Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » Capai Rp9.891,6 Triliun, Uang Beredar M2 November Tumbuh 8,3 Persen

Capai Rp9.891,6 Triliun, Uang Beredar M2 November Tumbuh 8,3 Persen

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 22 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada November 2025 tumbuh lebih tinggi, yakni 8,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp9.891,6 triliun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa pertumbuhan M2 pada November 2025 lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Oktober 2025 yang sebesar 7,7 persen (yoy).

Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 11,4 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,9 persen (yoy).

Lebih lanjut, perkembangan M2 pada November 2025 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada pemerintah pusat (pempus) dan perkembangan penyaluran kredit.

Tagihan bersih kepada pempus tumbuh sebesar 8,7 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 5,4 persen (yoy).

Penyaluran kredit pada November 2025 tumbuh sebesar 7,9 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Oktober 2025 sebesar 7,0 persen (yoy).

Dalam hal ini, kredit yang diberikan hanya dalam bentuk pinjaman (loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (debt securities), tagihan akseptasi (banker’s acceptances), dan tagihan repo.

Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor bank umum yang berkedudukan di luar negeri, dan kredit yang disalurkan kepada pemerintah pusat dan bukan penduduk.

Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 9,7 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 10,4 persen (yoy).

Bank sentral juga mencatat perkembangan uang primer (M0) adjusted yang pada November 2025 tumbuh 13,3 persen (yoy), melanjutkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 14,4 persen (yoy) sehingga tercatat sebesar Rp2.136,2 triliun.

Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 24,2 persen (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 13,1 persen (yoy).

Berdasark­an faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted).(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Antara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahlil Pastikan Rp 618 Triliun Proyek Hilirisasi Jalan Terus

    Bahlil Pastikan Rp 618 Triliun Proyek Hilirisasi Jalan Terus

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa proyek hilirisasi nasional senilai Rp 618 triliun bukan sekadar program ekonomi, tetapi merupakan amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 ayat (3) UUD 1945. Menurut Bahlil, pemerintah berkomitmen untuk memastikan seluruh proyek hilirisasi berjalan sesuai rencana, sebagai bagian dari strategi jangka panjang […]

  • Gunung Semeru Erupsi 6 Kali, Kolom Letusan Tertinggi Capai 1 Kilometer

    Gunung Semeru Erupsi 6 Kali, Kolom Letusan Tertinggi Capai 1 Kilometer

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami enam kali erupsi pada Senin (19/1/2026). Tinggi kolom letusan bervariasi antara 300 meter hingga 1 kilometer di atas puncak. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan erupsi pertama terjadi pada pukul 00.22 WIB dan berlanjut pada pukul 00.36 WIB, […]

  • Rupiah Terpeleset Lagi! Pagi Ini Melemah ke Rp17.349

    Rupiah Terpeleset Lagi! Pagi Ini Melemah ke Rp17.349

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Kamis (30/4/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat melemah 23 poin atau 0,13 persen ke level Rp17.349 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi dibandingkan posisi penutupan perdagangan Rabu sebelumnya yang masih berada di level Rp17.326 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah menunjukkan tren fluktuasi yang masih cukup […]

  • Inggris Janjikan Paket Bantuan Sebesar US$ 27 Juta untuk Gaza

    Inggris Janjikan Paket Bantuan Sebesar US$ 27 Juta untuk Gaza

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Inggris janjikan paket bantuan kemanusiaan sebesar US$ 27 juta untuk Gaza. Dana tersebut akan disalurkan melalui UNICEF, Program Pangan Dunia, dan Dewan Pengungsi Norwegia dan dirancang untuk menjangkau mereka yang menghadapi kelaparan, malnutrisi, dan penyakit. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan, paket bantuan senilai 20 juta pound (US$27 juta/ $1 = 0,7486 pound) […]

  • Produksi Melimpah, Klaim RI Siap Ekspor Beras

    Produksi Melimpah, Klaim RI Siap Ekspor Beras

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan bahwa Indonesia telah siap untuk mengekspor beras. Namun, pemerintah lebih memilih untuk memperkuat stok terlebih dahulu, sebelum dapat mengirimnya ke negara lain. Zulhas menyampaikan bahwa Indonesia pada dasarnya telah mencapai swasembada beras. Mengingat stok cadangan beras telah menembus empat juta ton. “Kalau ekspor saja, hari […]

  • Bea Cukai Segel Toko Perhiasan Mewah Bening Luxury di Pluit, Diduga Terkait Pajak dan Bea Masuk

    Bea Cukai Segel Toko Perhiasan Mewah Bening Luxury di Pluit, Diduga Terkait Pajak dan Bea Masuk

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menyegel toko perhiasan mewah Bening Luxury yang berlokasi di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (20/2/2026). Penyegelan dilakukan bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Jakarta Utara. Langkah tersebut dilakukan dalam rangka pemeriksaan administrasi terkait dugaan belum terpenuhinya kewajiban bea masuk dan perpajakan atas barang impor. Kepala Seksi Intelijen […]

expand_less