Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » BYD Melejit Oktober 2025: Penjualan Nomor 3, Impor Naik 192%

BYD Melejit Oktober 2025: Penjualan Nomor 3, Impor Naik 192%

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – BYD Motor Indonesia mencatat lonjakan penjualan besar pada Oktober 2025. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) BYD mencapai 10.593 unit, melesat 873,9 persen dari bulan sebelumnya sebanyak 1.088 unit.

Kenaikan juga terlihat pada penjualan ritel. Sebanyak 9.732 unit mobil BYD terjual ke konsumen pada Oktober 2025, meningkat 378,1 persen dibandingkan September 2025 yang mencatat 2.036 unit. Model BYD Atto 1 menjadi penopang utama performa perusahaan. Total wholesales model ini mencapai 9.396 unit, atau 88,7 persen dari keseluruhan penjualan BYD sepanjang Oktober 2025.

Namun, performa berbeda terlihat pada merek premium Denza. Penjualan wholesales turun dari 227 unit menjadi 192 unit. Untuk ritel, turun dari 369 unit menjadi 330 unit. Dengan capaian tersebut, BYD kini bertengger sebagai merek mobil terlaris nomor tiga pada Oktober 2025, melampaui Mitsubishi dan Suzuki. Posisi puncak masih ditempati Toyota dan Daihatsu.

Sejalan dengan penjualan, importasi mobil BYD juga meningkat drastis. Data Gaikindo mencatat total impor 14.120 unit pada Oktober 2025, naik 192,2 persen dari September 2025 sebanyak 4.831 unit tertinggi di antara seluruh merek.

Secara kumulatif, BYD telah mengimpor 41.915 unit mobil listrik dari China sepanjang Januari–Oktober 2025. Angka ini setara 30,9 persen dari total mobil yang diimpor ke Indonesia pada periode tersebut.

Sebagian besar impor kembali didominasi BYD Atto 1 dengan volume 12.494 unit. Lonjakan impor ini dapat dipahami lantaran pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, masih dalam tahap pembangunan dan baru beroperasi pada 2026 mendatang.

Kenaikan aktivitas impor BYD juga selaras dengan prediksi pengamat otomotif dan akademisi ITB, Yannes Pasaribu, yang disampaikan September 2025 lalu.

“Secara bisnis, kemungkinan besar mendorong produsen APM (Agen Pemegang Merek) Peserta program (insentif impor BEV) menggenjot impor di kuartal keempat 2025 guna memaksimalkan kuotanya.” jelasnya.

Maksimalisasi impor diperkirakan terjadi menjelang batas akhir program insentif impor CBU BEV yang berakhir 31 Desember 2025.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aston Villa Hajar Manchester United 2-1, MU Gagal Dekati Lima Besar

    Aston Villa Hajar Manchester United 2-1, MU Gagal Dekati Lima Besar

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aston Villa sukses menaklukkan Manchester United (MU) dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga Primer Inggris yang digelar di Villa Park, Birmingham, Minggu (21/12/2025). Kemenangan ini membuat The Villans terus menempel papan atas klasemen, sementara MU harus menunda ambisi menembus lima besar. Dua gol kemenangan Aston Villa dicetak oleh Morgan Rogers pada menit ke-45 […]

  • Israel Babak Belur Dihantam Rudal Iran, Dugaan Kerusakan Tel Aviv Disebut Ditutup-tutupi

    Israel Babak Belur Dihantam Rudal Iran, Dugaan Kerusakan Tel Aviv Disebut Ditutup-tutupi

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Serangan balasan Iran dalam konflik dengan Israel dan Amerika Serikat disebut menimbulkan kerugian besar bagi Israel. Namun, sejumlah laporan menyebut dampak kerusakan akibat serangan tersebut tidak sepenuhnya dipublikasikan kepada publik. Konflik antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat mulai memanas sejak 28 Februari 2026. Kedua pihak saling melancarkan serangan yang menargetkan fasilitas militer […]

  • Sebulan Menjabat, Menkeu Purbaya Hadapi Banyak Tantangan tapi Yakin Kondisi Terkendali

    Sebulan Menjabat, Menkeu Purbaya Hadapi Banyak Tantangan tapi Yakin Kondisi Terkendali

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku bulan pertamanya menjabat sebagai bendahara negara penuh dengan tantangan besar, namun ia memastikan situasi keuangan Indonesia masih dalam kondisi terkendali. Langkah-langkah awal yang ia ambil bahkan mulai menunjukkan arah baru dalam kebijakan fiskal nasional. “Kesannya (jadi Menkeu) menarik. Penuh tantangan, tapi pasti bisa kami kendalikan,” ujar […]

  • BPJPH Gandeng BPS Perkuat Data Halal, Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

    BPJPH Gandeng BPS Perkuat Data Halal, Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik dalam rangka mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, khususnya melalui integrasi dan pemutakhiran data pelaku usaha halal nasional. Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa penguatan basis data menjadi langkah strategis dalam menghasilkan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran, terutama di tengah perluasan […]

  • HUT ke-69 Provinsi Jambi, Ketua DPRD M Hafiz Fattah Ajak Warga Teladani Semangat Para Tokoh Pendiri

    HUT ke-69 Provinsi Jambi, Ketua DPRD M Hafiz Fattah Ajak Warga Teladani Semangat Para Tokoh Pendiri

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua DPRD Provinsi Jambi M Hafiz Fattah mengajak seluruh masyarakat untuk kembali mengingat dan meresapi semangat para tokoh pendiri Provinsi Jambi dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Jambi, Selasa (6/1/2026). Ajakan tersebut disampaikan Hafiz saat membuka rapat paripurna istimewa DPRD Provinsi Jambi yang digelar di ruang rapat paripurna DPRD Provinsi […]

  • KUR BRI Tembus Rp130,2 Triliun hingga September 2025, Sektor Pertanian Jadi Andalan

    KUR BRI Tembus Rp130,2 Triliun hingga September 2025, Sektor Pertanian Jadi Andalan

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam memperkuat sektor produktif terus menunjukkan hasil positif. Hingga akhir September 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI mencapai Rp130,2 triliun kepada 2,84 juta debitur, atau 74,40 persen dari total alokasi KUR tahun ini sebesar Rp175 triliun. Menariknya, penyaluran tersebut masih didominasi oleh sektor […]

expand_less