Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Ada Insentif Pajak untuk Aksi Korporasi BUMN

Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Ada Insentif Pajak untuk Aksi Korporasi BUMN

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jum, 19 Des 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan memberikan insentif pajak untuk aksi korporasi yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk dalam proses merger dan konsolidasi perusahaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA Edisi Desember 2025 di Jakarta, Kamis (18/12/2025). Ia menilai permintaan insentif pajak untuk aksi korporasi BUMN memiliki unsur komersialisasi sehingga tidak memerlukan perlakuan khusus dari sisi perpajakan.

“Soal insentif pajak aksi korporasi, mungkin tidak akan kami kasih,” ujar Purbaya.

Purbaya mengungkapkan, kesimpulan tersebut diperoleh setelah Kementerian Keuangan berdiskusi dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Menurut dia, pemerintah hanya akan melakukan asesmen berdasarkan kondisi komersial yang berlaku.

“Kami akan cek sesuai dengan kondisi komersial saja,” kata Purbaya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menjelaskan, aksi korporasi BUMN pada dasarnya diperlukan untuk mempermudah proses merger dan konsolidasi guna menciptakan nilai tambah. Namun, persoalan yang kerap muncul adalah perbedaan antara nilai buku dan nilai pasar aset saat konsolidasi dilakukan.

Dalam kondisi tersebut, biasanya timbul capital gain yang berimplikasi pada kewajiban pajak. Meski demikian, Febrio menegaskan bahwa penggunaan nilai buku dalam aksi korporasi BUMN sudah diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan bukan merupakan bentuk insentif pajak.

“Itu bukan insentif, tetapi memastikan mereka tetap membayar pajak sesuai dengan capital gain yang terjadi,” ujar Febrio.

Kementerian Keuangan, lanjut Febrio, hanya memberikan pengaturan agar pembayaran pajak atas capital gain tidak harus dibayarkan sekaligus dalam satu tahun, melainkan dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan depresiasi aset ke depan.

Terkait permintaan insentif pajak dari BUMN dan Danantara, Febrio menegaskan tidak ada perlakuan perpajakan yang berbeda antara BUMN dan korporasi swasta lainnya. Menurut dia, BUMN bersifat komersial dan diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar.

“Kalau ada kebutuhan untuk konsolidasi, kami akan dukung agar bisa menghasilkan nilai tambah yang lebih cepat,” ujarnya.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Forum ormas

    Malam Keakraban Ormas Jambi 2025, Merajut Sinergi untuk Jambi yang Harmonis dan Kolaboratif

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — Ratusan perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) se-Provinsi Jambi berkumpul dalam kegiatan Malam Keakraban Ormas Jambi 2025, yang digelar di Paviliun Jambi Business Center (JBC), Jumat malam (31/10). Dengan mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Menguatkan Sinergi Ormas untuk Jambi yang Harmonis dan Kolaboratif,” acara ini menjadi ajang silaturahmi dan penguatan kolaborasi antarormas di Bumi Sepucuk Jambi […]

  • Rupiah Bangkit ke Level Rp16.788 per Dolar AS

    Rupiah Bangkit ke Level Rp16.788 per Dolar AS

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Selasa (30/12/2025) pagi ini. Rupiah bangkit menuju level Rp 16.781 per dolar AS. Rupiah menguat 0,04 persen atau 7 poin dibandingkan Harga penutupan kemarin, Senin (29/12) yang berada di level Rp 16,788 per dolar AS. Penguatan ini seiring tekanan dolar jelang rilis risalah […]

  • Rupiah Terus Melemah, Posisinya Kini Rp16.829 per Dolar AS

    Rupiah Terus Melemah, Posisinya Kini Rp16.829 per Dolar AS

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah terus melemah. Kini nilai tukar mata uang Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 31 poin atau 0,18 persen dari sebelumnya Rp16.798 per dolar AS. Rupiah sekarang diposisi Rp16.829 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik ke level 98,96. Naik dari sehari sebelumnya yang ada diposisi 98,93. Menurut sumber yang […]

  • Harga Emas Galeri24 dan UBS Naik Tajam

    Harga Emas Galeri24 dan UBS Naik Tajam

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Galeri24 dan UBS yang dijual di Pegadaian mengalami kenaikan tajam. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Kamis (29/1/2026), harga jual emas Galeri24 meroket ke angka Rp3.068.000 dari awalnya Rp2.965.000 per gram atau naik Rp103.000. Begitu pula harga emas UBS turut melonjak dari awalnya dibanderol Rp3.017.000 menjadi Rp3.136.000 per gram atau naik […]

  • Harga Minyak Naik 3%, Badai Musim Dingin Lumpuhkan Produksi AS

    Harga Minyak Naik 3%, Badai Musim Dingin Lumpuhkan Produksi AS

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan Selasa atau Rabu (28/1/2026) waktu Jakarta. Kenaikan ini dipicu oleh gangguan produksi minyak mentah Amerika Serikat (AS) akibat badai musim dingin yang melumpuhkan infrastruktur energi dan menghentikan ekspor minyak mentah dari Pantai Teluk AS. Mengutip CNBC, harga minyak Brent naik USD 1,98 atau 3,02 persen dan […]

  • Emas Antam Naik Lagi, Segram Tembus Rp 2.305.000

    Emas Antam Naik Lagi, Segram Tembus Rp 2.305.000

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hari ini harga emas Antam tembus Rp2.305.000 per gram. Harga emas Antam naik sebesar Rp 6.000 dibandingkan hari sebelumnya Rp 2.299.000 per gram. Harga emas Antam termurah dibanderol Rp1.202.000 dengan berat 0.5 gram. Sedangkan yang termahal Rp2.245.600.000 dengan berat 1.000 gram. Kenaikan tersebut turut memengaruhi harga jual kembali (buyback) emas, yang tercatat meningkat […]

expand_less