Selasa, 21 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » PIS Kurangi Emisi Karbon 116 Ribu Ton Sepanjang 2025

PIS Kurangi Emisi Karbon 116 Ribu Ton Sepanjang 2025

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – PT Pertamina International Shipping (PIS) mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pengurangan emisi karbon sepanjang 2025. Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini berhasil menekan emisi hingga 116.761 ton setara karbon dioksida (CO2e) melalui berbagai inisiatif pelayaran berkelanjutan.

Kontribusi penurunan emisi terbesar berasal dari armada tanker unggulan PIS, di antaranya Pertamina Prime sebesar 37.596 ton CO2e, Pertamina Pride 24.969 ton CO2e, serta Pertamina Halmahera yang mencapai 15.407 ton CO2e.

Dari sisi operasional, optimalisasi kecepatan kapal (speed optimization) menjadi faktor dominan dalam pengurangan emisi. Strategi ini menyumbang sekitar 78.500 ton CO2e atau setara 67 persen dari total penurunan emisi sepanjang tahun lalu.

Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan, pengaturan kecepatan kapal yang presisi terbukti mampu menekan konsumsi bahan bakar secara signifikan tanpa mengganggu keandalan distribusi energi nasional.

“PIS berkomitmen menjaga keseimbangan energi melalui transformasi industri maritim menuju pelayaran hijau yang lebih berkelanjutan,” ujar Vega di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Selain fokus pada efisiensi energi dan modernisasi teknologi kapal, PIS juga aktif menjalankan program pelestarian lingkungan laut. Melalui inisiatif blue carbon restoration, PIS telah melakukan penanaman 38.000 pohon mangrove, 3.200 lamun, serta 2.635 fragmen terumbu karang sebagai bagian dari pemulihan ekosistem pesisir Indonesia.

Tak hanya itu, PIS juga terlibat dalam upaya perlindungan biota laut dengan menandai dan memantau hiu paus di perairan Kepulauan Derawan. Hingga kini, PIS telah menandai 7 ekor hiu paus dan memantau 207 ekor dalam dua tahun terakhir.

Di sisi sosial, PIS terus memperkuat budaya kerja yang aman dan inklusif melalui komunitas PERTIWI (Perempuan Pertamina Tangguh Inspiratif Wibawa Integritas), yang ditargetkan meningkatkan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan hingga 30 persen pada 2034.

PIS juga mengembangkan talenta maritim melalui berbagai program kepemimpinan seperti Next Wave, Navigator, dan AcademySEA, guna mencetak pemimpin masa depan industri pelayaran nasional yang berdaya saing global.

Melalui rangkaian program lingkungan, sosial, dan tata kelola tersebut, PIS menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan serta memperkuat ketahanan energi nasional.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emas Pegadaian Ngegas Lagi! Antam, UBS, dan Galeri24 Melonjak Hari Ini

    Emas Pegadaian Ngegas Lagi! Antam, UBS, dan Galeri24 Melonjak Hari Ini

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang dijual di Pegadaian kembali menunjukkan tren kenaikan pada perdagangan Jumat (22/5/2026). Tiga jenama utama yang dipasarkan, yakni Antam, UBS, dan Galeri24, sama-sama mengalami penguatan harga dibandingkan perdagangan sebelumnya. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Sahabat Pegadaian, Emas Antam menjadi salah satu yang mencatat kenaikan signifikan. Hari ini, harga emas Antam […]

  • OJK Buka Suara soal Penggeledahan Bareskrim di Kantor Sekuritas Terkait Kasus Saham PIPA

    OJK Buka Suara soal Penggeledahan Bareskrim di Kantor Sekuritas Terkait Kasus Saham PIPA

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara terkait penggeledahan yang dilakukan Bareskrim Polri di kantor sekuritas, menyusul penetapan tiga tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana pasar modal PT Multi Makmur Lemindo Tbk (MML) dengan kode saham PIPA. Pejabat sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) OJK, Hasan Fawzi, […]

  • Rupiah Melemah, Investor Tunggu Data PDB Indonesia

    Rupiah Melemah, Investor Tunggu Data PDB Indonesia

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah merosot lagi. Dibuka saat mengawali perdagangan Kamis (5/2/2026), rupiah bergerak melemah 28 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.805 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.777 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi seiring rilis data ekonomi AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,04% ke 97,65. Bersamaan dengan rupiah, beberapa mata uang kawasan Asia […]

  • Harga Emas Antam Naik Tipis, Cek Harga Selengkapnya Disini

    Harga Emas Antam Naik Tipis, Cek Harga Selengkapnya Disini

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sempat turun sehari sebelumnya, kini harga emas produksi Antam kembali menguat pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data terbaru yang diperoleh Jambisnis.com dari laman Logam Mulia pada Selasa (28/4/2026), harga emas Antam naik sebesar Rp5.000, dari sebelumnya Rp2.809.000 menjadi Rp2.814.000 per gram. Kenaikan ini menandai adanya pemulihan tipis setelah tekanan harga yang terjadi pada […]

  • jalan tol

    Dua Tol di Jambi Masuk Proyek Strategis Nasional

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dua ruas tol di Provinsi Jambi masuk dalam daftar 50 proyek jalan tol Proyek Strategis Nasional (PSN). Bila tak ada aral melintang pembangunan tol ini bisa memangkas waktu tempuh Jambi ke provinsi tetangga, manakala proyek rampung. Dua jalan tol yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) itu menghubungkan Jambi dengan Provinsi Sumatera Selatan dan […]

  • November 2025, BI Sebut Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$ 150,1 Miliar

    November 2025, BI Sebut Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$ 150,1 Miliar

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada November 2025 mencapai US$ 150,1 miliar. Angka ini naik tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$ 149,9 miliar pada Oktober 2025. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan peningkatan cadangan devisa terutama berasal dari penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar […]

expand_less