BPK Temukan Pemborosan Rp 9,9 Triliun di PT Pupuk Indonesia Akibat Pabrik Tua
- account_circle say say
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar

BPK Temukan Pemborosan Rp 9,9 Triliun di PT Pupuk Indonesia.
JAMBISNIS.COM – Badan Pemeriksa Keuangan mengungkap adanya pemborosan biaya produksi pupuk mencapai Rp 9,9 triliun yang terjadi di tubuh PT Pupuk Indonesia. Temuan tersebut berkaitan dengan operasional pabrik tua yang dinilai tidak efisien.
Dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II 2025, BPK menyoroti tingginya konsumsi energi pada pabrik amonia milik perusahaan. Rata-rata konsumsi gas tercatat sebesar 38,25 MMBTU per ton, melampaui standar yang ditetapkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).
Sebagai perbandingan, rata-rata konsumsi gas industri pupuk global hanya berada di kisaran 33,55 MMBTU per ton amonia. Selisih tersebut menjadi indikator utama terjadinya inefisiensi yang berdampak langsung pada lonjakan biaya produksi.
“Ketidakefisienan ini dipengaruhi oleh usia pabrik yang sudah tua, pemeliharaan yang belum optimal, serta tingginya waktu henti operasional (downtime),” demikian kutipan laporan BPK.
Akibat kondisi tersebut, biaya produksi pupuk meningkat signifikan sepanjang periode 2023 hingga semester I 2025, dengan total tambahan beban mencapai 597,68 juta dolar AS atau sekitar Rp 9,9 triliun.
BPK merekomendasikan agar perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pabrik-pabrik lama serta mempercepat program revitalisasi. Langkah ini dinilai penting untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan daya saing industri pupuk nasional.
Menanggapi temuan tersebut, manajemen Pupuk Indonesia menyatakan tengah menjalankan sejumlah program perbaikan operasional, termasuk revitalisasi fasilitas produksi. Hingga 2029, perusahaan merencanakan sedikitnya tujuh proyek strategis, mulai dari pembaruan pabrik hingga pembangunan fasilitas baru.
Salah satu fokus utama adalah pembenahan pabrik lama seperti yang beroperasi di Pupuk Kujang Cikampek yang telah berusia sekitar 50 tahun. Revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga pasokan pupuk nasional.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan proyek hilirisasi, termasuk produksi soda ash, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan industri dan mendukung kebutuhan dalam negeri.
Langkah perbaikan ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional, di mana ketersediaan pupuk menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar