekonomi Iran Porak Poranda: Inflasi Tinggi, Nilai Tukar Rial Anjlok, Harga Pangan Melonjak

    Ekonomi Iran Porak Poranda: Inflasi Tinggi, Nilai Tukar Rial Anjlok, Harga Pangan Melonjak

    • calendar_month 5 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kondisi ekonomi Iran kian memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Tingginya inflasi, anjloknya nilai tukar mata uang rial, serta melonjaknya harga kebutuhan pokok membuat daya beli masyarakat tertekan dan memicu gelombang protes di berbagai kota. Tekanan ekonomi tersebut diperparah oleh kejatuhan nilai tukar rial yang sangat drastis. Data menunjukkan, pada pertengahan Desember 2025, nilai […]

  • The Fed Siap Pangkas Suku Bunga Lagi, Tapi Tetap Waspadai Inflasi

    The Fed Siap Pangkas Suku Bunga Lagi, Tapi Tetap Waspadai Inflasi

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), memberi sinyal siap melanjutkan pemangkasan suku bunga tahun ini. Namun, para pejabat tetap berhati-hati karena tekanan inflasi dinilai masih tinggi dan berpotensi menekan stabilitas ekonomi. Dalam risalah rapat kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar pada 16–17 September 2025 menunjukkan bahwa sebagian besar […]

  • Rupiah Stagnan Diposisi Rp16.780 per Dolar AS

    Rupiah Stagnan Diposisi Rp16.780 per Dolar AS

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah dibuka stagnan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pagi ini, Kamis (8/1/2026). Melansir dari Antara, mata uang rupiah stagnan di posisi Rp16.780. Nilai itu sama seperti penutupan hari sebelumnya. Di Asia, mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS pagi ini. Dolar Taiwan mencatat pelemahan terdalam yakni 0,27%, disusul ringgit Malaysia […]

  • PLN Pulihkan 93% Listrik Aceh Usai Banjir, Empat Kabupaten Sudah Kembali Menyala

    PLN Pulihkan 93% Listrik Aceh Usai Banjir, Empat Kabupaten Sudah Kembali Menyala

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT PLN (Persero) mengumumkan berhasil memulihkan 93% pasokan listrik di wilayah Aceh pasca diterjang bencana banjir di sejumlah kabupaten. Dengan pemulihan ini, lebih dari 1,7 juta pelanggan kembali menikmati layanan listrik. Empat lokasi terparah yang sempat padam total kini sudah kembali menyala, meliputi Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang dan Gayo Lues. […]

  • Danantara Ungkap Alasan Pilih Purnawirawan TNI dan Ekspat Pimpin Garuda Indonesia

    Danantara Ungkap Alasan Pilih Purnawirawan TNI dan Ekspat Pimpin Garuda Indonesia

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Danantara Indonesia menjelaskan alasan di balik pemilihan jajaran pimpinan baru PT Garuda Indonesia (Persero), termasuk penunjukan purnawirawan TNI sebagai Direktur Utama hingga dua ekspatriat untuk menduduki kursi strategis dalam manajemen maskapai pelat merah itu. Transformasi kepemimpinan ini menjadi bagian dari upaya besar Danantara memperbaiki kinerja Garuda, baik secara operasional maupun finansial. Managing Director […]

expand_less