Skema Pembiayaan Impor 105 Ribu Pikap untuk Kopdes, Menkeu Purbaya Pastikan Tak Bebani APBN
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 11 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
JAMBISNIS.COM – Rencana impor 105.000 unit mobil pikap dari India untuk kebutuhan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dipastikan tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, pembiayaan pengadaan kendaraan operasional tersebut bersumber dari pinjaman perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
“Jadi Kopdes Merah Putih meminjam uang dari Bank Himbara,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta.
Menurut dia, pemerintah melalui Kementerian Keuangan hanya akan membayarkan cicilan pinjaman tersebut sekitar Rp 40 triliun per tahun selama enam tahun ke depan.
Purbaya menjelaskan, pembayaran cicilan dilakukan dengan mengalihkan sebagian dana desa yang memang telah dialokasikan setiap tahun dalam APBN. Dengan skema tersebut, ia menilai tidak ada tambahan risiko fiskal.
“Risikonya clear, tidak ada tambahan risiko fiskal. Karena setiap tahun pun sebagian uangnya dipindahkan dari dana desa. Jadi belanjanya tetap ada, hanya cara belanjanya yang berubah,” katanya.
Ia menegaskan, skema ini tidak menambah beban baru terhadap keuangan negara, melainkan hanya mengubah mekanisme penggunaan anggaran yang sudah tersedia.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkapkan bahwa nilai rencana impor 105.000 unit pikap dan truk tersebut mencapai Rp 24,66 triliun.
Armada yang akan didatangkan terdiri atas 35.000 unit pikap 4×4 dari Mahindra & Mahindra, 35.000 unit pikap 4×4, serta 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors. Kendaraan tersebut direncanakan untuk mendukung operasional Kopdes Merah Putih di berbagai daerah, khususnya dalam distribusi logistik dan penguatan aktivitas ekonomi desa.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar