Air Hujan di Surabaya Tercemar Mikroplastik
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sen, 17 Nov 2025
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: masyarakat menggunakan payung saat hujan turun.
JAMBISNIS.COM – Temuan kandungan mikroplastik dalam air hujan di Surabaya memicu perhatian serius dari kalangan akademisi dan pemerhati kesehatan. Bukan lagi hanya mencemari laut dan sungai, mikroplastik kini terbukti terbawa melalui atmosfer dan jatuh kembali ke permukaan bumi bersama air hujan yang turun hampir setiap hari di wilayah Surabaya.
Dosen Prodi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis Fakultas Ilmu Kesehatan UMSurabaya, Vella Rohmayani, menjelaskan bahwa mikroplastik telah menyebar hingga ke berbagai lapisan lingkungan dan semakin sulit dihindari.
Menurut Vella, mikroplastik adalah partikel plastik berukuran 1–5 milimeter yang bentuknya dapat berupa serat, fragmen, maupun butiran kecil. Partikel ini terbagi menjadi dua jenis utama:
Mikroplastik primer
Berasal dari produk kosmetik dan kesehatan yang mengandung microbead atau bahan eksfoliasi seperti polietilen (PE), polipropilen (PP), dan polistiren (PS).
Mikroplastik sekunder
Terbentuk dari proses pelapukan plastik akibat reaksi fisik, kimia, atau biologis.
Kini, partikel tersebut telah ditemukan di laut, sungai, udara, hingga tubuh organisme, termasuk manusia. Karena ukurannya sangat kecil, mikroplastik mudah masuk ke rantai makanan.
Vella menjelaskan bahwa mikroplastik dapat terangkat ke atmosfer melalui angin, pembakaran sampah plastik, dan pembuangan sampah yang tidak dikelola dengan baik. Saat hujan turun, partikel tersebut ikut terbawa jatuh ke permukaan.
“Partikel mikroplastik dapat terangkat ke atmosfer lalu turun kembali bersama hujan,” ujarnya.
Kondisi ini meningkatkan risiko mikroplastik mencemari makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan mikroplastik dapat menimbulkan dampak serius bagi tubuh manusia, seperti:
- Peradangan jaringan
- Gangguan hormon (endokrin)
- Masalah kesuburan dan reproduksi
- Komplikasi selama kehamilan
- Potensi gangguan metabolisme jangka panjang
Vella mengingatkan bahwa mikroplastik bukan sekadar isu lingkungan, melainkan ancaman kesehatan publik yang perlu ditangani segera. Untuk mengurangi paparan mikroplastik dari air hujan, Vella memberikan beberapa rekomendasi:
- Gunakan masker filtrasi, payung, atau jas hujan saat beraktivitas di luar rumah.
- Pengendara disarankan mengaktifkan mode sirkulasi kabin saat hujan.
- Setelah tiba di rumah, segera mandi dan mengganti pakaian untuk menghilangkan partikel yang mungkin menempel.
- Kurangi penggunaan plastik sekali pakai dan pilih wadah atau botol minum yang dapat digunakan berulang kali.
- Hindari pembakaran sampah plastik karena menjadi salah satu penyumbang mikroplastik di udara.
Vella menekankan bahwa penyelesaian masalah ini tidak bisa hanya mengandalkan masyarakat. Pemerintah perlu memperkuat upaya pengendalian sampah plastik.
“Diperlukan regulasi tegas terkait larangan pembakaran sampah terbuka, peningkatan sistem pengelolaan sampah terpadu, serta aturan ketat bagi produsen kemasan plastik,” katanya.
Temuan kontaminasi mikroplastik dalam air hujan di Surabaya menjadi alarm penting bahwa polusi plastik kini memasuki fase yang lebih mengkhawatirkan. Tanpa langkah pencegahan dan regulasi yang kuat, paparan mikroplastik berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang bagi masyarakat
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar