Bahlil Pastikan Rp 618 Triliun Proyek Hilirisasi Jalan Terus
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Rab, 22 Okt 2025
- comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa proyek hilirisasi nasional senilai Rp 618 triliun bukan sekadar program ekonomi, tetapi merupakan amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 ayat (3) UUD 1945. Menurut Bahlil, pemerintah berkomitmen untuk memastikan seluruh proyek hilirisasi berjalan sesuai rencana, sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
“Hilirisasi adalah amanat konstitusi. Negara harus hadir mengelola sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat, bukan sekadar menjadi penonton,” ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Rabu (22/10/2025).
Ia menjelaskan, program hilirisasi akan difokuskan pada pembangunan rantai pasok industri dari hulu hingga hilir, sehingga hasil tambang, pertanian, maupun kelautan dapat diolah di dalam negeri. Dengan demikian, nilai tambah ekonomi tidak lagi dinikmati negara lain, tetapi kembali kepada rakyat Indonesia.
Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah menyiapkan 18 proyek prioritas hilirisasi dengan total investasi mencapai Rp 618 triliun.
Rinciannya meliputi:
- 8 proyek sektor mineral dan batu bara (minerba),
- 2 proyek transisi energi,
- 2 proyek ketahanan energi,
- 3 proyek hilirisasi pertanian,
- 3 proyek hilirisasi sektor kelautan dan perikanan.
Menariknya, sekitar 67 persen proyek tersebut akan dibangun di luar Pulau Jawa, sebagai bagian dari upaya pemerataan ekonomi dan pembangunan daerah. Bahlil menegaskan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ingin melanjutkan visi hilirisasi yang telah terbukti memperkuat ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Fokusnya kini adalah memastikan industri hilir berkembang agar Indonesia tidak lagi menjadi eksportir bahan mentah.
“Negara harus hadir dengan kepemimpinan yang tegas. Hilirisasi bukan pilihan, tapi kewajiban untuk menuju Indonesia yang berdaulat dan sejahtera,” tegas Bahlil.
Program hilirisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat cadangan devisa serta memperkecil ketergantungan terhadap produk impor. Dengan investasi besar yang tersebar di berbagai daerah, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai target ambisius di atas 6% dalam beberapa tahun ke depan.
- Penulis: syaiful amri



Saat ini belum ada komentar