Breaking News
light_mode
Beranda » Otobiz » BYD Melejit Oktober 2025: Penjualan Nomor 3, Impor Naik 192%

BYD Melejit Oktober 2025: Penjualan Nomor 3, Impor Naik 192%

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – BYD Motor Indonesia mencatat lonjakan penjualan besar pada Oktober 2025. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) BYD mencapai 10.593 unit, melesat 873,9 persen dari bulan sebelumnya sebanyak 1.088 unit.

Kenaikan juga terlihat pada penjualan ritel. Sebanyak 9.732 unit mobil BYD terjual ke konsumen pada Oktober 2025, meningkat 378,1 persen dibandingkan September 2025 yang mencatat 2.036 unit. Model BYD Atto 1 menjadi penopang utama performa perusahaan. Total wholesales model ini mencapai 9.396 unit, atau 88,7 persen dari keseluruhan penjualan BYD sepanjang Oktober 2025.

Namun, performa berbeda terlihat pada merek premium Denza. Penjualan wholesales turun dari 227 unit menjadi 192 unit. Untuk ritel, turun dari 369 unit menjadi 330 unit. Dengan capaian tersebut, BYD kini bertengger sebagai merek mobil terlaris nomor tiga pada Oktober 2025, melampaui Mitsubishi dan Suzuki. Posisi puncak masih ditempati Toyota dan Daihatsu.

Sejalan dengan penjualan, importasi mobil BYD juga meningkat drastis. Data Gaikindo mencatat total impor 14.120 unit pada Oktober 2025, naik 192,2 persen dari September 2025 sebanyak 4.831 unit tertinggi di antara seluruh merek.

Secara kumulatif, BYD telah mengimpor 41.915 unit mobil listrik dari China sepanjang Januari–Oktober 2025. Angka ini setara 30,9 persen dari total mobil yang diimpor ke Indonesia pada periode tersebut.

Sebagian besar impor kembali didominasi BYD Atto 1 dengan volume 12.494 unit. Lonjakan impor ini dapat dipahami lantaran pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, masih dalam tahap pembangunan dan baru beroperasi pada 2026 mendatang.

Kenaikan aktivitas impor BYD juga selaras dengan prediksi pengamat otomotif dan akademisi ITB, Yannes Pasaribu, yang disampaikan September 2025 lalu.

“Secara bisnis, kemungkinan besar mendorong produsen APM (Agen Pemegang Merek) Peserta program (insentif impor BEV) menggenjot impor di kuartal keempat 2025 guna memaksimalkan kuotanya.” jelasnya.

Maksimalisasi impor diperkirakan terjadi menjelang batas akhir program insentif impor CBU BEV yang berakhir 31 Desember 2025.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Mobil Listrik Termurah, Harganya Mulai Rp480 Jutaan

    Ini Mobil Listrik Termurah, Harganya Mulai Rp480 Jutaan

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kia resmi mengumumkan harga untuk mobil listrik termurahnya, EV2 yang dipasarkan di Eropa. Model bertenaga baterai anyar ini, dibanderol mulai sekitar US$ 31 ribu atau setara Rp 480 jutaan. Sehingga menjadikan kendaraan listrik paling terjangkau dari perusahaan asal Korea Selatan tersebut. Disitat dari Autoblog, Kamis (26/3/2026), kehadiran Kia EV2 menjadi langkah penting dalam […]

  • Prabowo Targetkan SMA Taruna Nusantara dan SMA Garuda Hadir di Setiap Provinsi

    Prabowo Targetkan SMA Taruna Nusantara dan SMA Garuda Hadir di Setiap Provinsi

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan satu SMA Taruna Nusantara atau SMA Garuda di setiap provinsi di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan nasional melalui sekolah unggulan. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara (TN) Kampus Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026). Menurutnya, keberadaan sekolah unggulan di setiap provinsi diharapkan dapat mencetak […]

  • Tambang GBC Freeport Kembali Beroperasi Kuartal I-2026, Produksi Emas Bertahap Naik

    Tambang GBC Freeport Kembali Beroperasi Kuartal I-2026, Produksi Emas Bertahap Naik

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) di Papua Tengah akan kembali beroperasi pada kuartal I-2026. Tambang tersebut sebelumnya sempat dihentikan operasionalnya akibat insiden longsor material basah. Senior Vice President Government Relation PTFI, Harry Pancasakti, mengatakan saat ini perusahaan masih mengandalkan dua tambang lainnya, yakni Deep Mill Level […]

  • Kerinci Jadi Tuan Rumah Turnamen Catur Bulanan Pengprov Percasi Jambi 2026

    Kerinci Jadi Tuan Rumah Turnamen Catur Bulanan Pengprov Percasi Jambi 2026

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabupaten Kerinci dipercaya menjadi tuan rumah pergelaran Turnamen Catur Bulanan Non Master ke-2 Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jambi Tahun 2026. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 15–16 Februari 2026 dan akan dipusatkan di Aula SMAN 1 Kerinci. Turnamen catur bulanan ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang digagas Pengprov […]

  • Stagnan! Harga emas UBS dan Galeri24 Kompak Stabil

    Stagnan! Harga emas UBS dan Galeri24 Kompak Stabil

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas di Pegadaian kembali stabil pada perdagangan hari ini, Senin (8/12/2025). Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, dua produk logam mulia UBS dan Galeri24 kompak tidak menunjukkan perubahan harga dibanding hari sebelumnya. Emas Galeri24 tercatat tetap di posisi Rp2.437.000 per gram. Begitu pula emas UBS juga stagnan diposisi Rp2.469.000 per gram. Kedua […]

  • Toyota: E10 Bisa Dorong Ekonomi dan Sejahterakan Petani

    Toyota: E10 Bisa Dorong Ekonomi dan Sejahterakan Petani

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, menilai wacana pemerintah terkait mandatori campuran 10 persen etanol (E10) untuk bahan bakar minyak (BBM) berpotensi memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam keterangannya di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/10/2025), Bob menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dapat menciptakan multiplier effect terhadap sektor […]

expand_less