Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Bappenas: Sawit Dorong Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan 2045

Bappenas: Sawit Dorong Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan 2045

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa minyak sawit memiliki peran sentral dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Indonesia, sebagai salah satu produsen dan pengekspor sawit terbesar dunia, dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan pangan global, transisi energi, dan pengembangan industri hijau.

Dalam sambutannya pada Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2025 di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/11), Rachmat menyebut minyak sawit tidak hanya berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari miliaran manusia, tetapi juga menjadi pendorong pembangunan pedesaan dan penyedia jutaan lapangan kerja hijau.

“Dalam visi ini, sektor minyak sawit memegang peranan sentral, bukan hanya sebagai sumber kekuatan ekonomi, tetapi juga sebagai contoh transformasi berkelanjutan. Itulah sebabnya saya hadir di sini, untuk berdiskusi bersama Anda semua demi mewujudkan visi tersebut,” kata Rachmat, dikutip Jumat (14/11).

Ia menjelaskan bahwa minyak sawit berkontribusi langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mulai dari pengentasan kemiskinan, penciptaan pekerjaan hijau, hingga mendukung transisi dari energi fosil ke energi bersih melalui pengembangan biofuel dan oleokimia.

Namun, Rachmat mengakui bahwa tantangan sektor sawit masih signifikan. Mulai dari isu pengelolaan lingkungan, keadilan sosial, hingga hambatan dagang internasional dan kampanye negatif dari negara maupun organisasi tertentu.

“Kita tidak bisa menutup mata bahwa minyak sawit masih menghadapi diskriminasi yang tidak adil dan kampanye hitam dari sejumlah organisasi dan negara. Narasi seperti ini sering kali mengabaikan fakta ilmiah serta kemajuan nyata yang telah dicapai Indonesia,” tegasnya.

Rachmat menekankan bahwa minyak sawit merupakan minyak nabati paling efisien dalam penggunaan lahan dan air dibandingkan komoditas lain. Karena itu, jika dikelola secara bertanggung jawab, sawit justru menjadi solusi yang mendukung ketahanan pangan global dan pembangunan berkelanjutan.

“Ketika perkebunan dikelola secara bertanggung jawab, minyak sawit bukanlah masalah, justru menjadi solusi komprehensif bagi ketahanan pangan global,” lanjutnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cek! Harga Perak Antam Naik Signifikan

    Cek! Harga Perak Antam Naik Signifikan

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak Antam terpantau kembali melonjak pada perdagangan hari ini. Dipantau dari laman Logam Mulia, Selasa (24/2/2026), harga perak Antam naik tinggi sebesar Rp 700 menjadi Rp 54.950 per gram. Kenaikan ini juga sejalan dengan penguatan harga perak dunia yang melonjak tajam, menembus level US$ 88 per ons pada periode yang sama. Juga […]

  • Rosan Resmikan PT DSI Jadi BUMN Pekan Depan, Kantor di Danantara

    Rosan Resmikan PT DSI Jadi BUMN Pekan Depan, Kantor di Danantara

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah mempercepat pembentukan badan usaha baru di sektor strategis dengan memastikan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) resmi menjadi BUMN pekan depan, langkah yang menegaskan arah konsolidasi investasi dan hilirisasi nasional. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menegaskan perubahan status PT DSI dari perusahaan swasta menjadi badan usaha milik negara segera rampung. “Pekan […]

  • Hampir 50% BUMN Rugi, Danantara Siapkan Pemangkasan dari 1.000 Jadi 200

    Hampir 50% BUMN Rugi, Danantara Siapkan Pemangkasan dari 1.000 Jadi 200

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Danantara Indonesia memastikan rencana besar memangkas jumlah BUMN dari sekitar 1.000 perusahaan menjadi hanya 200. Langkah ini dinilai mendesak karena hampir setengah perusahaan pelat merah tersebut mengalami kerugian dan dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan saat ini. Managing Director Non-financial Holding Operasional Danantara, Febriany Eddy, menjelaskan bahwa pemangkasan besar-besaran ini merupakan bagian dari […]

  • Harga Emas Antam Lanjut Naik, Kini Dibanderol Rp 2.367.000 per Gram

    Harga Emas Antam Lanjut Naik, Kini Dibanderol Rp 2.367.000 per Gram

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melanjutkan kenaikan pada Rabu (12/11/22025). Harga emas Antam naik sebesar Rp 7.000 menjadi Rp 2.367.000 per gram. Sementara harga emas Antam paling murah kini dibanderol Rp1,23 juta. Sedangkan yang paling mahal dijual seharga Rp2,30 miliar. Adanya kenaikan tersebut membuat harga beli kembali atau buyback […]

  • Kylian Mbappe Bantah Isu Konflik dengan Xabi Alonso di Real Madrid

    Kylian Mbappe Bantah Isu Konflik dengan Xabi Alonso di Real Madrid

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, akhirnya buka suara terkait rumor ketegangan antara sejumlah pemain Los Blancos dengan sang pelatih, Xabi Alonso. Penyerang timnas Prancis itu menegaskan bahwa kabar miring tersebut tidak benar dan menyebut skuad Madrid tetap kompak dalam menjalani musim 2025/2026. Isu konflik internal muncul setelah performa Real Madrid sempat menurun dalam […]

  • Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Februari 2026, Tertinggi Tembus Rp 2,6 Juta per Gram

    Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Februari 2026, Tertinggi Tembus Rp 2,6 Juta per Gram

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas perhiasan di pasar domestik kembali mencatatkan level tinggi pada Sabtu (21/2/2026). Sejumlah gerai perhiasan, termasuk Raja Emas dan Laku Emas, membanderol harga emas kadar tertinggi mendekati Rp 2,6 juta per gram, seiring lonjakan harga emas dunia. Kenaikan harga emas global dipicu meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai (safe haven) di […]

expand_less