Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Iran Serang Kapal Tanker di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Terancam Meledak dan Ekonomi Global Bergejolak

Iran Serang Kapal Tanker di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Terancam Meledak dan Ekonomi Global Bergejolak

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Situasi Timur Tengah kian memanas setelah Iran mulai menyerang kapal-kapal tanker minyak yang melintas di Selat Hormuz. Serangan ini memicu kekhawatiran serius terhadap lonjakan harga minyak dunia dan potensi guncangan ekonomi global.

Militer Iran pada Minggu (1/3/2026) mengonfirmasi telah menyerang kapal tanker yang disebut melanggar larangan melintas di Selat Hormuz. Kapal tanker berbendera Palau, SKYLIGHT, dilaporkan terbakar dan mengalami kerusakan berat. Empat awak luka-luka dan seluruh 20 kru telah dievakuasi oleh otoritas Oman.

Langkah agresif ini terjadi setelah serangan udara gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026), yang dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Selat Hormuz bukan jalur biasa. Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati perairan sempit ini setiap hari. Ketika Iran menutup atau mengganggu jalur tersebut, pasar energi global langsung bereaksi keras.

Analis energi memperingatkan bahwa jika eskalasi terus berlanjut, harga minyak mentah berpotensi melonjak tajam dalam hitungan hari. Lonjakan ini bisa mendorong harga BBM global naik, memicu inflasi baru di berbagai negara, dan memperlambat pemulihan ekonomi dunia.

“Setiap gangguan di Selat Hormuz selalu berdampak sistemik. Ini bukan sekadar konflik regional, tapi ancaman langsung bagi stabilitas energi global,” ujar seorang analis pasar komoditas.

Kenaikan harga minyak biasanya berdampak berantai:

  • Biaya produksi industri meningkat
  • Tarif transportasi dan logistik melonjak
  • Harga pangan ikut terdorong naik
  • Inflasi kembali menekan daya beli masyarakat

Negara-negara importir minyak terbesar di Asia dan Eropa diperkirakan akan merasakan dampak paling cepat. Pasar saham di kawasan Asia dilaporkan mulai bergerak volatil sejak kabar serangan mencuat.

Jika konflik antara Iran, AS, dan Israel meluas, investor global berpotensi beralih ke aset aman seperti emas dan dolar AS, yang bisa memperlemah mata uang negara berkembang.

Sejumlah ekonom memperingatkan bahwa eskalasi berkepanjangan bisa menjadi “shock” baru bagi ekonomi dunia yang masih rapuh. Dunia sebelumnya sudah dihantam krisis rantai pasok, inflasi tinggi, dan perlambatan pertumbuhan di sejumlah negara besar. Apabila harga minyak melonjak ekstrem dan distribusi energi terganggu dalam waktu lama, risiko resesi global kembali terbuka.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penandatanganan terkait Participating Interest

    Terkait Hak Partisipasi Migas, PT JII dan PetroChina Teken Perjanjian

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hak Provinsi Jambi berupa Participating Interest (PI) atau hak partisipasi migas 10 persen kian mendekati kenyataan. Keinginan Provinsi Jambi sejak lama ini menujukkan progres positif. Rabu (12/11/2025) pekan lalu BUMD PT Jambi Indoguna Internasional (JII) resmi mengambil peran strategis di Wilayah Kerja (WK) Jabung melalui alokasi Participating Interest (PI) maksimum 10 persen. Proses […]

  • Pasokan Properti Ritel Jakarta Stagnan di Kuartal III-2025, Okupansi Mal Turun Tipis ke 77,3%

    Pasokan Properti Ritel Jakarta Stagnan di Kuartal III-2025, Okupansi Mal Turun Tipis ke 77,3%

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bisnis properti ritel Jakarta masih lesu di kuartal III-2025. Berdasarkan laporan Cushman & Wakefield, tidak ada tambahan proyek baru yang menambah pasokan ruang ritel di ibu kota. Sementara itu, tingkat okupansi mal Jakarta tercatat turun tipis dibanding kuartal sebelumnya. Dalam laporan Jakarta All Sector MarketBeat Reports Q3 2025, total pasokan kumulatif properti ritel […]

  • Freeport Indonesia Kucurkan Investasi USD 1 Miliar per Tahun untuk Dongkrak Ekonomi Nasional

    Freeport Indonesia Kucurkan Investasi USD 1 Miliar per Tahun untuk Dongkrak Ekonomi Nasional

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Freeport Indonesia (PTFI) menegaskan komitmennya menjadi motor investasi nasional dengan menggelontorkan investasi sekitar USD 1 miliar per tahun, di luar belanja domestik perusahaan yang mencapai OPEX dan CAPEX sebesar USD 4–5 miliar atau hampir Rp 80 triliun. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan Freeport terus memainkan peran strategis dalam menopang investasi nasional, […]

  • Pagi Ini Rupiah Melemah Jadi Rp16.726 per Dolar AS

    Pagi Ini Rupiah Melemah Jadi Rp16.726 per Dolar AS

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah dibuka melemah di awal perdagangan hari ini, Senin (17/11/2025). Rupiah dibuka melemah sebesar 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.726 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.707 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,08% ke level 99,38. Penurunan terhadap rupiah juga dialami mata uang di kawasan […]

  • OJK Dorong Penguatan Pasar Obligasi dan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN

    OJK Dorong Penguatan Pasar Obligasi dan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asian Development Bank (ADB) terus mendorong penguatan pasar obligasi berdenominasi mata uang lokal serta pengembangan keuangan berkelanjutan di kawasan ASEAN+3. Upaya tersebut mengemuka dalam pembukaan rangkaian kegiatan 45th ASEAN+3 Bond Market Forum (ABMF) Meeting and Other Events yang digelar di Yogyakarta, Senin (2/2/2026). Forum ini diselenggarakan OJK bekerja […]

  • AS-China Gelar Perundingan di Kuala Lumpur, Cegah Eskalasi Perang Dagang Jelang Pertemuan Trump-Xi

    AS-China Gelar Perundingan di Kuala Lumpur, Cegah Eskalasi Perang Dagang Jelang Pertemuan Trump-Xi

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pejabat ekonomi terkemuka dari Amerika Serikat (AS) dan China memulai perundingan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu (25/10/2025). Langkah ini diambil untuk mencegah eskalasi perang dagang antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia, sekaligus mempersiapkan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Mengutip CNBC, pembicaraan […]

expand_less