Selasa, 19 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Bhima Yudhistira Dorong ASEAN Kurangi Ketergantungan Investasi pada Singapura

Bhima Yudhistira Dorong ASEAN Kurangi Ketergantungan Investasi pada Singapura

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai pentingnya memperluas sumber investasi di ASEAN agar kawasan tidak terlalu bergantung pada Singapura sebagai pusat investasi utama. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kemandirian ekonomi regional di tengah ketidakpastian global.

“Kalau bicara investasi intra-ASEAN, Singapura itu nomor satu sebagai negara asal investasi ke Indonesia. Selama ini, Singapura memang memainkan peran sebagai hub investasi, baik dari China, Eropa, maupun Amerika,” ujar Bhima saat dihubungi di Jakarta, Senin (27/10/2025).

Pernyataan Bhima merespons hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, yang menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis di bidang ekonomi. Di antaranya penguatan perdagangan intra-ASEAN, peningkatan investasi regional, penguatan integrasi lintas sektor, serta komitmen menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan gangguan rantai pasok.

Bhima menjelaskan, selama ini sebagian besar investasi asing ke ASEAN masih didominasi oleh Singapura. Hal ini disebabkan karena banyak investor global menempatkan entitas keuangan mereka di Singapura sebelum menyalurkan modal ke negara-negara lain di Asia Tenggara.

“Singapura menjadi pintu utama arus investasi asing ke kawasan, termasuk ke Indonesia. Negara ASEAN lainnya, seperti Malaysia, kontribusinya masih terbatas,” jelasnya.

Bhima mencontohkan, Malaysia baru mulai aktif berinvestasi di beberapa sektor seperti perkebunan, tetapi kontribusinya di sektor hilirisasi mineral atau industri padat karya masih tergolong kecil.

Dalam KTT ke-47 ASEAN, Indonesia menyerukan pentingnya integrasi ekonomi kawasan melalui sistem perdagangan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. Salah satu hasil konkret dari pertemuan tersebut adalah penandatanganan The Second Protocol to Amend the ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA Upgrade).

Perjanjian ini mendorong praktik perdagangan yang berwawasan lingkungan, memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatkan konektivitas rantai pasok, serta menyediakan mekanisme penyelesaian sengketa dagang alternatif antarnegara anggota.

Berdasarkan ASEAN Investment Report 2025, arus masuk investasi langsung asing (FDI) ke kawasan ASEAN pada tahun 2024 tumbuh 8,5 persen, mencapai 226 miliar dolar AS. Dari total tersebut, sekitar 14 persen merupakan investasi yang berasal dari sesama negara ASEAN.

Bhima menilai, angka tersebut masih menunjukkan potensi besar bagi peningkatan investasi intra-kawasan.

“Ke depan, ASEAN perlu memperluas sumber investasi agar lebih merata, tidak hanya berpusat di Singapura. Ini penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan daya tahan kawasan,” tegas Bhima.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir Besar Sumatra 2025 Berpotensi Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Nasional

    Banjir Besar Sumatra 2025 Berpotensi Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) sejak pekan lalu dipastikan memberi tekanan berat terhadap perekonomian nasional pada kuartal IV 2025. Sekitar 50 kabupaten/kota terdampak parah, dengan ribuan rumah rusak dan aktivitas ekonomi lumpuh total. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (2/12) mencatat […]

  • Program Sertifikasi Halal Gratis Dongkrak Ekonomi

    Program Sertifikasi Halal Gratis Dongkrak Ekonomi

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) yang digencarkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) terus memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia. Selain memastikan produk UMKM memenuhi standar halal, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi ribuan pendamping yang terlibat dalam proses sertifikasi di lapangan. Salah satu kisah […]

  • Cadangan Devisa RI Tembus US6,5 Miliar di Desember 2025

    Cadangan Devisa RI Tembus US$156,5 Miliar di Desember 2025

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia per akhir Desember 2025 mencapai US$156,5 miliar. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan posisi November 2025 yang tercatat sebesar US$150,1 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, kenaikan cadangan devisa tersebut ditopang oleh sejumlah faktor, mulai dari penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk […]

  • Harga Cabai di Pasar Angso Duo Kota Jambi Turun 16,67 persen

    Harga Cabai di Pasar Angso Duo Kota Jambi Turun 16,67 persen

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo terpantau relatif stabil pada Kamis (23/4/2026). Namun, penurunan signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit yang menjadi sorotan utama hari ini. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, sebagian besar harga sembako tidak mengalami perubahan. Komoditas strategis seperti beras, gula, minyak goreng, hingga daging masih […]

  • Harga Perak Antam Terkoreksi Rp2.900 Hari Ini: Anjlok!

    Harga Perak Antam Terkoreksi Rp2.900 Hari Ini: Anjlok!

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam mengalami penurunan hari ini, Selasa (3/3/2026). Data terbaru menunjukkan bahwa harga perak Antam terkoreksi cukup dalam setelah perdagangan sebelumnya. Mengutip dari laman Logam Mulia, harga perak Antam turun sebesar Rp2.900 per gram. Pergerakan ini menempatkan harga perak pada level Rp 56.200 per gram, dari harga perdagangan sebelumnya berada di […]

  • Aduuuh, 13.402 Penerima Bansos di Jambi Juga Pemain Judi Online Ini Datanya

    Aduuuh, 13.402 Penerima Bansos di Jambi Juga Pemain Judi Online Ini Datanya

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pecandu judol memang tak kenal kelas sosial. Miskin, kaya, pria, wanita, pekerja mapan hingga buruh serabutan ada di sana. Ironisnya dari data yang dibeberkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tidak sedikit penerima bansos di Jambi yang terjerumus judi online. Bahkan, mereka dengan berpenghasilan di bawah Rp 5 juta mendominasi jumlah penjudi […]

expand_less