Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Airlangga Hartarto Pastikan Harga BBM Belum Naik, Pemerintah Pantau Dampak Konflik Timur Tengah

Airlangga Hartarto Pastikan Harga BBM Belum Naik, Pemerintah Pantau Dampak Konflik Timur Tengah

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan hingga saat ini belum ada rencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, meskipun harga minyak dunia tengah mengalami tekanan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang mengatakan pemerintah masih terus memantau perkembangan situasi global sebelum mengambil keputusan terkait kebijakan energi di dalam negeri.

Menurut Airlangga, kondisi geopolitik internasional memang berpotensi memengaruhi harga minyak mentah dunia. Namun pemerintah tetap berhati-hati agar setiap kebijakan yang diambil tidak memberatkan masyarakat.

“Belum ada rencana menaikkan harga BBM subsidi. Asumsi makro APBN kita sebelumnya berada di angka 70 dolar AS per barel untuk Indonesian Crude Price (ICP). Jadi kita tunggu perkembangan selanjutnya,” ujar Airlangga saat ditemui di Jakarta.

Ia menjelaskan pemerintah saat ini terus memantau situasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada stabilitas harga energi global. Selain itu, sejumlah skenario kebijakan juga telah disiapkan sebagai langkah antisipasi jika konflik berlangsung dalam waktu lama.

Menurutnya, konflik geopolitik memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi. Oleh karena itu pemerintah perlu menyiapkan berbagai kemungkinan agar kondisi ekonomi nasional tetap stabil.

“Perang bisa berlangsung tiga bulan, enam bulan, bahkan lebih lama. Karena itu masing-masing pihak menyiapkan skenario,” katanya.

Di sisi lain, kalangan akademisi juga menilai eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Pakar energi dari Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, memprediksi harga minyak mentah global bisa melonjak hingga mencapai 100 dolar Amerika Serikat per barel jika konflik memicu gangguan distribusi energi internasional.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Jalur ini menjadi rute utama distribusi minyak dari negara-negara produsen energi di Timur Tengah menuju pasar global.

Jika jalur tersebut terganggu, distribusi minyak dunia dapat terhambat sehingga memicu lonjakan harga energi di berbagai negara.

Selama ini sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, hingga Irak harus melewati Selat Hormuz sebelum dikirim ke berbagai kawasan dunia.

Karena itu, pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi global agar kebijakan terkait harga BBM dapat diambil secara tepat dan tetap menjaga stabilitas ekonomi nasional.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Migas

    Blok Migas di Muara Tembesi Dilelang, Potensinya Paling Kecil

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Satu dari 9 blok migas atau wilayah kerja (WK) yang dilelang pemerintah adalah WK Muara Tembesi. Dari 9 WK itu, potensi minyak di WK Muara Tembesi yang terkecil. Untuk diketahui, Jumat (24/10) Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengungkapkan perusahaan migas asal Inggris, […]

  • Rupiah Melemah Jadi Rp16.620 per Dolar AS

    Rupiah Melemah Jadi Rp16.620 per Dolar AS

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) rontok pada Kamis (23/10/2025). Pelemahan itu tertekan oleh meningkatnya sentimen risk-off di pasar global. Mengutip Antara, rupiah melemah sebesar 35 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.620 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.585 per dolar AS. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede di Jakarta, Kamis, mengatakan […]

  • Banjir Bandang Sumatera, BCA Salurkan Bantuan Makanan dan Obat untuk Korban di Medan dan Langkat

    Banjir Bandang Sumatera, BCA Salurkan Bantuan Makanan dan Obat untuk Korban di Medan dan Langkat

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Bakti BCA menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir bandang di sejumlah daerah di Sumatera Utara. Bantuan diserahkan langsung di Kota Medan dan Kabupaten Langkat yang menjadi wilayah terdampak banjir terbesar. Dalam penyaluran ini, Bakti BCA bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Bantuan diberikan di […]

  • Skema Ponzi China Terbongkar di Inggris, 61.000 Bitcoin Disita Polisi

    Skema Ponzi China Terbongkar di Inggris, 61.000 Bitcoin Disita Polisi

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalang penipuan investasi asal China dijatuhi hukuman lebih dari 11 tahun penjara di Inggris pada Selasa (11/11/2025). Itu setelah ia terbukti mencuci hasil kejahatan ke dalam bentuk bitcoin yang kini bernilai miliaran dolar AS. Dalang penipuan tersebut seorang perempuan bernama Qian Zhimin. Ia dinyatakan bersalah atas dua dakwaan pencucian uang oleh Pengadilan Mahkota […]

  • Bapanas: Harga Beras Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru

    Bapanas: Harga Beras Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga beras mulai stabil menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Stabilitas harga ini didukung oleh penguatan pasokan, pengawasan distribusi, serta langkah pengendalian yang terus dilakukan pemerintah. “Menjelang Natal dan tahun baru, pemerintah memastikan kestabilan harga pangan pokok strategis, terutama beras. Sampai awal November, sudah ada 214 kabupaten/kota […]

  • BI dan Kemenkeu Lanjutkan Debt Switching Rp173,4 Triliun untuk Jaga Nafas APBN 2026

    BI dan Kemenkeu Lanjutkan Debt Switching Rp173,4 Triliun untuk Jaga Nafas APBN 2026

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) sepakat melanjutkan skema debt switching guna membantu pembiayaan APBN 2026. Nilai pertukaran surat utang yang direncanakan mencapai Rp173,4 triliun. Kebijakan ini diambil di tengah ruang fiskal yang semakin sempit serta tantangan pembiayaan anggaran tahun depan. Skema debt switching dilakukan dengan menukar surat utang negara (SBN) yang jatuh tempo […]

expand_less