Breaking News
light_mode
Beranda » Perbankan » Simpanan Nasabah Kaya Melonjak, Simpanan Kelas Menengah Tertekan

Simpanan Nasabah Kaya Melonjak, Simpanan Kelas Menengah Tertekan

  • account_circle -
  • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan nilai simpanan nasabah dengan saldo di atas Rp 5 miliar melonjak 22,76% secara tahunan. Kenaikan ini jauh melampaui pertumbuhan simpanan kelompok menengah dan bawah yang cenderung stagnan, bahkan tertekan.

Fenomena ini menurut Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution lonjakan simpanan jumbo tidak sepenuhnya bersifat organik. Artinya, ada pemicu sehingga timbul fenomena tersebut. Salah satu pendorongnya adalah kebijakan Kementerian Keuangan yang menempatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Sementara itu Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira sebagaimana dilansir Kontan.co.id menilai, tren ini memperlihatkan disparitas alias ketimpangan yang makin nyata. Menurutnya, pertumbuhan simpanan terkonsentrasi di kelompok kaya, sementara simpanan di bawah Rp 100 juta justru mengalami tekanan.

Kondisi tersebut membuat bank berlomba memburu dana besar dengan menawarkan bunga tinggi atau special rate. Dampaknya, biaya dana (cost of fund) perbankan ikut naik.

“Ini menjadi sinyal bank semakin kesulitan mendapatkan dana murah,” kata Bhima.

Sejumlah perbankan mengkonfirmasi adanya peningkatan dana nasabah kelas tas. Di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) pertumbuhan agresif di segmen nasabah kaya.

Sepanjang 2025, dana pihak ketiga (DPK) dari nasabah dengan aset kelolaan di atas Rp 5 miliar tumbuh lebih dari 20% secara tahunan, didominasi produk tabungan dan menjadi yang tertinggi di segmen private banking.

General Manager Divisi Wealth Management BNI Henny Eugenia menyebutkan, lonjakan ini ditopang kolaborasi yang semakin erat antara consumer banking dan business banking.

Dari sisi jumlah rekening, nasabah dengan aset kelolaan di atas Rp 5 miliar tumbuh lebih dari 15% secara tahunan, sementara nasabah private banking dengan AUM di atas Rp 15 miliar melonjak sekitar 25%.

Meski demikian, lebih dari 60% dana tersebut masih berasal dari nasabah non-perorangan. Henny mengakui, pertumbuhan segmen ritel mulai berakselerasi, terutama pada produk tabungan.

Tren serupa terlihat di HSBC Indonesia. Direktur International Wealth and Premier Banking HSBC Indonesia Lanny Hendra mengatakan, simpanan nasabah kaya di bank tersebut tetap tumbuh solid hingga akhir 2025, seiring kinerja positif produk deposito, investasi, dan bancassurance.

Menurutnya, kondisi ini mencerminkan strategi diversifikasi portofolio nasabah di tengah ketidakpastian ekonomi.

  • Penulis: -

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menaker Yassierli: Daya Saing Rendah Jadi Pemicu Maraknya PHK di Indonesia

    Menaker Yassierli: Daya Saing Rendah Jadi Pemicu Maraknya PHK di Indonesia

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia bukan hanya disebabkan oleh pelemahan ekonomi global, tetapi juga oleh rendahnya daya saing tenaga kerja nasional. Hal itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam peluncuran Master Plan Produktivitas Nasional yang digagas oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama Asian Productivity Organization (APO) di Jakarta Pusat, […]

  • Terus Menguat, Rupiah Kini Dilevel Rp16.784 per Dolar AS

    Terus Menguat, Rupiah Kini Dilevel Rp16.784 per Dolar AS

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terus menguat. Pagi ini rupiah bergerak menguat 36 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.784 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.820 per dolar AS. Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia. won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 1,32%. Disusul, ringgit Malaysia yang […]

  • BYD Melejit Oktober 2025: Penjualan Nomor 3, Impor Naik 192%

    BYD Melejit Oktober 2025: Penjualan Nomor 3, Impor Naik 192%

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – BYD Motor Indonesia mencatat lonjakan penjualan besar pada Oktober 2025. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) BYD mencapai 10.593 unit, melesat 873,9 persen dari bulan sebelumnya sebanyak 1.088 unit. Kenaikan juga terlihat pada penjualan ritel. Sebanyak 9.732 unit mobil BYD terjual ke konsumen pada Oktober […]

  • IHSG Anjlok Nyaris 7 Persen Pagi Ini, Kekhawatiran MSCI Bikin Pasar Panik

    IHSG Anjlok Nyaris 7 Persen Pagi Ini, Kekhawatiran MSCI Bikin Pasar Panik

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam pada awal perdagangan Rabu (28/1/2026). IHSG tercatat turun lebih dari 6 persen dan sempat menyentuh level 8.300, dipicu meningkatnya kekhawatiran investor terhadap keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG melemah 6,82 persen ke level 8.367 pada pukul 09.06 WIB. Tekanan jual mendominasi […]

  • ANTARA dan Kemenko Polkam Bersinergi Sebarluaskan Informasi Publik Bidang Politik dan Keamanan

    ANTARA dan Kemenko Polkam Bersinergi Sebarluaskan Informasi Publik Bidang Politik dan Keamanan

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA dan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang penyebarluasan informasi publik di bidang politik dan keamanan, Selasa (7/10/2025), di Jakarta. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Akhmad Munir dan Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, serta disaksikan sejumlah […]

  • Bank of Japan Siap Naikkan Suku Bunga, Gubernur BOJ: Inflasi dan Ekonomi Sesuai Proyeksi

    Bank of Japan Siap Naikkan Suku Bunga, Gubernur BOJ: Inflasi dan Ekonomi Sesuai Proyeksi

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) menyatakan kesiapan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan apabila perkembangan inflasi dan kondisi ekonomi bergerak sesuai dengan proyeksi. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur BOJ Kazuo Ueda di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap arah kebijakan moneter Jepang. Mengutip laporan Reuters, Senin (5/1/2026), Ueda mengatakan ekonomi […]

expand_less