Ledakan Tambang Batu Bara China Tewaskan 82 Orang, Lee Jae Myung dan Kim Jong Un Sampaikan Duka
- account_circle say say
- calendar_month 44 menit yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi aktivitas tambang batu bara di China menyusul tragedi ledakan di Provinsi Shanxi yang menewaskan puluhan pekerja dan memicu duka internasional.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Tragedi ledakan tambang batu bara di China memicu respons duka dari dua negara di Semenanjung Korea. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un secara terpisah menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah China.
Ledakan gas terjadi di tambang batu bara Liushenyu, Provinsi Shanxi, pada 22 Mei 2026. Insiden itu menewaskan sedikitnya 82 pekerja, melukai lebih dari 120 orang, dan dua lainnya dilaporkan hilang. Tragedi ini menjadi kecelakaan tambang paling mematikan di China dalam lebih dari satu dekade.
Presiden China Xi Jinping menerima pesan simpati dari kedua pemimpin tersebut. Lee Jae Myung melalui pernyataan di media sosial menyampaikan doa bagi korban meninggal dan harapan kesembuhan bagi korban luka.
“Saya menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan rakyat China,” ujar Lee.
Sementara itu, Kim Jong Un melalui pesan resmi kepada Xi Jinping menyatakan harapannya agar masyarakat China segera pulih dari dampak bencana.
Investigasi awal mengungkap dugaan pelanggaran keselamatan serius oleh perusahaan pengelola, Shanxi Tongzhou Group. Kadar gas beracun disebut melebihi ambang batas dalam waktu lama, sementara jumlah pekerja di bawah tanah saat kejadian melampaui data resmi.
Otoritas China telah menahan pihak manajemen yang bertanggung jawab dan menghentikan operasional tambang untuk evaluasi keselamatan. Tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap dua pekerja yang hilang.
- Penulis: say say

