Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Bappenas: Sawit Dorong Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan 2045

Bappenas: Sawit Dorong Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan 2045

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa minyak sawit memiliki peran sentral dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Indonesia, sebagai salah satu produsen dan pengekspor sawit terbesar dunia, dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan pangan global, transisi energi, dan pengembangan industri hijau.

Dalam sambutannya pada Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2025 di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/11), Rachmat menyebut minyak sawit tidak hanya berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari miliaran manusia, tetapi juga menjadi pendorong pembangunan pedesaan dan penyedia jutaan lapangan kerja hijau.

“Dalam visi ini, sektor minyak sawit memegang peranan sentral, bukan hanya sebagai sumber kekuatan ekonomi, tetapi juga sebagai contoh transformasi berkelanjutan. Itulah sebabnya saya hadir di sini, untuk berdiskusi bersama Anda semua demi mewujudkan visi tersebut,” kata Rachmat, dikutip Jumat (14/11).

Ia menjelaskan bahwa minyak sawit berkontribusi langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mulai dari pengentasan kemiskinan, penciptaan pekerjaan hijau, hingga mendukung transisi dari energi fosil ke energi bersih melalui pengembangan biofuel dan oleokimia.

Namun, Rachmat mengakui bahwa tantangan sektor sawit masih signifikan. Mulai dari isu pengelolaan lingkungan, keadilan sosial, hingga hambatan dagang internasional dan kampanye negatif dari negara maupun organisasi tertentu.

“Kita tidak bisa menutup mata bahwa minyak sawit masih menghadapi diskriminasi yang tidak adil dan kampanye hitam dari sejumlah organisasi dan negara. Narasi seperti ini sering kali mengabaikan fakta ilmiah serta kemajuan nyata yang telah dicapai Indonesia,” tegasnya.

Rachmat menekankan bahwa minyak sawit merupakan minyak nabati paling efisien dalam penggunaan lahan dan air dibandingkan komoditas lain. Karena itu, jika dikelola secara bertanggung jawab, sawit justru menjadi solusi yang mendukung ketahanan pangan global dan pembangunan berkelanjutan.

“Ketika perkebunan dikelola secara bertanggung jawab, minyak sawit bukanlah masalah, justru menjadi solusi komprehensif bagi ketahanan pangan global,” lanjutnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Garuda Indonesia Berhemat, Pangkas Gaji Direksi Hingga Ketatkan Fasilitas Perjalanan

    Garuda Indonesia Berhemat, Pangkas Gaji Direksi Hingga Ketatkan Fasilitas Perjalanan

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tekanan finansial yang dialami BUMN kenamaan, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membuat manajemen mengambil sejumlah langkah efisiensi. Upaya efisiensi anggaran di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dimulai dari jajaran direksi. Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H Kairupan saat rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Senin (1/12/2025) membeberkan Garuda berencana […]

  • Trump Umumkan Kesepakatan Dagang AS–India, Tarif Dipangkas Jadi 18%

    Trump Umumkan Kesepakatan Dagang AS–India, Tarif Dipangkas Jadi 18%

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNSI.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan India yang mencakup penurunan tarif impor timbal balik. Dalam kesepakatan tersebut, tarif AS terhadap produk asal India dipangkas dari 25 persen menjadi 18 persen dan berlaku efektif segera. Pengumuman itu disampaikan Trump melalui akun Truth Social setelah melakukan pembicaraan dengan […]

  • Harga Emas di Pegadaian Kompak Naik, Antam Lebih Mahal

    Harga Emas di Pegadaian Kompak Naik, Antam Lebih Mahal

    • calendar_month 4 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga emas di Pegadaian terpantau kompak naik pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Dari tiga jenama logam mulia yang banyak diburu masyarakat, yakni UBS, Antam, dan Galeri24, hanya Antam yang mencatat lonjakan cukup signifikan. Dikutip dari laman Sahabat Pegadaian, produk emas UBS dan Galeri24 masing-masing naik Rp27.000 per gram. Kenaikan tersebut membawa harga UBS […]

  • Update Harga Emas Pegadaian!  Antam–Galeri24 Nanjak, UBS Turun

    Update Harga Emas Pegadaian! Antam–Galeri24 Nanjak, UBS Turun

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga emas di Pegadaian hari ini, Selasa (9/6/2026), terpantau bervariasi. Dua produk unggulan, Antam dan Galeri24, kompak mengalami kenaikan. Sementara emas UBS justru bergerak turun tipis. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas Antam naik menjadi Rp2.853.000 per gram. Sementara itu, emas Galeri24 menguat ke level Rp2.734.000 […]

  • Operasi SAR Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Selesai, Basarnas: Seluruh Korban Berhasil Dievakuasi

    Operasi SAR Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Selesai, Basarnas: Seluruh Korban Berhasil Dievakuasi

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur dinyatakan selesai pada Selasa pagi, 28 April 2026. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Muhammad Syafii, mengatakan seluruh korban telah berhasil dievakuasi setelah proses penyelamatan berlangsung sekitar 10 jam sejak insiden […]

  • 15 Ide Usaha Kecil di Desa Modal Kecil Untung Cepat

    15 Ide Usaha Kecil di Desa Modal Kecil Untung Cepat

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peluang usaha kecil di desa pada 2026 masih terbuka lebar, terutama bagi masyarakat yang ingin memulai bisnis dengan modal terbatas. Meski sering dianggap terbatas secara ekonomi, desa justru memiliki keunggulan pada biaya operasional yang rendah, kedekatan dengan konsumen, serta pola konsumsi harian yang stabil. Kunci utama keberhasilan usaha di desa bukan pada besarnya […]

expand_less